
...***SAMUEL***...
Sore ini cala memutuskan untuk pergi ke cafe milik gelan, ia merasa bosan di rumah sendiri, karna ayah nya pulang nanti malam.
selama di perjalanan cala menatap jalan raya yang cukup ramai ia merindukan suasana ini.
sesampainya di sana cala melihat banyak nya kendaraan motor yang terparkir rapi di depan cafe. ia tau siapa pemilik motor besar ini. siapa lagi kalau bukan Samuel dkk.
Samuel dan juga yang lain asik bermain game di handphone mereka masing masing, ada juga yang sibuk membantu gelan. beda hal nya dengan Samuel yang sibuk bermain game.
cala melihat mereka dengan senyum yang mengembang, ia sedikit merasa kesal karna tak ada yang menyadari kehadiran nya. Dengan kesal ia menarik minuman Samuel saat Samuel ingin meminum nya.
"Ap!-
Samuel seketika terdiam baru saja ia ingin memarahi orang yang merampas minum nya, tetapi saat tau siapa yang mengambil nya Samuel terdiam. degup jantung yang semakin cepat, membuat nya merasa gugup.
"cala!" kaget teman teman Samuel saat ada Cala di antara mereka.
"WAHH KEMANA AJA LO,, wahhh cal parah sih lu bikin Samuel uring uringan beberapa hari ini." bocor yoji yang di tepok Candra,, mulut teman nya yang satu ini benar benar tidak bisa di tahan.
"maaf ya" ucap cala sambil tersenyum, membuat mereka memanglingkan wajah nya karna tak sanggup melihat senyum cala. termasuk Samuel
Cleo menatap wajah Samuel yang sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari cala. laki laki itu pasti sangat merindukan pujaan hati nya itu. tetapi dengan rasa gengsinya pria itu menahan.
"peluk aja kali gak usah gengsi" kompor Cleo membuat yang lain menatap kearah Samuel.
"hahahaha gengsi nih cerita nya? ya ampun pake malu malu Dugong peluk aja kali muel kalo emang kangen sama ayang." julid samudra
"apa mau gua wakilin?" samudra berusaha memanas manaskan samuel, lelaki itu menatap tajam samudra.
"CALA!!!! LO BENER BENER YA GAK NGABARIN GUE!" pekik seorang wanita benar benar membuat seisi cafe terkejut.
"berisik sava!" kesal Candra dengan tatapan tak suka sava menginjak kaki Candra tanpa memperdulikan pria itu yang tengah kesakitan.
"cala gue kangen banget sama lo" ucap sava seraya memeluk tubuh cala.
"gue juga ko" balas cala sambil tersenyum.
"Kesya gak mau ikutan peluk?" tanya cala yang melihat Kesya hanya terdiam menatapnya.
"ihhh!! Lo jahat banget tau gak sih" kesal Kesya seraya memeluk cala erat.
"maaf" lirih cala
kini mereka asyik bersenang senang hingga hari mulai larut malam, saat ingin kembali pulang cala memutuskan untuk menemui sepupunya itu terlebih-lebih dahulu.
"lain kali kasih tau gue cal" ucap gelantra Dengan tubuh yang memeluk cala erat.
"Lo tau temen temen Lo itu khawatir sama Lo,, gua juga sama dan ayah Lo itu nyariin Lo sampai kesini" jelas gelantra membuat pandangan penuh tanya di wajah cala.
"cari gue? untuk apa?" tanya cala sambil mendongakkan kepalanya.
"WOY! UDAH KALI PELUKAN NYA GAK LIAT NIH UDAH ADA YANG KEPANASAN DARI TADI!" teriak samudra yang mewakili yoji
"haiss dah Sono balik liat noh bocah satu gak suka liat gua meluk lu" ucap gelantra membuat cala terkekeh.
"GUA BALIK BANG GELAN! SALAM BUAT BUNDA!" teriak cala sambil berlari kearah meja teman teman nya.
kini cala di antar pulang dengan Samuel itupun penuh paksaan dari laki laki itu. cala tak tau kalau teman teman nya ini sudah berkunjung dan bertemu dengan teman teman nya.
cala merasa heran karna Samuel menghentikan motornya nya di tepi jalan pemandangan yang sangat indah karna samping jalan adalah taman yang gemerlap.
"kenapa berhenti? kan masih jauh" ucap cala seraya turun dari motor Samuel.
Samuel hanya terdiam menatap bulan yang terang, tanpa ada percakapan cala hanya menggoyang kan kaki nya saja yang sedikit menggantung di atas bangku sambil menunggu Samuel berbicara pada nya.
cala terkejut saat tangan samuel menggenggam tangan nya. cala menatap Samuel penuh tanya, beda hal nya dengan Samuel yang menatap nya penuh harap.
__ADS_1
"ada apa?" tanya cala memastikan
"gua mau jujur sama lo"
"jujur apa?"
"janji Lo gak boleh menjauh dari gua setelah apa yang gua katakan apapun yang akan terjadi di beberapa detik nanti" ucap Samuel semakin membuat cala merasa heran
"iya kenapa"
"gua suka sama Lo cal, gua mau Lo jadi milik gue,,, gua gak mau jauh dari Lo lagi kaya kemarin. jadi pacar gue cal,, Lo mau kan" penuturan Samuel membuat cala terdiam.
cala bingung harus jawab apa, ia tak mau menyakiti perasaan pria itu nanti nya. tetapi ia mencintai laki laki ini,, pa ia harus menerimanya.
cala tersenyum manis pada Samuel, entah kenapa itu membuat Samuel menjadi takut.
" udah malem Samuel udara nya dingin kita pulang aja" ucap cala membuat Samuel menghela nafas nya panjang apa ini berarti bahwa dirinya di tolak oleh cala.
" cal... Lo nolak gue?" tanya samuel membuat cala terdiam sesaat, lalu tersenyum tipis.
"gak ada yang bilang gitu Samuel. kita lanjut besok ya" ucap cala yang di tak ada jawaban dari Samuel.
"gua mohon cal.. jangan gantung perasaan gue" mohon Samuel membuat cala menundukkan kepalanya.
aku harus apa Samuel? aku juga mau pacaran sama kamu tapi aku gak mau nyakitin perasaan kamu nanti nya. batin cala
"kita pulang" tegas Samuel dengan nada bicara yang datar dan dingin.
cala hanya menatap punggung Samuel yang berjalan lebih dulu dari nya.
"maaf muel" lirih cala yang langsung menyusul Samuel.
sesampainya di rumah, tanpan sekata patah pun Samuel Langsung pergi meninggalkan cala begitu saja. membuat cala menghela nafas gusar.
saat ia memasuki rumah nya, ia di kejutkan dengan perlakukan sang ayah yang tiba tiba saja memeluk nya erat.
"ayah, you oke?" tanya cala memastikan kalau dirinya sedang tidak berhalusinasi
"ya i'm ok" jawab nya sambil mencium kening putri nya.
"i Miss you" lirih cala yang memeluk ayah nya erat, cala merindukan sosok ini yang telah hilang ini.
"maafin ayah ya" cala hanya bisa mengangguk.
"besok akan ayah antar kamu kesekolah" mendengar itu cala Langsung menggeleng kan kepalanya
"kenapa?"
"cala gak mau teman teman cala tau kalau cala anak dari pemilik sekolah" jelas cala membuat rezi tertawa
"kamu telat sayang, teman teman mu sudah tau" mendengar itu cala terkejut.
"jangan bercanda ayah!" kesal cala yang sangat lucu.
"siapa yang berbohong? kalau tidak percaya tanya saja om steven" cala tidak bisa membantah kalau ayah nya sudah membawa nama asisten nya itu. sudah pasti itu semua benar.
"masuk lah ke kamar ini sudah malam. besok pagi ayah harus berangkat ke u.s karna ada kerjaan kamu gakpapa kan kalau sendiri"
"iya ayah. tapi nanti setelah ayah pulang, ayah harus janji untuk temani aku beli es krim kesukaan cala ya? cala kangen saat saat dulu. saat dimana cala sama ayah makan es krim di taman." pinta cala sambil membayangkan betapa seru nya nanti.
"pasti,, nanti kita akan habiskan waktu bersama setelah semua pekerjaan ayah di u.s selesai"
......PAGI HARI......
setelah sampai di sekolah cala melihat Kesya dan sava bersama dengan anak anak black devil's, Dengan langkah lebar cala menghampiri mereka. saat hampir tiba Samuel yang melihat cala akan mendekat Langsung pergi tanpa mengatakan apapun membuat cala menghentikan langkahnya.
"cala! sini" panggil Kesya
__ADS_1
"eohh iya" balas cala
kini mereka sudah sampai di kelas cala melamun memikirkan sifat Samuel yang berubah tak seperti biasanya.
"Lo tau gak cal? semalem Samuel balapan motor" ucap sava yang mendapat pukula dari Kesya.
"serius?" balas cala yang terkejut
"iya bahkan dia jatoh dari motor" ucapnya lagi yang langsung di bekap Dengan Kesya.
Dengan gerakan cepat cala keluar kelas dan menemui Samuel.
"sava bego! ember banget sih mulut lo!" kesal Kesya
"emang nya kenapa sih? kan gua cuman kasih tau"
"ck! udah ayo!" ajak Kesya yang menyusul cala.
sementara itu di kantin belakang sekolah, cala menemui samuel. saat di sana Samuel tak meliriknya sama sekali bahkan ia masih asik bermain game dengan roko di mulut nya.
"Samuel.. gua mau ngomong sama lo" ucap cala yang merubah cara bicara nya.
"ngomong aja" balas Samuel datar
"matiin dulu rokok nya" tanpa membalas ucapan cala Samuel membuang ke sembarang arah.
"luka lo?" tanya cala saat melihat ada luka di sekitar lengan Samuel.
"blom dia obatin dari semalem" ucap dhaniel mengerti maksud cala.
"bacot" sinis Samuel pada dhaniel.
"mereka berantem kah?" bisik yoji pada dhaniel yang tepat ada di sebelah nya.
"mungkin"
"gua obatin" ucap cala singkat, saat baru saja ingin menyentuh Samuel menghindari cala membuat cala terdiam sejenak.
"Lo kaya gini karna masalah yang semalam?" tanya cala memastikan.
"hahhh lupain aja gak penting" balas Samuel yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
cala hanya menghela nafas panjang dan manatap Sedih Samuel. bukan ini yang ia maksud ia hanya ingin melindungi Samuel tidak lebih. ia tak mau membuat laki laki itu terluka karna nya.
"kalian berantem?" tanya Azriel pada cala, cala hanya membalasnya dengan menggelengkan kepalanya.
"obati lengan Samuel ya jangan sampai infeksi." pinta cala lalu pergi, baru saja sampai cala sudah kembali pergi itulah nasip sava dan Kesya.
...***SORE HARI***...
kini cala sedang berada di halte sekolah, padahal ia sudah menolak orang suruhan ayah nya untuk menjemput nya karna ia berfikir akan pulang bersama kedua teman teman nya, ternyata teman teman nya malah ada urusan.
cala menunggu lumayan lama tapi tak ada angkutan umum satupun yang lewat. mau tak mau cala harus berjalan kaki untuk pulang kerumah.
tetapi saat di jalan ia bertemu dengan dokter drian, akhirnya ia memutuskan untuk menumpang mobil nya saja.
"bagaimana keadaan mu? ada hal yang mengganggu?" tanya dokter Drian yang di angguki cala.
"apa itu ?!"
"hahaha santai aja kok dok, cala gakpapa ko." canda cala membuat Drian bernafas lega.
"dokter? kita mau kemana ini kan bukan arah rumah saya" tanya cala karna arah jalan yang berbeda.
...^^^__________•°^SAMUEL^°•__________^^^...
...SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART BAY. GUYSSSS.......
__ADS_1
...DUKUNG CERITA INI,, SHERE DAN SUBSCRIBE CERITA INI...