
dokter Drian membawa cala pergi entah kemana,, cala sedang memikirkan bagaimana caranya ia harus kabur dari laki laki ini.
walaupun cala tak tau akan di bawa kemana oleh laki laki ini tapi tetap saja, cala harus waspada ini semakin jauh dari rumah nya.
saat sampai di sana cala menatap kosong tempat tersebut. laki laki ini ingin menggenggam tangan cala secara tiba tiba tetapi dengan cekatan cala menarik dan menatap sinis dokter Drian.
laki laki ini menjadi sangat berbeda cala menjadi takut untuk berdekatan dengan laki laki ini.
cala keluar dari mobil saat laki laki itu lebih dulu keluar. saat sedang berada ditempat yang Drian tunjukkan cala sempat terpukau karna Susana yang begitu menenang kan.
"kau suka"
cala hanya mengangguk mendengar pertanyaan itu, cala benar benar tak mau menatap laki laki ini.
"cala apa kamu tau saya suka sama kamu, kamu wanita pertama yang membuat saya jatuh cinta. saya akan berusaha untuk menjaga kamu dan membuat kamu sembuh"
cara tertegun mendengar itu,, tidak mungkin seharus nya laki laki ini tidak boleh suka dengan nya Seharusnya laki laki ini tau cala tidak akan hidup lebih lama lagi.
" saya harap kamu ma-
"seharus nya anda tau dok hidup saya tidak akan lama lagi,, dan Seharusnya dokter tidak memiliki rasa itu untuk saya. maaf dok saya tidak bisa menerima itu" tolak cala mentah mentah dan berjalan pergi.
"cala tunggu!"
"kau gak bisa seperti ini! saya janji buat kamu sembuh seperti semula jadi kamu harus menerima saya!"
"apa kata dokter barusan?! dokter akan buat saya sembuh kalau saya mau jadi pacar dokter?!! dok! dengar saya baik baik,, penyakit kanker darah mustahil bisa sembuh! dan pacaran sama anda bukan jaminan saya bisa sembuh seperti semula!" tekan cala lalu pergi.
cal tak tau jalan pulang tapi ia tak mau balik dan harus menumpang Dengan dokter itu lagi. ia tak mau jika sudah terlibat perasaan seperti ini.
hari semakin gelap cala masih blum juga sampai, bahkan cala tak tau dirinya ada di mana. untuk meminta pertolongan pun percuma handphone milik nya lowbet, kenapa ia sangat sial hari ini.
"arghhhh shtttt" erang cala saat kepala nya merasakan sakit yang teramat sangat sakit yang di sertai dengan darah dari hidung.
"yah....--
...PAGI...
pagi ini di sekolah teman teman cala sedang menunggu dan menghubungi cala kemana cewek itu sampai saat ini belum juga datang dan tidak ada kabar baru saja kembali wanita ini kembali menghilang.
sava dan Kesya memutuskan untuk pergi ke tempat tongkrongan anak anak black devil's. siapa tau ketua mereka itu mendapat kabar dari cala.
"Sam. Lo tau cala dimana!" Samuel menatap kedua wanita itu dengan tatapan penuh tanya.
"emang nya cala kenap?" tanya Azriel mewakili perasaan Samuel.
"gak ada kabar,, gua takut dia menghilang lagi kaya waktu itu"
mendengar itu Samuel membuka hp nya baru saja ia akan menghubungi wanita itu tetapi Samuel urung kan ia tak mau menghubungi wanita itu.
"dia gak akan tau cala dimana, lagi berantem"
mendengar itu sava dan Kesya kaget, blum ada tiga hari mereka bertemu tapi kenapa sudah berantem saja.
karna merasa tak ada gunanya juga bertanya pada laki laki itu akhirnya sava dan Kesya memutuskan untuk pergi.
beda hal nya dengan keadaan cala saat ini, wanita itu sudah tersadar setelah malam tadi ia pingsan karna penyakitnya itu.
cala merasa dirinya seperti bukan dirinya yang semalam hari ini tubuh nya terasa sangat berbeda setelah pingsan. ia tau penyebabnya karna ia blum meminum obatnya sejak kemarin pagi.
__ADS_1
saat sedang melamun cala mendengar suara pintu terbuka,, ia hanya melirik saja ia melihat ada seorang laki laki yang ia kenali dan ia tau siapa laki laki itu.
"kenapa Lo bisa ada di jalan semalem, mimisan lagi kalo bukan gua yang nemuin Lo mungkin udah di perkosa lo" ucap laki laki itu sembarangan, rasa nya cala ingin menampar nya tetapi ia tak bisa karna badan nya benar benar sangat lemas.
kenapa Lo gak kasih tau sejak awal cala,, kenapa baru sekarang gua sadar kalau penyakit Lo itu bukan penyakit biasa. batin nya sambil menatap cala.
"makan, minum obat lo" pinta nya membuat cala terkejut.
"darimana dapet obat ini" tanya cala berharap laki laki ini tidak tau.
"dokter kenapa?"
"bang Gelan Lo tau ini obat apa?"
"tau kanker darah emang nya kenapa?" cala syok tubuh nya yang lemas kini semakin lemas ia memejam kan mata nya rasanya ia ingin menangis saja. kenapa sepupunya ini sampai tau.
"sejak kapan?"
cala diam tak bisa menjawab pertanyaan itu, ia benar benar tak sanggup kalau harus menceritakan itu.
gelantra menatap cala memohon agar wanita itu memberi tau diri ya.
"udahlama"
"kemarin Lo menghilang beberapa hari itu karna ini? Lo diam diam untuk berobat?"
cala hanya bisa mengangguk ia sudah tidak berbohong lagi percuma saja kalau dirinya berbohong laki laki ini akan mencari tau semua nya.
gelantra menyuapi cala sarapan kali ini Gelan benar benar berbeda tak seperti biasanya.
"nanti kita kerumah sakit"
cala yang mendengar itu menggelengkan kepalanya ia tak mau menyusahkan sepupunya ini, karna biaya pengobatan yang cukup mahal.
"bang gua mohon gak usah yaa"
"gak usah bantah cala"
cala hanya mengangguk pasrah. ia tak bisa melawan Abang nya ini benar benar menyebalkan.
setelah itu cala dan gelantra memutuskan untuk pergi Ke rumah sakit, sesampainya disana cala terdiam gugup ia takut Gelan akan khawatir karena penjelasan dokter nantinya.
setelah beberapa menit menunggu kini akhirnya giliran cala dengan gelantra yang menemaninya Sebelumnya ia akan pergi sendiri.
"kondisi nona apa sebelum nya seburuk ini?" tanya dokter setelah mengecek kondisi cala.
cala Hanya bisa mengangguk sementara Gelan menatapnya, entah tatapan apa yang Gelan berikan tetapi yang jelas pria itu tak lepas menatap nya.
"Anda telat meminum obat nya dan seperti nya anda terlalu melakukan banyak aktivitas, biasanya pasien yang sudah memasuki stadium 3 tidak akan bisa melakukan banyak aktivitas tetapi nona berbeda."
Gelan terkejut mendengar itu apa tadi?! stadium 3!
"apa dia bisa sembuh dok?" tanya Gelan membuat dokter mengalihkan pandangannya.
"kemungkinan sangatlah kecil"
Gelan terdiam seribu bahasa ia menatap cala yang tersenyum manis kearah nya kenapa ia baru tau sepupu macam apa dirinya ini.
"Minggu ini kamu harus melakukan kemoterapi lalu di lanjut dengan cuci darah ya karna kondisi ginjal kamu semakin buruk dan sel darah putih yang semakin menumpuk itu sangat berbahaya"
__ADS_1
bagai di sambar petir Gelan benar benar tak kuat lagi mendengarkan penjelasan dokter tentang kondisi cala saat ini.
setelah itu kini Gelan dan juga cala berada di taman rumah sakit. cala memerlukan udara segar ia membutuhkan itu, tetapi tiba tiba saja cala merasa ada yang memeluk nya secara tiba tiba. cala membalik tubuhnya dan melihat laki laki itu kini menangis membuat cala merasa bersalah.
"kenapa Lo gak bilang ke gua cala!" marah Gelan yang di sertai tangisan.
"gua gakpapa bang Lo santai aja"
"santai Lo bilang?! liat kondisi Lo sekarang cal! stadium tiga itu bukan lagi penyakit yang biasa aja!"
"terus gua harus apa bang? gua juga gak bisa apa apa lagi,, gua udah pasrah. sakit bang... gua gak mau jalanin kemoterapi gua gak mau cuci darah bang"
Gelan mendengar itu syok apa maksud wanita ini. Gelan menggenggam kuat tangan cala menguatkan wanita itu.
"Lo harus jalanin cal, gua mohon jangan tinggalin gua"
"sakit bang gua cape gua gak mau lagi ngerasain sakit nya di kemo sakit nya cuci darah biarin aja gua mati gua gakpapa."
"cala! gua mohon gua janji bakal temani Lo cal gua janji"
cala hanya diam tak mau menjawab ucapan laki laki itu, kini cala sudah menyakiti tiga pria. di waktu yang berbeda hanya karna penyakit ini.
kini mereka sudah berada di rumah yang biasa ditempati Gelan saat merasa banyak masalah pada dirinya. jadi sudah pasti tak ada yang tau tempat ini.
"bang gelan"
Gelan tak merespon ia menunggu wanita ini melanjutkan ucapannya. tetapi cala justru terdiam lama yang di akhiri senyum manis.
"jangan kasih tau ayah atau siapapun itu termasuk teman teman gue, dan jangan sampe Samuel tau tentang ini ya"
Gelan masih diam tak merespon membuat cala merasa cemas, mendengar helaan nafas panjang milik Gelan cala menoleh dan menatap pria itu.
"suatu saat mereka juga akan tau cala"
ucapan Gelan benar benar membuat nya terdiam, benar, mereka akan tau cepat atau lambat.
...SORE...
saat cala merasa tubuh nya baik baik aja, cala memutuskan untuk menemui Gelan di cafe milik nya ia merindukan tempat itu.
dengan hati yang senang ia mengemas barang dan pergi kesana menggunakan ojek online.
sesampainya disana cala selalu melihat ramai nya pengunjung, itu artinya cafe ini sedang butuh bantuan.
cala masuk dan mencari keberadaan sepupunya itu, saat cala melihat wajah sepupunya yang mencolok itu ia langsung berlari kesana dan membantu tanpa sepupunya itu sadari.
"sini biar gua anterin" Gelan kaget mendengar suara itu dan melihat cala yang tersenyum lebar membuat nya jengkel.
"ngapain disini? pergi sana"
"ko ngusir!"
"Lo lagi sakit cala! balik gak kerumah lo!" kesal Gelan membuat cala cemberut lucu
"gua gakpapa bang gelantra!"
dengan rasa jengkel gelantra hanya bisa bernafas pasrah, ia tak bisa melawan wanita ini karna itu hanya akan percuma wanita ini sangat keras kepala.
cala berada disana hingga malam dan saat ia ingin pulang ia bertemu dengan sekumpulan anak geng motor yang bukan Cala kenali dan cala merasa takut walaupun wajah wanita itu tampak datar dan tidak ber ekspresi.
__ADS_1
...________•°^SAMUEL^°•__________...
...SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART. BAYY GUYSSS...