
Cukup lama Samuel menghabiskan waktunya di dalam kamar milik Cala, Kini sudah waktunya ia turun dan menghantarkan Cala ketempat peristirahatan terakhirnya.
Saat di bawah ia seperti melihat Cala walaupun hanya sekejap karna itu Samuel menghentikan langkahnya, Apa Cala berada disini? Apa Cala kembali??
Lamunan Samuel pun buyar saat ada yang menyentuh pundaknya, Samuel menatap kosong orang yang ada di samping nya ini seperti tak ada tenaga dan semangat.
"Lo gak boleh kaya gini terus Sam, Cala gak mau liat Lo kaya gini" ucap Gelan
"Kenapa Cala harus pergi bang kalo dia sayang sama gua"
Gelan tersenyum miris, bukan hanya dia yang merasakan kehilangan sosok Cala bahkan jika boleh milih dia saja yang menggantikan Cala biarkan saja dia yang mati jangan Cala banyak orang yang membutuhkan dia.
"Seharus nya Lo senang, Cala cinta pertama Lo dan terakhir mungkin. Wanita yang benar benar Lo sayang udah gak merasakan sakit lagi udah gak tersiksa lagi. Kalau Lo mau tau Cala sempat Nyerah karna penyakitnya itu dia sempat putus asa karna dia gak kuat nahan sakit Sam, tapi demi kita dia kuat dia berusaha yang terbaik dan mungkin ini udah saat nya Cala sembuh dan gak merasakan sakit lagi" jelas Gelan dengan pandangan lurus kearah peti milik Cala begitu juga dengan Samuel.
Dari jauh Shanca melihat sang kakak seperti bukan kakak pada biasanya, saat ini Shanca benar benar melihat sisi lain dan sang kakak.
Samuel menghampiri peti mati Cala ia melihat wajah cantik milik kekasihnya itu yang pucat mata yang tertutup rapat bibir kecil yang menyunggingkan senyum kecil. Samuel benar benar tak rela jika harus menerima kepergian wanita yang ia cintai.
"Kamu gak ada niatan buat bangun Cala? Udah cukup tidur nya bangun Cala, Aku butuh kamu-
Bangun Cala kamu blum ketemu ayah ku Cala, ayah ku harus tau Betapa cantik nya pacar aku ini, ayah mau tau wanita yang berhasil buat hidup aku berubah seperti sekarang Cala. Bangun Cala kamu milik aku, kamu gak boleh tinggalin aku" Mohon Samuel yang menggenggam erat tangan yang sudah kaku dan dingin itu.
Kini sudah waktunya Cala di makamkan, Samuel dan yang lain nya tentu masih tak rela kehilangan Cala wanita yang sangat penting bagi mereka.
Samuel memeluk tubuh mamah nya, Samuel tak sanggup melihat tubuh Cala yang di timbun tanah. Samuel menangis di pelukan sang mamah sementara Lea ia merasakan sesak pada dada nya ia juga merasakan betapa sedihnya Samuel saat ini.
Sebagai ibu Lea tau betul bagaimana kondisi anak nya saat ini, Lea tak tega melihat anak nya seperti ini tetapi ia juga tidak tau harus bagaimana. Ia hanya bisa menenangkan anak nya sulung nya ini.
Setelah pemakaman nya selesai kini tinggal lah Samuel dkk serta Gelan Kesya Sava dan juga ayah Cala. Tak ada satupun yang mengeluarkan suara hanya ada kesedihan yang menyelimuti mereka semua.
Menatap kosong gundukan tanah yang di penuhi bunga, seperti tak ada gairah hidup rasa hampa seketika hadir di benak mereka terutama ayah Cala.
Bodoh memang dia benar benar bodoh ia gagal menjadi ayah yang baik ia gagal menjadi ayah yang siaga untuk anak nya itu, kemana aja ia selama ini terlalu sibuk dengan keluarga baru nya lupa dengan anak nya yang membutuhkan dirinya dan perhatian lebih darinya.
"Udah mau ujan kalian pulang ya, terimakasih sudah menemani Cala hingga ketempat peristirahatan terakhir nya." ucap Rezi
"kami yang seharusnya berterimakasih Cala mengajar kami tentang kuat yang sebenarnya Cala mengajar kan kami seberapa berharganya orang orang yang ada di sekitar kita, belajar menghargai dan mengikhlaskan kepergian nya" jelas Hezel yang di angguki mereka semua.
__ADS_1
Anggota AKSARA pun ikut hadir di acara pemakaman Cala bahkan mereka yang mengawal mobil ambulan yang membawa Cala dan mereka lah yang menjaga sekitar pemakaman agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Tinggal lah Samuel seorang diri di pemakan ini, ia tersenyum kecil melihat gundukan tanah itu ia menyesal Seharusnya ia sadar bahwa selama ini Cala membohongi dirinya Seharusnya ia mencari tau tentang Cala.
"Hahh.. makasih ya cantik udah hadir udah jadi bagian hidup aku, makasih banyak buat semua kenangan yang kamu kasih ke aku, maaf aku gagal menjadi laki laki yang baik, maaf kalau nanti aku akan mengecewakan kamu. Makasih udah mengajarkan aku apa itu cinta yang sesungguhnya mengajarkan aku betapa penting nya menghargai seseorang dalam kehidupan"
"Aku akan terus mengingat kamu, Aku akan terus merindukan kamu, Aku berusaha untuk menjadi yang lebih baik"
Setelah itu Samuel pulang memasuki rumah nya yang tak seperti biasanya rumah ini sunyi entah kemana mamah nya dan adik nya itu papah nya sudah pasti blum pulang.
Samuel membuka kamar nya dan fokus nya saat ini adalah meja belajar milik nya, Banyak foto kekasihnya itu ia tersenyum getir kenapa sesulit ini mengikhlaskan kepergian nya.
Samuel baru ingat, Gelan sempat memberikan handphone milik Cala padanya. Dengan cepat ia membuka handphone itu dan yang pertama ia lihat adalah wallpaper handphone wanita itu (bingkai foto nya dan ada setangkai mawar di samping bingkai foto miliknya) itulah wallpaper handphone milik Cala dengan kalimat 'suatu saat nanti akan ada banyak orang yang menabur kan bunga ini untuk ku'
Samuel terdiam membaca kalimat itu, Apa wanita ini sudah menyadari kalau hidup nya tak akan lama lagi. Tapi benar ada nya hari ini hari dimana banyak nya orang menaburi bunga mawar untuk nya.
Samuel membuka galeri milik wanita itu ia sempat terkekeh karna melihat foto aib wanita itu, ia sempat terdiam melihat beberapa file video di handphone gadis itu dengan penasaran Samuel menonton nya.
Video 1
Hai aku buat ini untuk kamu kalo kamu liat video ini berarti aku udah gak ada, benar kan? hahah maaf ya aku gak bermaksud untuk ninggalin kalian ko.
'CALA!!'
Ahh.. tunggu ya nanti kita lanjut lagi.
Samuel diam menatap kosong layar handphone itu, wanita ini kenapa benar benar membuat hatinya berantakan seperti ini.
Video 2
hari kedua aku masuk sekolah arghhh! rasanya benar benar memalukan, aku baru saja di antar oleh orang yang aku suka karna dia melihat memar ini memang sangat menyebalkan tapi aku senang tapi tidak juga. Karna tiba tiba saja aku mimisan di depan nya sangat memalukan.
Ocehan wanita itu benar benar membuat Samuel terkekeh ia ingat betul bagaimana wanita itu saat ia mengobati luka nya dan membersihkan hidung nya saat itu. Wanita itu tampak salah tingkah
FLASHBACK..
Cala terkejut tangan Samuel bergerak menyentuh idung nya, Cala sedikit mematung tetapi seketika itu juga tersadar.
__ADS_1
"Darah" kata itu membuat Cala terkejut.
"Lo sakit apa?" pertanyaan itu membuat cala terdiam
"Kenapa sampai mimisan? apa yang sebenarnya terjadi?"
Cala tak menjawab ia buru buru mengambil tisu dan mengelap nya hingga bersih, butuh waktu untuk menghentikan darahnya itu. Samuel sedikit khawatir dengan kondisi wanita di hadapannya ini, tetapi ia tak ada hak untuk bertanya lebih jauh.
Video 3
Kalian tau tidak ini hari ketiga aku sekolah di sekolah milik ayah ku, dan kalian harus tau! Aku baru saja memotret seorang pria menggunakan kamera yang di berikan ayah dulu.
Bagaimana menurut kalian ganteng banget kan, Ah.. aku menyukainya dia berhasil membuat ku jatuh cinta. Tapi aku tidak akan pernah bisa memilikinya aku tau itu, aku tidak mau menyakiti nya suatu saat, nanti karna aku sayang dia.
Samuel sempat di buat terkekeh dengan kelakukan gadis di layar handphone nya itu, ia memperlihatkan hasil potret nya ke kamera dengan sangat lucu. Tapi Samuel juga di buat terdiam dengan kata kata gadis itu, seharus nya ia mengerti sejak awal kenapa Cala tak menjawab saat di minta untuk menjadi pacarnya.
Aku akan mencetak foto ini dan menyimpannya di meja belajar supaya aku tetap semangat menjalani hari ku yang cukup berat. (Sambung video dan berakhir)
Video 4
lama tidak bertemu hehehe, Kalian tau aku dimana? iya benar sekali aku di rumah sakit. Pasti kalian khawatir aku tidak masuk sekolah beberapa hari kedepan, maaf ya tapi aku harus menjalankan pengobatan ini supaya aku bertahan lebih lama lagi.
Sebenernya ini kebodohan aku, sudah lebih beberapa Minggu aku tidak menjalani pengobatan sampai sampai saat aku tampil di acara sekolah jatuh pingsan.
Dan malam ini aku tidak pulang kondisi ku tidak memungkinkan, jadi aku harus pergi kerumah sakit. Sebentar lagi aku akan menjalankan kemoterapi apa kamu mau liat?
seperti nya tidak perlu itu sangat menyakitkan jika di lihat, biar aku saja yang merasakan itu kalian tidak perlu.
Video 5
Hasil yang sangat buruk aku sangat membenci ini, Tiga hari aku disini tamada kemajuan apapun sebaiknya aku mati saja muak sekali menjalankan ini.
Itu adalah video terakhir yang Samuel tonton setelahnya ia tak melihat ada video lagi ia masih ingin melihat lebih banyak lagi.
Namun tak terasa langit sudah semakin gelap hari sudah semakin malam. Samuel menatap jendela kamar nya tak ada bintang tak seperti biasanya, Apa langit juga ikut merasakan hati nya yang kacawa ini?
"Cala bisakah kau kembali aku merindukan mu" gumam Samuel.
__ADS_1
"Cala, Aku berusaha untuk bisa mendapatkan mu lagi, tetapi aku tau itu sebuah hal yang sangat mustahil untuk ku dapatkan kembali" ucap Samuel dengan tertawa sumbang.