
"Ayunda!"
Mendengar namanya dipanggil Ayunda yang sedang pura -pura berjalan kecil tiba-tiba berhenti dan berdiri mematung.
Kemudian dengan pelan ia membalikkan badan disertai dengan senyum yang dibuat-buat, sangat terlihat tidak ikhlas senyum Ayunda itu.
"Saya pak, emmm..... masih banyak yang harus saya kerjakan, permisi!" merasa bahwa dirinya ketahuan telah menguping, Ayunda lantas ingin cepat-cepat kabur meninggalkan dua manusia dihadapannya itu.
"Tunggu!"
Aldi berjalan mendekati Ayunda dan berbisik," aku tahu kamu pasti telah menguping pembicaraan ku dengan Bella, iya kan!? apa kamu penasaran tentang siapa Bella itu? atau, justru karena kamu sudah tahu siapa dia makanya kamu penasaran ?"
"Tidak! aku tidak tahu apapun dan aku juga tidak mau tahu!" tegas Ayunda.
"Sudahlah. O iya aku hampir melupakan sesuatu. Ini untukmu," Aldi mengeluarkan sebuah kotak dari belakang badannya.
"Apa itu?" tanya Ayunda.
"Kau buka saja sendiri!"
Setelah memberikan kotak tersebut pada Ayunda, Aldi lantas beralih pada Bella.
"Mari kak Bella, saya antar sampai ke depan." ucap Aldi.
'Kak Bella?' batin Ayunda penuh tanya.
Aldi berlalu, ia mengantarkan Bella sampai ke depan kafe.
Ayunda membuka kotak tersebut dan ..... mulutnya tiba-tiba menganga lebar. Kemudian ia menutupi mulutnya dengan tangan kanannya, Ayunda hampir tidak percaya. Dia sedang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli handphone baru yang dia inginkan, belum sampai uangnya terkumpul ia malah sudah mendapatkannya.
Ayunda sangat senang namun dalam hatinya bertanya -tanya.... kenapa Aldi memberikan handphone padanya.
__ADS_1
'Lebih baik aku tanyakan saja sekarang ' Ayunda melangkahkan kakinya menuju ke depan kafe, ia menyusul Aldi karena akan menanyakan kenapa dia diberi handphone baru serta hendak mengucapkan terimakasih.
Sampai di luar kafe,Aldi dan Bella masih terlihat bercakap-cakap dan secara tidak sengaja Ayunda pun mendengar percakapan mereka.
"Kamu atur waktu yang tepat, aku sudah transfer uang mukanya. Sisanya akan aku transfer lagi setelah aku bertemu dengan putriku."
"Kamu tenang saja, apa sih yang tidak bisa aku lakukan."
' Putriku'.....kata itu menjadi beban pikiran Ayunda. Siapa sebenarnya wanita itu? dan Aldi memanggilnya dengan sebutan kakak. Otak Ayunda semakin ruwet karena memikirkan hal itu.
"Aaaaaarrrggghhh......!" Ayunda menggelengkan kepalanya berkali-kali, dia merasa sangat pusing.
Tanpa sengaja teriakannya terdengar oleh kedua orang yang sedang serius bercakap-cakap. Lantas keduanya menoleh.
"Hei, kamu! kenapa kamu selalu mengikuti kami? memangnya kamu siapa hah? mau tahu saja urusan orang lain!" Bella yang merasa kesal akhirnya membentak Ayunda.
"Siapa juga yang mengikuti kalian, aku cuma mau bilang terimakasih pada pak Aldi." Ayunda membela diri.
Aldi hanya tersenyum mendengar ocehan dari Bella.
"Sudahlah, aku pergi dulu. ingat janji kamu!" Bella menatap tajam ke arah Aldi, dan yang di tatap hanya tersenyum miring .
Setelah Bella berlalu, Aldi yang hendak masuk ke dalam kafe, terhenti karena melihat Ayunda masih berdiri mematung ditempatnya.
"Kenapa masih disini! cepat masuk! titah Aldi.
"Siapa sebenarnya wanita itu? apa hubungan kalian dan satu lagi, kenapa kamu memberi ku sebuah handphone baru?" Ayunda bertanya tanpa henti. Senyum licik dipancarkan dari wajah Aldi," jika kamu ingin tahu tentang Bella, ada syaratnya." Aldi menaikkan kedua alisnya satu kali sambil tersenyum. Untuk masalah handphone, tinggal kamu terima saja apa susahnya sih, harusnya kamu merasa senang."
Ayunda masih terpaku dengan ribuan pertanyaan di benaknya, ketika ia tersadar ternyata Aldi sudah tidak ada di tempat. Lantas Ayunda mencoba menepis semua pikirannya dan masuk kedalam kafe untuk kembali bekerja. Hingga waktu untuk pulang telah tiba.
Ayunda berjalan keluar kafe masih dengan pertanyaan -pertanyaan yang sangat membebani pikirannya. Entah mengapa pikiran itu tidak mau hilang dari benaknya.
__ADS_1
Kata 'kak Bella dan juga putriku' selalu terngiang di telinganya.
Ayunda berhenti sejenak dan duduk dipinggir jalan, ia melamun seperti orang linglung.
Ia tersadar dari lamunan tatkala mendengar suara klakson mobil berbunyi.
"Hei! sedang apa kau disitu, ayo cepat masuk!" titah Aldi dari dalam mobilnya.
"Tidak mau!" Ayunda menggelengkan kepalanya.
Aldi keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Ayunda." Kamu itu benar-benar keras kepala. Bagaimana jika ada orang jahat?!" Aldi mulai kesal.
"Masuk atau besok tidak usah kembali bekerja!" kata Aldi bernada perintah.
Ayunda mendongakkan wajahnya menatap Aldi dengan kesal," Kau itu selalu saja memaksa. Ayunda berdiri lalu berjalan memasuki mobil Aldi. Kemudian Aldi menyusulnya.
Aldi mengantar Ayunda pulang ke tempat kosnya.
Dalam perjalanan Aldi membuka suara." Aku tahu kamu begitu penasaran dengan wanita yang bernama Bella itu?!" Aldi berbicara dengan wajah tetap mengarah ke jalan di depan.
Ayunda menoleh ke arah Aldi sesaat kemudian kembali menatap jalanan didepannya.
"Kita jalan berdua, lalu aku akan memberi tahumu tentang Bella." Ucap Aldi.
Ayunda menghela nafas," kau ini, memang apa susahnya hanya memberi tahu tentang orang yang tidak aku kenal, bukan hal penting juga."
" Sudahlah, aku tidak terlalu tertarik, lupakan saja." Ayunda pasrah.
"Yakin tidak mau tahu? baiklah, aku akan tunggu sampai kau ingin tahu dan bertanya padaku." Aldi sangat yakin suatu saat Ayunda akan mencari tahu tentang Bella.
"Sudah sampai, terimakasih sudah mengantarku pulang." Ayunda keluar dari mobil dan langsung berlari kecil ke arah gerbang lalu masuk ke dalam meninggalkan Aldi begitu saja.
__ADS_1
Aldi yang mulai paham dengan sikap Ayunda pun hanya tertawa sambil mengemudikan mobilnya dan kembali pulang ke rumahnya.