
...HALO GUYS!!...
...SEBELUM NYA MAU BILANG MAKASIH KARNA BACA CERITA AKU. SEMOGA KALIAN SUKA DAN DUKUNG SEMUA KARYA KARYA AKU....
...SUBSCRIBE CERITA INI YAKK....
......-......
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
Pintu ruangan terbuka lebar menampilkan wajah kusut dengan mata yang sembab penampilan yang sangat berantakan dengan air mata yang terus membasahi pipinya, itu sangat menggambarkan kondisi Lea saat ini.
Wanita itu baru saja tiba di rumah sakit saat Ravel pulang lebih awal dari biasanya, ia tak menyangka akan kehilangan putra kesayangannya secepat ini.
"Samuel.. hikss hikss bangun nak... jangan tinggalin mamah bangun Samuel" (aku lupa Lea tuh di panggil apa).
Sementara Ravel ia hanya bisa menatap putra nya itu ia juga sangat terpukul atas kehilangan putra nya tapi ini juga salah nya karna membiarkan Samuel pergi Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kini mereka berada di rumah Samuel yang sudah siap akan pergi ke pemakaman, walaupun masih tak terima dengan kenyataan buruk ini tapi mereka harus ikhlas dengan takdir yang sudah terjadi.
perjalanan ke makam sempat tersendat karena Lea pingsan di karnakan terlalu lelah banyak fikiran dan kurangnya asupan makan.
pemakaman akan di gelar saat Lea sudah kembali sadar, memang memakan waktu lama tapi setidak nya Lea harus melihat anak nya sampai di peristirahatan terakhirnya.
Kini mereka sudah bersiap untuk ke pemakaman saat Lea sudah benar benar stabil dan baik baik saja.
__ADS_1
Sancha dia tak banyak bicara dan tak banyak melakukan hal apapun, ia menjadi cukup pendiam terlihat dari sikap gadis itu.
Kesya dan juga Sava sangat prihatin akan kondisi sancha yang tak seperti biasanya, mereka juga sangat sedih.
Saat di perjalanan menuju pemakaman Sancha menatap kaca mobil dengan tangan yang mengepal, ia menjadi benci saat melihat motor teman teman Samuel dari kaca spion.
Bukan benci teman teman kakak nya itu tapi entah kenapa ia selalu mengingat kejadian buruk itu saat melihat motor motor seperti itu.
Sesampainya di sana, tak ada satupun dari mereka yang mampu menahan air matanya bagaimana tidak lihat lah sekarang. makam Samuel berada tepat di samping makam milik Shacala.
Melihat itu mereka menjadi teringat kepergian Shacala yang sangat tidak terfikirkan oleh mereka.
Blum lama mereka kehilangan Shacala dan sekarang mereka harus merasakan kehilangan lagi yang sama sekali tak mereka duga.
Sakit memang, luka lama yang blum benar benar sembuh sudah harus terbuka lagi karna hal yang sama.
Saat pemakaman akan bubar, mereka di kejutkan dengan laki laki yang menyebabkan kematian Samuel, dan dengan tak tau malu nya ia hadir dihadapan mereka.
Sancha maju dan menampar laki laki itu kuat kuat rasanya ia mau membunuh laki laki ini dengan cara yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang Abang nya rasakan.
"BREN*SEK!!! LO!! LO BENER BENER COWOK SIALAN!!! LO PEMBUNUH!!!!" Marah Sancha dengan bentakan yang di sertai isak tangis yang terdengar sangat menyakitkan.
Rigen menunduk menatap Sancha yang tersebuh seduh di hadapannya dengan tubuh yang bersimpuh.
Laki laki itu jongkok menatap Sancha dengan tatapan rasa bersalah, sebenarnya ia tak berniat menikam Samuel tapi ia tak sengaja.
"maaf--
"maaf?!!! LO BILANG MAAF?!!! APA DENGAN KATA MAAF ABANG GUA BISA KEMBALI?!!!! ARGHHHHH!!!!!"
Wanita itu membuka matanya dengan deru nafas yang memburu, kali pertama yang ia lihat adalah laki laki yang sangat ia rindukan.
Laki laki itu terkejut saat tubuh nya di peluk Secara tiba tiba dan sangat erat cepat cepat ia langsung melepas nya dan menatap aneh wanita itu.
__ADS_1
"kenapa sih?"
"Sancha kangen sama Abang" wajah laki laki itu mengerut mendengar penuturan adik perempuan nya itu.
"Lo jangan ngigo deh! dari tadi kan lu sama gua. liat noh Drakor Lo aja masih nyala!"
Sancha terdiam melihat situasi di sekitar nya, apa kejadian itu hanya mimpi? tapi kenapa mimpi itu terasa nyata.
Laki laki itu berdiri menatap adik nya "kebanyakan begadang sih Lo sampe mimpi buruk kaya gitu".
"bang.. gua lagi gak mimpi kan?" Samuel menatap wajah tegang adik nya itu.
"emang nya kenapa? seburuk apa sih mimpi Lo? sampe sam--
"hikss hikss gua gak mau kehilangan Lo bang!" tangis gadis itu membuat Samuel tercengang seperti nya adik nya ini mengigau tapi apa iya separah ini?.
Pelukan itu Samuel lepas memperlihatkan wajah sembab adik nya ia tak mengerti apa yang membuat adik nya sampai nangis terseduh seduh seperti ini.
"Lo mimpi gua mati?" mendengar itu Sancha termenung menatap wajah Abang nya nanar jujur kalau ini hanya mimpi ia bisa bertemu Abang nya ia tak mau bangun tapi kalo kehilangan Abang nya itu hanya mimpi ia tak mau tidur.
"aneh Lo! udah awas udah sore gua mau mandi"
Sepi itu yang Sancha rasa kan seperti tak ada manusia lain selain nya dan... apa Samuel itu manusia? apa hanya dia yang sedang bermimpi? tolong sadar kan Sancha sekarang juga.
...----------------...
SO THANKS GUYS!!
kira kira sancha itu mimpi atau gak sih? atau menurut kalian Samuel itu masih hidup atau udah gak ada?.
Tunggu next part nya aja kalo gitu!!
semangat guys!
__ADS_1
makasih!!