
Cala menatap kosong kertas ujian di hadapannya ini seperti tak memiliki semangat lagi ia benar benar tak ingin melanjutkan ini lagi.
Cala menatap gurunya dari bangku yang ia duduki saat ini ada tatapan harapan dari sang guru Cala tak ingin mengecewakan mereka tapi Cala juga benar benar putus asa saat ini.
'KAMU ITU TIDAK BERGUNA DALAM HIDUP SAYA CALA! KAMU HANYA PENGHALANG DALAM KEHIDUPAN SAYA!, kalau boleh milih saya juga menyesal memiliki anak seperti mu!'
Kalimat itu terus terngiang di kepalanya tanpa ia sadari air mata jatuh membasahi pipinya dengan cepat Cala mengusap air mata itu dan fokus pada lembar ujian milik nya.
Waktu ujian masih berlanjut sementara Cala ia sudah menyelesaikan semua soalnya ia menatap kosong kedepan ntah kenapa ia merasa pusing tapi cala berusaha menahan itu, Namun Cala salah ia tak kuat buktinya saja saat ini semua orang berlari kearah nya sementara tatapan Cala semakin kabur dan saat itu lah Cala kehilangan kesadaran nya.
Sekitar dua jam Cala pingsan membuat gurunya merasa khawatir baru saja ingin menghubungi orang tua Cala, Namun wanita itu terbangun membuat mereka tak jadi menghubungi orang tua Cala.
"Ka Mey, Aku mau pulang aja" Ucap Cala yang mendapatkan larangan dari kakak kelas nya itu ia dia yang mendampingi Cala.
Wanita bernama Meylin itu melarang Cala ia tak mau kondisi Cala semakin parah, Meylin menatap Cala kasihan Meylin tau betul apa yang baru saja wanita itu alami.
^____^
Wanita yang sedang mengendarai mobil di buat terkejut oleh perlakukan seorang ayah yang menampar anak nya sendiri. Dia Meylin baru saja ia ingin menolong wanita tersebut tapi ia urungkan saat ia tau siapa wanita itu, Cala iya Cala adik kelasnya ia benar benar tak tega.
"Adik? Sejak kapan Cala punya adik yah? Cala ini anak tunggal dan hanya punya satu ibu, Cala gak akan pernah Sudi mengakui mereka"
"Benar benar kurang ajar kamu ya!! Saya sudah muak memiliki anak seperti kamu!!!"
PLAKKK!
Wanita itu kembali terkejut lagi lagi adik kelasnya itu di tampar oleh ayahnya sendiri sungguh menyakitkan.
Sementara Cala dia diam ingin rasanya menangis tapi ia menahan itu ia benar benar benci ayahnya mulai sekarang.
"Ayah berani nampar Cala? KENAPA?! KENAPA AYAH NAMPAR CALA DEMI ANAK SIALAN YANG GAK BERGUNA ITU!!!" Teriak marah Cala yang benar benar sakit akan perlakukan sang ayah padanya.
"KAMU ITU TIDAK BERGUNA DALAM HIDUP SAYA CALA! KAMU HANYA PENGHALANG DALAM KEHIDUPAN SAYA!, kalau boleh milih saya juga menyesal memiliki anak seperti mu!" Bentak Rezi pada Cala yang di akhiri penekanan.
"KALAU GITU BIARKAN CALA SAMA IBU!! CALA JUGA MUAK TINGGAL BERSAMA AYAH! LAKI LAKI BAJI*GAN YANG BERANI MELAKUKAN KEKERASAN PADA ANAK NYA SENDIRI! CALA BENCI AYAH!!!" Teriak Cala yang terkesan membentak ayahnya itu. Rezi yang sudah tak tahan lagi dengan sikap anak nya ini langsung menampar nya dan mencengkram erat dagu anak nya itu.
Sementara Meylin yang melihat itu semakin tak tega ia ingin menolong tapi ia tak mau membuat nya canggung dengan Cala nantinya.
"Berani kamu! Berani kamu berbicara seperti itu! ANAK SIALAN!!!" saat Rezi akan kembali menampar Cala tetapi tangan laki laki itu tertahan karna ada yang menahan tangan nya.
__ADS_1
"Ayah macam apa anda memperlakukan anak anda seperti ini di depan umum!" Tekan seorang pria yang benar benar marah melihat Cala di perlakukan seperti itu di depan umum. Cala yang melihat itu langsung berlari ke belakang pria itu Cala menangis sesenggukan berada di belakang pria itu.
"Berhenti ikut campur urusan keluarga ku Raka!"
"Tidak Rezi! kau sudah sangat keterlaluan biarkan Cala bersama saya!" ucap Pria yang tak jauh beda dengan Rezi.
Cala memutuskan untuk ikut dengan om nya itu iya benar Raka itu om Cala ayah dari Gelantra.
Sementara wanita yang berada di dalam mobil itu bernafas lega karena ada yang menolong Cala.
^_____^
Seolah mengerti keinginan Cala, Meylin memutuskan menghantar Cala pulang tidak! Bukan kerumah Cala melainkan kerumah om nya seperti yang Cala ingin kan.
Sesampainya disana Cala berterimakasih pada Meylin dan setelahnya wanita itu pulang, Kini Cala memasuki rumah sepupu nya itu Cala tersenyum saat melihat Tante nya yang biasa ia panggil bunda sama seperti Gelantra.
"Bunda boleh Cala menginap disini semalam saja" Ucap Cala yang mendapat senyuman dari bundanya itu.
"Jangankan semalam Cala selama nya juga bunda tidak masalah" Mendengar itu Cala senang sekali ia memeluk tubuh bunda nya itu pelukan ini yang Cala inginkan dari kedua orang tuanya.
Hari semakin sore kedua wanita itu sibuk memasak di dapur sampai ke dua manusia yang di tunggu pun datang, Siapa lagi kalau bukan Gelantra dan juga ayahnya Raka.
Laki laki itu memeluk erat tubuh Cala senang sudah lama wanita ini tak main kerumah atau ke cafe milik nya. Sementara yang di peluk bukan senang melainkan marah bagaimana tidak ia sangat sesak karena laki laki ini memeluk nya cukup erat.
"BANG GELAN!!! LEPASS!" teriaknya marah laki laki itu justru tertawa tertawa senang bunda nya hanya bisa menggelengkan kepalanya lelah selalu seperti ini, sementara Raka menatap Cala sulit entah apa yang sedang ia fikirkan.
Malam ini Cala harus terbangun karna merasakan pusing serta demam, Cala memegang kepalanya yang sangat pusing tubuhnya seperti demam.
Saat Cala melihat melihat ke kaca yang ada di kamar nya itu pun terkejut karna darah yang mengalir di hidup nya dan lagi ada apa dengan tangan nya kenapa ada bintik merah serta memar apa dia jatuh saat tidur atau apa?.
Cala mulai cemas ia langsung membersihkan darah itu, Ada apa dengan cala kenapa tubuhnya sangat lemas dan kepalanya terasa sangat pusing.
Sejenak Cala memejamkan matanya berusaha menahan rasa pusing di kepalanya, ia berjalan ke arah dapur mungkin saja dia harus makan dan minum obat karna tadi ia blum banyak makan.
Tapi apa kenapa ini, kenapa ia malah memuntahkan seluruh makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya. Tak mau membuat bunda serta om nya itu khawatir Cala langsung memasuki kamarnya kembali dan kembali merebahkan tubuhnya seperti nya besok ia harus kerumah sakit.
Pagi ini Cala sudah berada di meja makan bersama yang lain nya untuk sarapan namun Cala di buat bingung oleh bundanya.
"Cala are you oke?" mendengar itu Cala hanya mengangguk Pasalnya kini semua tertuju pada nya.
__ADS_1
"Lo sakit Cal? Muka Lo pucet banget gak kaya kemarin" Ucap Gelan yang di angguki om Raka dan bunda Kamila.
Cala menggeleng sebagai jawaban Cala tau pasti mereka akan khawatir akan keadaan nya dan karna itulah Cala tak mau membuat mereka khawatir.
Seperti yang sudah Cala rencanakan pagi ini ia akan kerumah sakit, ia merasa ada yang tidak beres Dengan tubuhnya.
Sesampainya di rumah sakit ia langsung di panggil dokter dan di chek, Cala sedikit gugup karna perubahan ekspresi wajah dokter tersebut.
"Saya tidak bisa menjamin pasti tentang penyakit yang kamu idap tapi saya akan minta rekan saya untuk mengecek nya semoga saja hasil tes nya salah ya" Ucap dokter tersebut membuat Cala mengerutkan keningnya.
Satu jam menunggu kini Cala sudah berada di ruangan putih bersama dokter yang bernama Drian. Saat sedang menunggu hasil tes Cala benar benar takut akan hasil nya, sementara dokter tersebut tersenyum kearah nya.
"Semua nya akan baik baik saja, kamu tenang saja saya akan lakukan yang terbaik" Cala hanya membalasnya dengan anggukan kecil dan senyum kikuk
Setelah menunggu kini hasil tes itu keluar dokter itu sempat menatapnya sulit, Cala diam dengan degup jantung yang semakin tak karuan.
"Apa kamu datang kesini sendiri?" mendengar itu Cala hanya mengangguk sambil menatap kertas yang ada di tangan dokter Drian.
"Bisa telfon orang tua mu?" Cala diam Cala bingung harus apa, Sampai akhirnya Cala mengeluarkan kalimat asal.
"Saya tidak punya punya orang tua" Dokter Drian terkejut mendengar nya benarkah wanita ini tak memiliki orang tua? Tapi apa iya benar?
Dokter Drian menghela nafasnya panjang menatap Cala serius "Jaga kesehatan mu mulai sekarang, Hindari aktifitas yang melelahkan jangan terlalu memaksakan minum obat teratur dan rutin, Datang kesini seminggu sekali untuk melihat proges yang baik." Jelas dokter Drian membuat Cala tak mengerti
"Intinya apa dok?"
"Hahh... Jujur saya berat memberi tau ini sama kamu walaupun kamu harus tau sa--
"Intinya apa dok?" Tekan Cala yang tak suka bertele tele
"Kamu di nyatakan mengidap kanker darah"
Bagai di sambar petir di pagi hari Cala harus menerima kenyataan buruk ini apa ini kenapa?!! Kenapa semua harus terjadi padanya, Kenapa tuhan Sangat lah jahat pada nya.
...__________•°SAMUEL°•__________...
...SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART, BAY GUYS....
...SUBSCRIBE CERITA INI DUKUNG DENGAN CARA LIKE DAN KOMEN DAN SHARE CERITA INI KETEMAN KALIAN!!...
__ADS_1
...TUNGGU KESERUAN SELANJUTNYA YA!!...