
...-----SORE HARI-----...
"permisi!" teriak seorang kurir
"iya ada apa?" tanya bi asri
"ini ada surat dari pengadilan agama untuk ibu fara" ucap kurir tersebut membuat Bu asri terkejut sekaligus senang.
"baik, makasih" ucap bi asri yang langsung mengantarkan surat itu pada fara.
saat di ruang tamu bi asri sangat jengah menatap majikan nya ini yang selalu main belakang pada tuan nya. padahal tuan Rezi sudah sangat sangat cukup tapi kenapa bisa wanita itu bermain belakang memang benar benar keterlaluan.
"permisi Bu maaf mengganggu ini ada surat dari pengadilan agama untuk ibu" ucapan bi asri membuat Fara terkejut dan langsung merampas surat tersebut.
dengan rasa geram ia pergi ke kantor suami nya itu meninggalkan laki laki simpenan nya itu. cukup lama untuk sampai ke kantor suami nya, sampai akhir nya ia tiba di kantor milik suami nya dan berjalan dengan tergesa gesa dan itu mengundang tatapan jijik dari para karyawan yang melihat nya.
apa pantas ia memakai pakaian malam itu ke kantor yang sudah jelas harus berpakaian formal dan sopan. benar benar wanita malam.
tak habis fikir bagaimana bisa bos nya itu menikahi wanita malam yang tak memiliki etika.
sesampainya di ruangan suami nya ia Langsung menggebrak meja kebesaran suami nya itu. memang benar benar tak memiliki etika.
"APA MAKSUD KAMU MENCERAIKAN AKU! AKU GAK MAU YA CERAI SAMA KAMU!" bentak nya emosi
"terus kamu fikir saya mau sama wanita ja**Ng kaya kamu?!" tekan nya mematikan
"kamu fikir saya tidak tau kebusukan mu selama ini!, saya diam bukan berarti saya tidak tau fara. kamu dan anak mu itu sama saja! sama sama wanita malam dan murah! saya jijik berbulan bulan hidup bersama kalian dan ini sudah saat nya saya mengakhiri ini semua!" tekan Rezi yang langsung menarik tangan wanita itu keluar ruangan nya saat sampai di lobi kantor ia mendorong wanita itu kiat kuat hingga tersungkur.
"silahkan pergi jangan injakan kaki sampah mu itu kehadapan saya!" tegas Rezi yang langsung pergi dari lobi.
Rezi memutuskan untuk mencari keberadaan mantan istri nya itu siapa tau cala bersama wanita itu ia benar benar khawatir akan keadaan anak satu satu nya itu.
"dimana kamu menyembunyikan anak ku!"
"apa kata mu! aku menyembunyikan Cala? kau gila?! sudah jelas jelas kau yang melarang cala untuk menemui ku!" marah sheren pada mantan suami nya ini.
"jangan mencoba untuk menipuku sheren!" nada bicara yang sedikit meninggi.
"untuk apa aku berbohong jika kau tak percaya silahkan cari sampai ketemu!"
setelah memastikan dan benar adanya tidak ada Cala di rumah mantan istri nya itu Rezi akhirnya pergi mencari keberadaan cala ke tempat lain, sejujurnya ia tak tau harus mencari kemana. ia tak tau tempat yang sering anak nya kunjungi.
"steven cari tau teman cala dan ajak mereka bertemu" ucap Rezi yang di angguki asisten pribadi nya itu
hari semakin gelap kini di sebuah cafe yang pasti kalian tau adalah CAFE BET'S ONE milik sepupu cala yaitu gelantra.
"ada apa om tumben om kesini biasanya om paling gak Sudi untuk menginjakan kaki om ketempat seperti ini" sindir gelantra terang terangan sambil menyuguhkan kopi pada om nya itu.
__ADS_1
"kamu tau kemana cala?"
"om gak salah nanya itu ke aku?, hahhh cala udah lama gak kerja disini-
"apa kamu bilang?! kerja?" kaget Rezi yang di angguki ponakan nya itu
"cala gak Sudi pakai uang pemberian om semua uang nya juga masih tersimpan rapih di atm" jelas gelan sambil meminum kopi buatan nya. Rezi yang mendengar hal itu termenung.
beberapa sesaat kemudian anak black devil's datang dan juga teman cala, sesuai perintah Rezi.
"malam om" ucap mereka bersamaan
"kalian teman cala?" tanya Rezi sedikit tak yakin.
"iya om kita teman nya cala, tenang aja om kita selalu jagain cala ko" ucap yoji mencair kan suasana yang sedikit tengang.
"pak Rezi benar ayah nya cala?"tanya sava membuat yang lain kelagapan sendiri.
"iya saya ayah cala ada apa?"
"engga papa ko om, hanya memastikan" balas sava sambil tersenyum kikuk
"kalian tau dimana anak saya berada?" pertanyaan itu membuat mereka bingung. terutama Samuel
"Anda ayah nya? tapi kenapa tidak tau keberadaan anak anda sendiri? saya fikir anda tau. jadi maksud anda memanggil kita hanya untuk membicarakan ini? sebelum nya maaf om tapi kami juga tidak tau kemana cala, cala emang sudah tiga hari ini tidak masuk sekolah" jelas Samuel yang langsung pergi meninggalkan ayah cala begitu saja
"sa--
"maaf sebelum nya kita harus menyusul teman saya yang pergi tadi karna jika dia pergi kita juga harus pergi" jelas dhaniel yang di tahan Cleo.
"lanjut kan saja om, apa yang ingin anda tanyakan" ucap Cleo yang mempersilahkan Rezi untuk berbicara. sementara itu gelantra yang melihat itu tersenyum penuh arti.
"hahhh pergi lah lain kali saya akan bertanya pada kalian" ucap Rezi lalu meninggalkan anak anak itu.
"balik Sono udah mau gue tutup nih" ucap gelantra membuat yang lain bernafas lega entah kenapa.
"Lo tau cala menghilang akhir akhir ini" Candra menanyakan hal itu karna ia penasaran apa sepupu cala ini tau keadaan dan dimana cala berada.
"dia gak hilang, hanya memperbaiki diri. tenang aja dia bakalan balik lagi ko" balas gelan lalu pergi.
sementara itu Samuel sudah berada di dalam kamar nya yang menenang kan, ia menatap ke atas meja penuh dengan foto wanita itu. ia beranjak dari kasur nya dan berjalan ke arah meja belajar nya itu.
Lo dimana sih cal? Lo baik baik aja kan? gua kangen sama Lo. kapan Lo balik cal? batin Samuel
Di rumah sakit tempat dimana cala berada saat ini, wanita itu tersenyum hangat pada langit malam yang penuh bintang itu. ia tak sabar sebentar lagi ia akan kembali.
"gimana kondisi mu saat ini?" suara itu mengalihkan pandangan cala, Dengan senyuman manis yang mengembang.
__ADS_1
"baik dok" ucap cala senang
"bagus kalau gitu, jangan sampai telat cek up nanti kondisi mu memburuk." jelas dokter Drian pada cala
Jam terus berputar hingga kini jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. cala sudah bersiap untuk kembali ke rumah nya ia sudah siap kan mental nya jika harus di pukuli nanti nya.
dengan hati yang sangat senang akhirnya ia telah sampai di rumah kesayangan nya walaupun ia tak merasakan kebahagiaan.
cala dengan semangat mengetuk pintu rumah nya itu dan tak lama dari itu bi asri membuka nya dengan wajah terkejut.
"NON CALA?!!" teriak nya senang dan Langsung memeluk tubuh cala
"non kemana aja sih bibi khawatir tau" ucap bi asri membuat cala tersenyum lucu.
"non ayo masuk ada banyak yang mau bibi ceritain"
"apaan tuh bi? selama itu kah cala pergi" ucap cala yang membuat Bu asri menatap malas dan cala tertawa melihat itu.
"ayah udah berangkat kerja bi?" tanya cala yang di angguki bi asri.
"non tau gak sih" ucap bi asri saat duduk di sebelah cala yang sedang makan.
"kenapa bi?"
"ayah non cala itu gugat cerai Bu fara" cala tersedak mendengar ucapan bi Asri bagaimana bisa
"bi serius?" tanya cala memastikan
"iya non bibi sendiri yang Nerima surat pengadilan itu dan non tau gak Bu fara gak terima dan dia Dateng ke kantor ayah nya non cala" jelas bi asri membuat cala mengangguk mengerti
"tapi ko bisa? emang nya ada apa?"
"Bu fara itu dia suka Gonta ganti cowo alias selingkuh non" cala terdiam, sudah ia duga wanita itu tidak akan pernah mencintai ayah nya ia hanya menginginkan hartanya saja.
"dan non cala tau gak, kalau ayah nya non cala itu beberapa hari lalu mukulin cheril loh,, karna anak itu sama seperti ibu nya bahkan melakukan hal terlarang di rumah ini " jelas bi asri membuat cala kaget.
"non cala habisin ya maka nya bibi mau bersih bersih dulu" ucap bi asri yang langsung pergi
tanpa berlama lama cala langsung memasuki kamar nya dan memuntahkan semua isi perut nya di dalam kamar mandi. bukan hal yang biasa dan bukan karena makanan nya tak enak, tetapi memang seperti itu cala selalu merasa mual setelah makan apapun itu yang di sebabkan oleh penyakit nya.
setelah memuntahkan semua makanan nya itu, kini cala berbaring menatap langit langit kamar nya dan berfikir apakah yang bi asri bicarakan itu benar ada nya atau tidak?. tetapi bi asri tidak pernah berbohong..
......--------°•^SAMUEL^•°---------......
...*SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART. BAY GUYSSS,,,...
...SUBSCRIBE CERITA INI DAN SHERE KETEMAN TEMAN KALIAN JUGA YA*......
__ADS_1