
Paginya di apartemen milik Arya.
Ayunda yang sudah bangun pagi-pagi sekali dan sudah mandi pula kini malah kebingungan,dia mondar-mandir tidak tenang karena bingung mau memakai baju apa,dia lupa kalau dia tidak sedang berada di tempat kos-nya.Berkali kali Ia membuka lemari milik Arya kemudian menutupnya kembali , Ayunda bahkan hanya memakai handuk kecil berwarna biru tua, rambutnya masih basah karena Ia habis mandi keramas.
"Aduuuhhh .....kenapa aku bisa lupa,aku kan tidak bawa pakaian apapun,dan disini juga tidak ada satupun pakaian wanita !"Ayunda menepuk dahinya sendiri dengan tangan kanannya dan tangan kirinya berada di atas pinggang sebelah kiri dengan kaki yang sedikit melebar.
Ceklek.....
Ayunda menoleh ke arah suara pintu yang terbuka."Aaaaaaa ....."Ia berteriak sambil berlari ke arah kamar mandi.
Arya yang juga kaget pun akhirnya menutup pintu itu kembali sambil berkata setengah berteriak," maaf....maaf tidak sengaja," Arya lupa kalau di kamarnya ada Ayunda dan juga Chayra . Chayra yang mendengar suara gaduh akhirnya terbangun dari tidurnya dan menangis.
Ayunda bingung mau keluar takut ada Arya di kamar,jika tidak segera keluar maka Chayra akan terus menangis.
"Mas Arya,tolong diamkan Ayra dulu mas !" pinta Ayunda setengah berteriak.
Arya pun akhirnya masuk ke kamar lagi,dan menggendong Ayra karena Ayra sudah tidak bisa tidur lagi setelah terbangun." Sayang papa disini,sudah diam ya,anak pintar !" Arya mengayunkan tubuh Ayra pelan supaya cepat diam dari menangisinya.Dan Ayra menyandarkan kepalanya ke dada Arya tepatnya di dekat ketiak.
"Ayunda !
Mau sampai kapan kamu di dalam kamar mandi?" tanya Arya yang masih menggendong Ayra.
"Aku.....aku tidak ada baju disini mas,masa aku harus pakai baju semalam,kan sudah kotor ?!" ucap Ayunda bingung.
"Baiklah kalau begitu,kamu tunggu dulu disini,aku akan keluar bersama Ayra untuk membeli pakaian untuk kamu dan juga untuk Ayra.Kamu pakai saja dulu bajuku,ada banyak kaos dan juga kemeja, terserah mau pakai yang mana !" ucap Arya panjang lebar kemudian Ia keluar dari apartemen dan pergi ke mall terdekat untuk membeli barang barang yang diperlukan.
Sampai di mall Arya malah kebingungan mencari pakaian yang sesuai untuk Ayunda.
'Apa yang harus aku beli'? Arya bertanya sendiri dalam hati.
Karena begitu bingungnya harus membeli apa akhirnya Arya memberanikan diri bertanya pada penjaga toko disana.
"Permisi mbak !" ucap Arya pada seorang wanita penjaga toko pakaian wanita lengkap.
"Silahkan pak,ada yang bisa saya bantu ?" ucap penjaga toko.
"Saya mencari pakaian wanita plus pakaian dalamnya ,anda bisa bantu saya !?" wajah Arya terlihat tegang karena malu tapi ditutupinya.Penjaga toko itu pun tersenyum,ingin tertawa sebenarnya namun Ia tahan karena takut dikira mengejek pembeli.
__ADS_1
" Pakaian seperti apa yang anda cari pak ?" penjaga toko itu bertanya lagi dan itu membuat Arya semakin bingung.
"Terserah anda mbak ,pakaian apapun yang bisa untuk pergi jalan-jalan!" ucap Arya.
"Mari ikut saya pak,akan saya tunjukan beberapa pakaian wanita dan juga.......pakaian dalamnya !" penjaga toko itu menutupi mulutnya yang bisa mengeluarkan suara tawanya kapan saja karena sedari tadi Ia tahan.
Penjaga toko itu berjalan sambil menunjukkan beberapa pakaian beserta pakaian dalamnya dengan berbagai ukuran dan itu membuat Arya semakin bingung. 'Repot sekali si jadi perempuan,harus pakai ini....pakai itu' ucap Arya dalam hati.
Arya memandangi wanita di depannya itu dari ujung kaki sampai ujung kepala."Sepertinya anda satu ukuran dengan ......"ucapan Arya terhenti karena bingung harus menyebut Ayunda dengan sebutan apa.Arya takut jika wanita di depannya itu akan berfikir macam-macam.
"Apakah anda membeli pakaian untuk istri anda pak ?" penjaga toko itu tersenyum sembari mengambil sebuah dress keluaran terbaru dan menunjukkannya pada Arya.
"Ini ukuran yang pas untuk saya pak,jika masih terlalu besar ataupun kekecilan anda bisa kembali kesini untuk menukarnya dengan ukuran yang lain." ucap penjaga toko itu lagi.
"Ya sudah,saya ambil yang ini, yang ini dan yang itu,juga itu semuanya !" Arya menunjuk ke beberapa pakaian dan penjaga toko itu hanya bisa melongo terheran-heran dengan pembeli yang satu ini yang memborong banyak pakaian wanita juga banyak pakaian dalam dari berbagai warna dan ukuran .
Setelah mendapatkan pakaian untuk Ayunda,Arya kemudian mencari pakaian anak-anak untuk Chayra dan tidak lupa Arya juga membeli peralatan makeup untuk Ayunda dan membeli makanan untuk sarapan.
"Akhirnya selesai juga dengan urusan berbelanja !" Arya menghembuskan nafas lega.
Kemudian Ia bingung sendiri bagaimana membawa barang belanjaannya yang begitu banyak karena Arya menggendong putrinya.Akhirnya Arya meminta bantuan security di depan untuk membawakan barang barang belanjaannya dan memasukkannya ke dalam mobil.Setelah itu Arya kembali ke apartemennya.
Ayunda yang sedari tadi sudah menunggu dan mendengar suara percakapan di ruang utama kemudian mengintip dari balik pintu kamar.Lalu Ia keluar dengan mengenakan kaos dan celana pendek milik Arya dan itu terlihat sangat lucu bagi Arya,dan Arya pun tertawa dibuatnya.
"Ha ha ha.....kamu itu lucu sekali memakai pakaian itu !" ledek Arya dan Ayunda cemberut karena itu,bibirnya pun mengerucut.
Kedua bola mata Ayunda sukses melebar sempurna ketika melihat semua barang yang di beli oleh Arya.
"Mas ! kenapa begitu banyak yang kamu beli ? pantas saja kamu begitu lama perginya." Ayunda berdecak kesal.Kemudian Ia membuka paper bag yang ada di sofa satu persatu dan Ayunda lebih terkejut lagi melihat pakaian yang dibeli Arya sangatlah banyak.Ia juga melihat jam di dinding ruangan itu dan waktu menunjukkan pukul 9 pagi.
"Hah....ya ampun mas ,lihat itu !" Ayunda menunjukkan jam di dinding itu pada Arya dan Arya dengan santainya mengucapkan," itu.....itu jam 9 , memangnya kenapa ?" ucap Arya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Hah......kamu tahu apa artinya mas...?" Ayunda mengeryitkan dahinya dan Arya hanya mengangkat kedua tangan dan pundaknya serta menurunkan kedua ujung bibirnya,dan bola matanya melirik ke samping.
"Ya ampun mas,itu berarti aku sudah telat ! dan aku tidak bisa pergi bekerja !" kekesalan Ayunda semakin bertambah.
"Ya sudah tidak usah pergi bekerja ! lebih baik kita pergi jalan-jalan,oke ?! kita pergi bertiga.Kamu tenang saja ,aku sudah minta cuti untuk kita !" Arya memutar kedua bola matanya.
__ADS_1
'Untuk apa aku ijin,aku ini kan bos kamu ' ucap Arya dalam hati lalu Ia tersenyum smirk.
Saat berada di jalan Arya telah menghubungi Aldi jika dia dan Ayunda tidak akan masuk kerja hari ini.Arya ingin menikmati waktu bersama dengan Ayunda.Arya sengaja membawa Chayra karena Ia juga ingin menguji ketulusan hati Ayunda.Apakah Ia benar-benar menyayangi Chayra atau hanya pura pura demi mendapatkan ayahnya.
"Sudah , cepat kamu ganti baju atau mau sarapan dulu ? kasihan juga Ayra belum makan apapun !" ujar Arya.
Ayunda pun memilih untuk sarapan terlebih dahulu karena dia sendiri juga sudah sangat lapar ,juga kasihan pada Chayra yang juga belum makan apapun sedari bangun tadi pagi.
Ayunda makan sambil menyuapi Chayra dan itu membuat Arya semakin jatuh hati padanya.
"Ayunda !" panggil Arya di sela sela makan.
"Ya !" jawab Ayunda.
"Terimakasih ya,kamu sudah mau mengurus Anakku !" Arya menyentuh jari tangan Ayunda.
"Kamu ngomong apa sih mas,aku suka dan sayang pada Chayra jadi sudah pasti aku mau lah mengurus Ayra !" Ayunda balas menyentuh tangan Arya kemudian Arya menggenggam tangan Ayunda dan meremasnya lembut sambil tersenyum dan di balas senyum oleh Ayunda.
Setelah selesai sarapan Kemudian Ayunda memandikan Chayra dan Arya juga pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.
Setelah selesai memandikan Chayra dan juga memakaikan pakaiannya kemudian Ayunda pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan juga menggosok gigi.Di dalam kamar mandi itu sudah ada beberapa peralatan mandi dan juga sikat gigi untuk stok Arya jika dia menginap disana.
Pintu kamar mandi sengaja dibiarkan terbuka supaya Ayunda bisa melihat Chayra dari dalam kamar mandi , berkali-kali Ia menengok Ayra sambil menggosok giginya itu.
Setelah selesai dari kamar mandi lalu Ayunda memilih mini dress sepanjang lutut bermotif bunga-bunga berwarna ungu muda.Ayunda juga memoles wajahnya dengan makeup yang dibeli oleh Arya.Ayunda terlihat sangat cantik dengan dress yang sangat pas di tubuhnya itu.
Setelah selesai bersiap Ayunda berniat untuk menggendong Chayra namun Chayra menolaknya,rupanya Chayra ingin berjalan sendiri dan Ayunda menjaganya dari belakang takut Chayra terjatuh.Mereka duduk di ruang tengah sambil menonton TV menunggu Arya keluar dari kamarnya.Mereka menonton acara kartun lucu berjudul *Masha and the Bear* .Mereka berdua tertawa riang menyaksikan kelucuan Masha,anak balita yang menjadi peran utama di serial kartun itu.Diam - diam Arya melihat mereka berdua yang sudah seperti anak dan juga ibu yang sangat bahagia,bahkan tidak terasa mata Arya berkaca kaca ,air matanya ingin keluar tanpa ijin dari pemilik mata itu sendiri.
Ayunda menoleh ke arah Arya dan buru- buru Arya menghapus jejak air matanya.
"Kalian sudah siap rupanya ?!" ujar Arya.
"Udah dali tadi ,papa teyat si...."ucap Chayra lucu.
"Wah wah wah,putri kecil papa sudah cantik sekali !" Arya melirik ke arah Ayunda, yang sebenarnya pujian itu untuk Ayunda juga.Ayunda tersenyum lebar, terlihat tidak seperti sedang dibuat - buat,begitu tulus Ayunda merawat Chayra.
"Enaknya kita kemana ya ? kalian kan sudah berdandan secantik ini masa berdiam di rumah?!" Arya mengeryitkan dahinya dan menggerakkan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Mereka bertiga dalam pikiran mereka masing-masing, memikirkan kemana mereka akan pergi hari ini.
Semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan untuk mereka 💜☺️....