SAMUEL R.Y.M

SAMUEL R.Y.M
12. SELAMAT TINGGAL DUNIA


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Samuel dan juga teman teman nya tak ada satupun yang ingin pulang setelah tadi mendapatkan kabar Cala mengalami kejang kejang.


"Kalian pulang aja, Kalian juga harus istirahat. Dan Lo Samuel jangan buat Cala marah sama gua dia itu suka sama Lo dia gak mau Lo kenapa napa jadi pulang" Gelantra benar benar tak sengaja mengucapkan itu seketika Samuel menatapnya dengan tatapan berbinar.


Gelantra hanya bisa memanglingkan wajah nya saja, Bagaimana bisa ia sampai keceplosan seperti ini.


"Bang Gelan Lo serius kan?" tanya Samuel antusias. Tak bisa mengelak lagi Gelan hanya bisa mengangguk dan Samuel senang dengan hati yang berbunga bunga ia langsung pulang sekjap ia melupakan kondisi cala dan teman teman nya pun ikut pulang.


Kini tinggallah Gelan seorang diri, Menatap Cala dari luar kaca. Gelantra tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya ia benar benar menangis saat itu juga.


Gelan menatap kearah Cala yang berada di dalam ruangan Gelan tak berani masuk Gelan takut , Gelan hanya bisa melihat nya dari luar saat Gelan ingin duduk ia melihat mata Cala yang terbuka ia dengan segera masuk dan menggenggam tangan Cala.


"Cal Lo kuat, Lo harus sembuh"


"Ma---afff" Dengan susah payah Cala berbicara kata maaf, Gelan menundukkan kepalanya dengan terisak ia bisa melihat betapa sulit nya Cala berbicara.


"ayah Lo bakal datang kesini sebentar lagi jadi Lo harus kuat."


"hand--phone"


Setelah memberikan nya Gelan langsung keluar ia tau Cala membutuhkan privasi, Gelan hanya memantau dari luar. Wanita itu beberapa kali sempat mengusap pipinya yang basah karna air mata.


Setelah lama menunggu kini Gelan memasuki ruangan itu kembali dan melihat cala tersenyum. Hati nya terenyuh ia tak bisa melihat ini, Kenapa bisa sepupunya sekuat ini seperti tidak ada beban sama sekali.


"Bang.... nan-tih bang-unn..in yahhh-


Cal...la mau sek..koll...ahh" ucap Cala sesak dan terbata bata.


Gelan hanya mengangguk dan menatap wanita itu dalam setelah wanita itu menutup matanya,, sial kenapa Gelan selemah ini.


...PAGI...


Pagi ini Gelan dan juga bunda nya membantu Cala untuk membersihkan badan nya hanya mengusap dengan kain basah saja agar wanita ini terlihat lebih segar.


Yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga, Rezi ayah Cala pria setengah baya itu memasuki ruangan anak nya. Cala tersenyum manis pada sang ayah, Rezi tak sanggup melihat itu. Dia merasa adalah ayah paling jahat dan bodoh karna tak tau kondisi anak nya sendiri.


Cala ingin memeluk ayah nya tapi ia tak memiliki cukup tenaga untuk menggerakkan tubuhnya. Gelan yang mengerti tatapan itu pun memberitahu Om nya itu.


"Maaf Cala, Ayah gak tau kalau kamu sakit seperti ini seharusnya kamu kasih tau dan jujur sama ayah"


Cala hanya diam ia tak mau menjawab apapun ia hanya ingin memeluk ayah nya itu yang lama.


"ayah.. Cala mau sekolah" mendengar itu Rezi terkejut sementara Gelan hanya menghela nafas panjang sudah sejak tadi Cala meminta hal itu.

__ADS_1


Cala tetaplah Cala wanita keras kepala yang tak mungkin pernah mau mendengarkan nasihat nya. Bahkan bunda nya saja sudah Nyerah menasehati keponakan nya itu.


"Iya Cala tapi setelah kamu sembuh ya, Maka dari itu kamu harus sembuh biar bisa sekolah Ayah janji bakal anterin kamu kesekolah."


"Cala mau sekarang, Plisss kali ini aja ya" mohon Cala menbuat Rezi dan juga Gelantra hanya mengangguk pasrah.


Kini Rezi sedang mempersiapkan perlatan medis yang di perlukan sementara Cala wanita itu tersenyum senang. Setidaknya ini permintaan terakhirnya, Cala tak bisa menjamin ia akan bertahan lebih lama lagi.


Kini cala sudah di pindahkan kedalam mobil milik ayah nya, mobil kesayangan ayah nya Cala sudah lama tidak menaiki mobil ini.


Sesampainya di sekolah, banyak pasang mata yang tertuju pada mobil mewah yang memasuki wilayah sekolah bukan hanya satu tapi tiga.


Kini yang mereka tunggu adalah siapa yang berada di dalam mobil tersebut, Ah pasti orang kaya lebih kaya dari mereka mereka.


Mereka semua terkejut saat pintu mobil terbuka dan menampilkan seorang perempuan cantik dengan wajah pucat menggunakan seragam sekolah dengan banyak peralatan medis yang ada pada tubuh nya Dan juga anggota medis yang banyak sekali.


Dia 'Shacala Calyesha Deira Pradipta' memang tak ada yang mengetahui jika wanita itu adalah anak dari pemilik sekolah tersebut, tetapi tidak ada yang bisa mengelak jika wanita itu sudah bersama dengan Rezi sang pemilik sekolah ternama itu.


Sementara itu Samuel dan juga teman teman nya serta Sava dan juga Kesya, Yang mendapati kabar kedatangan Cala benar benar terkejut. Bagaimana bisa wanita itu ada di sekolah seharus nya wanita itu berada di rumah sakit dan menjalani perawatan.


Saat mereka sudah berada disana dan benar saja, Cala sedang tersenyum manis kearah teman teman nya itu.


Kesya langsung menghampiri Cala begitu juga dengan Sava dan yang lain nya.


Cala menatap Samuel yang sedang terdiam menatap nya. Dengan langkah lemah dan tertatih tatih ia menghampiri laki laki itu. Cala memeluk lemah laki laki itu, Sementara Samuel membalasnya erat erat.


"aku rindu kamu Samuel..., jangan melakukan hal buruk lagi ya. jaga diri kamu baik baik"


"aku gak janji Cala" dapat terdengar jelas di telinga Cala suara berat itu terdengar bergetar seperti menahan tangisannya.


"kenapa gitu Samuel? kamu sayang aku kan? jangan lakukan hal itu lagi ya, Tinggalin hal hal buruk Samuel. Jangan sampai terluka ya, mereka butuh ketua nya Samuel dan kamu ketuanya."


"kenapa sekarang aku ngantuk ya Sam?" ucap Cala membuat Samuel menggeleng kan kepala nya cepat dan mengeratkan pelukannya.


"jangan tidur Cala, atau aku akan melukai diri aku sendiri" Samuel sudah tidak sanggup lagi menahan tangis nya ia benar benar tak kuat lagi.


"Bang Gelan, Jaga Samuel ya.. kalau Cala tidur jangan sampai Samuel melakukan hal aneh lagi" Gelan tak menjawab laki laki itu tersenyum getir dengan air mata yang semakin deras.


"Ayah.. Cala mau tidur, jaga kesehatan ya ayah jangan bekerja terlalu malam"


"Kesya, Sava, Aku berterimakasih karna kalian aku bisa bertahan sampai detik ini.-


Dan sekarang Cala mau tidur jangan lupa bangunin Cala ya, Cala mau main sama kalian setelah Cala bangun tidur"

__ADS_1


Cala memeluk mereka satu persatu, cala memeluk tubuh ayah nya lama "tetaplah jadi ayah yang Cala kenal, hidup bahagia itu lebih berharga dari uang ayah. cari kebahagiaan ayah"


"kebahagiaan ayah itu kamu sayang, jangan tinggalin ayah yah, kita beli eskrim di taman setelah ini oke" Rezi menatap mohon pada Cala, Cala mengangguk tak yakin


"Samuel,, jangan lupa ya sama pesan aku. aku sayang kamu, jangan sampai terluka Samuel."


Cala memeluk tubuh Samuel, "aku kuat kan Sam?" suara semakin luruh membuat Samuel menangis hebat sementara siswa/i yang melihat wajah cala dari belakang teriak histeris.


Cala menutup matanya di sertai senyuman getir dengan darah yang mengalir deras dari hidung nya.


selamat tinggal dunia.. Cala akan merindukan kalian semua... Cala janji di kehidupan selanjutnya Cala tidak akan meninggalkan kalian lagi.. Cala minta maaf.


"Hikss hikss Cala bangun.. Cala!!! Cala bangun!!! hikss hikss" tangisan memilukan itu benar benar menyayat hati mereka semua. Samuel memeluk tubuh Cala yang sudah kaku itu erat erat perlahan ia merosoti tubuhnya karna tubuh Cala yang perlahan lahan merosot sudah tak ada lagi deruan nafas milik Cala itu membuat Samuel semakin menangis.


"BANGUN CAL!! BANGUN AKU MOHON HIKSS HIKSS" teriak Samuel yang terus menepuk wajah Cala pelan.


"Cala janji sama ayah mau makan eskrim bareng kan? ayo bangun sayang,, jangan tidur yukk bangun yukk nak,," tangis Rezi sambil menggenggam erat tangan putrinya yang mendingin itu.


Cala jangan tinggalin gue Cal,, kita temen kan hikss hikss gua mohon bangun cal. Batin Kesya sambil menggenggam erat tangan Sava begitu juga sebaliknya.


Pagi ini adalah pagi yang sangat buruk untuk orang orang terdekat Cala, wanita itu sudah tak lagi bersama mereka, wanita yang sangat berarti bagi diri mereka masing masing wanita yang memiliki peran penting bagi kehidupan masing masing.


Saat ini,, Dunia mereka seketika redup kepergian Cala benar benar mematikan semangat mereka. Cala memang tak melakukan banyak hal untuk mereka tapi kehadiran Cala dalam kehidupan mereka seolah berarti.


Sore ini di rumah mewah milik Cala, ramai nya orang menggunakan pakaian hitam Susana menyedihkan sangat terasa di setiap sudut ruangan itu. Kini Gelan mengajak Samuel untuk memasuki kamar milik Cala, Sesampainya di kamar banyak nya foto milik Cala terpajang senyum yang sangat bahagia wajah nya yang sangat cantik membuat siapapun akan terpukau.


Samuel berjalan mendekati meja belajar milik Cala, ia mengambil secarik kertas yang tertempel di foto milik nya. Iya benar foto Samuel, wanita itu memiliki foto Samuel.


Hai, kamu ganteng ya aku baru tau ada orang seganteng kamu setelah bang Gelan sama ayah. kamu semangat aku. -Shacala


Samuel mengambil fotonya ia menundukkan kepalanya sesaat menahan air mata nya yang akan kembali menetes.


Aku disini Cala aku akan tetap ada untuk kamu, tapi kenapa kamu yang pergi Cala? kamu semangat aku. Kembali Cala aku dan yang lain butuh kamu. Batin Samuel tubuh nya tak kuat menopang lagi ia gagal ia kembali menangis.


Gelan yang melihat itu mengerti ia keluar dan membiarkan Samuel sendiri di kamar milik sepupunya itu. Dan tak lupa Gelan juga sudah memberikan hp milik Cala pada laki laki itu.


...__________•°SAMUEL°•__________...


...SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART, BAY GUYS....


...TUNGGU KESERUAN LAIN NYA YA!! KALIAN TENANG AJA CERITA INI BLUM BERAKHIR KO!! MASIH BANYAK KESERUAN LAIN NYA....


...BACA DAN SUPPORT KARYA AKU YAA!!! DUKUNG SEMUA CERITA YANG AKU BUAT....

__ADS_1


__ADS_2