
Hari semakin sore sementara Cala ia harus bekerja walaupun ia lelah karna sekolah. Tetapi tidak mematahkan semangat nya untuk membiayai kehidupan nya sendiri.
Walaupun ia masih memiliki orang tua yang menafkahi nya, Cala tidak mau menerima uang dari ayah nya sendiri, Setelah apa yang di lakukan ayah nya pada sang ibu juga dirinya.
Sakit memang jika mengingat nya tapi ia tak bisa membantah perkataan ibu nya. Ia benar benar ingin menemui sang ibu tetapi selalu saja banyak penghalang nya.
Setelah sampai di cafe Cala Langsung mengganti pakaian nya dan memulai pekerjaan nya. Saat cala sedang membuat kan pesenan pelanggan ada yang menarik tangan nya membuat dirinya terkejut.
"Apaan si bang, Bikin kaget aja" ucap Cala
"Gua udah bilang kan jangan kerja lagi nanti gua di omelin bunda Cala" kesal sepupunya pada Cala yang tak pernah mau mendengarkan dirinya
"Bang kalo gua gak kerja, Hidup gua gimana" mendengar itu membuat sepupunya itu berdecak kesal pada Cala
"Bapak Lo juga masih bertanggungjawab atas Lo Cala jadi udah deh pake aja"
"Lo orang yang paling tau sifat gua bang, Seharus Lo ngerti gua gak akan Sudi pake duit dari dia!" bantah Cala membuat sepupunya terdiam
"Kalo emang Lo gak mau bunda marahin Lo karna gua masih kerja, Oke gua bakal keluar dari sini gua bisa kerja ditempat lain" ucap Cala yang langsung pergi ke arah toilet untuk mengganti pakaiannya.
"GELANTRA!! BIKININ KITA KOPI!" teriakan itu membuyarkan lamunan sepupu Cala yang bernama Gelantra
"Ck! mereka lagi" gerutu nya kesal dan lalu pergi menghampiri teman teman nya itu
Saat sedang asik mengobrol sebuah suara mengalihkan fokus mereka.
"Gua balik" ucap nya yang terdengar datar tanpa menoleh pada orang yang ia ajak bicara
"Kalo ngomong liat sini bukan malah jalan terus" marah Gelantara pada Cala
"Ya, Gua pulang" ucapnya sesaat lalu setelah nya pergi tak mau berlama lam disana
Gelantra hanya mengangguk dan menatap sepupunya itu pergi beda hal nya dengan yang lain, Mereka menatap sulit Gelantra.
"Kalian kenapa?" tanya Gelantra pada orang yang ada di sekeliling nya
"Lo kenal dia?" ucap Dhaniel mengejutkan
"Ya kenal lah Dhan, Masa iya gua sama sepupu gua sendiri gak kenal" perkataan itu mampu membuat mereka terkejut.
"Oh"
"Lu serius sepupuan sama tuh cwek?" tanya Yoji memastikan
"Iya" balas Gelan santai
"Wahhh, Muel Lo harus baik baikin si Gelan nih biar hubungan Lo di restuin" kalimat itu mengejutkan Gelantra apa maksudnya ini?!!
Saat ini Cala tengah berjalan dengan pandangan kosong, Ia bingung harus apa kalau ia tidak bekerja bagaimana ia akan hidup. Cala tau ayah nya mampu membiayai kebutuhan nya tetapi Cala tak Sudi menerima itu.
Dengan kondisi nya yang memiliki penyakit membuat nya benar benar pusing. Rasa nya ingin sekali bertemu dengan sang ibu tapi nyatanya itu tidak akan mungkin terjadi. Tau kondisi ibu nya saja ia tak tau bagaimana ia bisa tau dimana ibu nya berada.
Sesampainya di rumah ia benar benar terduduk lesuh di dalam kamar nya yang bau sekali dengan obat. Ingat! Cala tidak meminum minuman seperti itu tapi itu bau obat yang harus ia konsumsi setiap hari karna ia memiliki penyakit yang mematikan.
Dari dalam kamar ia bisa mendengar betapa bahagianya orang yang ada di rumah ini kecuali dirinya.
"Pah! nanti kita jadi kan ke korea?!" pertanyaan antusias itu sangat membuat Cala iri, Ia benar benar ingin ke sana ia mau ikut tapi tidak akan mungkin terjadi karna ibu tirinya tidak akan menginginkan kehadiran nya.
BRAKK!
"Tau sopan santun gak?!" marah Cala saat sang adik dengan lancang nya menggebrak pintu kamar nya.
"Kenapa? Ini juga rumah gua, Gak seneng?! Udah deh nih Lo buang tuh semua pakaian busuk Lo dan satu lagi kamar ini bukan lagi milik Lo karna.. Gua harus disini sampai hari pernikahan gue!" ucapnya membuat cala benar benar emosi
"Sampai kapan pun gua gak akan mau pindah dari kamar ini, Ini punya gua!"
__ADS_1
"Ohh.. Lo gak mau pindah? Lo lebih milih gua panggilin ayah kesini? dan mukulin lo?"
"Silakan karna kamar ini pemberian dari ibu gue!"
"Ibu Lo yang ja*ang itu ya?"
PLAKKKK!…!
Cala menampar adik tirinya sangat sangat keras bahkan sang adik sampai jatuh bersimpuh dengan sudut bibir yang robek dan membiru.
Bagi nya tidak akan ada seorang pun yang akan ia hormati jika orang itu mampu untuk menghina ibu nya.
Srekk.....
Cala menarik baju milik asik nya dan mencekik leher adik tirinya itu dengan penuh amarah Cala menampar adiknya
PLAKKKK...
Lagi dan lagi Cala menampar pipi sang adik,,, Oh tidak ini akan menjadi masalah besar untuk dirinya tapi apa yang harus ia lakukan ia tak terima ibu nya dihina seperti itu padahal disini sudah jelas siapa ja*ang sebenarnya.
"PAPAH!!!!! SHACALA DIA MELUKAI PUTRI KITA!!!" teriak histeris ibu tirinya saat melihat sang anak sudah sangat berantakan dan mengeluarkan banyak darah dari mulut nya.
"SHACALA!!! ANAK SI*ALAN KAMU YAA!!!" bentak sang ayah pada Cala.
DHUGGGG!!!
Tinjauan yang cukup kuat menghantam rahang nya dan itu benar sakit. Tapi tak ada yang lebih sakit saat ayah nya sendiri yang melakukan itu terhadapnya.
"Benar benar anak tidak tau di untung!! saya benar benar muak sudah merawat kamu!!!" amarah ayah Cala benar benar sudah tak terbendung lagi sampai sampai ia melempar buku tebal tepat mengenai kepala Cala dan itu bisa berakibat fatal!.
Karna muak dengan kelakuan anak nya itu ayah Cala justru pergi tanpa membantu keduanya, Sementara ibu dan anak itu sudah pergi.
Sementara Cala ia terdiam, Merasakan pusing yang teramat sangat di kepala nya dan dengungan di kuping nya semakin menjadi dan darah yang terus mengalir dari hidung nya.
Dengan cepat cala Langsung mengambil semua obat nya dan minum begitu banyak obat.
"NON CALA!" pekik Bi Asri saat melihat anak majikan nya terkurai lemas di ubin dan banyak darah yang mengalir.
"Non, Non cala kenapa? Non minum semua obat ini."ucapnya gelisah dan membantu Cala untuk naik ke atas kasur lalu mengganti pakaian cala serta membereskan kamar nya ini.
Walaupun begitu orang rumah tidak ada yang tau soal penyakit Cala bahkan hanya sepupu nya yang tau tapi mereka juga tidak tau kalau penyakit nya separah itu.
Bahkan Bi Asri saja yang sering membereskan kamar nya tidak tau. Bi Asri memang suka khawatir karena kamar Cala begitu menyengat dengan obat obatan tetapi ia tak mau bertanya pada siapa pun termasuk pada Cala sekalipun.
Pada malam hari. Kondisi cala benar benar drop ia benar benar sangat lemas. Sementara itu keluarganya sudah pergi untuk bersenang senang di luar negri ia hanya bisa menangis menatap langit kamar nya.
Tak punya pilihan lain cala harus berusaha ia harus kedokter setidak nya ia masih memiliki sedikit uang untuk berobat malam ini ia tak mau kalau harus bolos sekolah.
...PAGI DI SEKOLAH...
Sesampainya di kelas, Cala hanya menatap kosong jendela di samping nya itu, Tak ada yang dapat melihat luka memar nya, Muka pucat nya, Dan mata sembab nya karna cala memakai masker, topi dan juga kacamata hitam.
Sebenernya banyak yang memperhatikan nya karna berpakaian seperti itu, Tetapi cala tak menghiraukan nya.
"Selamat pagi CALAAAA!!" suara melengking itu mengejutkan Cala
"CALA LO KENAPA?!" tanya Kesya panik. Membuat Cala hanya bisa menggeleng sebagai jawaban nya
"Yakin Lo gakpapa?" tanya Sava lagi
"I'm ok" Jawab Cala yang justru mendapat tatapan tajam dari Kesya
"Kenapa seragam Lo bau obat obatan gini? Lo abis dari rumah sakit ya?! Lo sakit cal?!" panik Kesya
"Aku gakpapa Kesya!" tekan Cala menbuat kedua teman nya mengangguk walaupun mereka tidak yakin.
__ADS_1
Ini yang Cala benci di saat dirinya seperti ini harus ada mapel PJOK membuat nya pusing, Badan nya juga sangat sangat lemas. Walaupun dokter meminta nya untuk tetap beristirahat di rumah sakit tetapi Cala tak menginginkan itu.
Saat ini ada 4 kelas yang berolahraga 2 kelas anak IPA dan 2 kelas lagi anak IPS.
"Cal, Lo yakin mau ikut olahraga mending Lo ke UKS aja gua perhatiin Lo juga kaya nya lemes Banget deh." ucap Kesya yang benar benar khawatir akan keadaan Cala saat ini.
"Gakpapa ko Sya ayo kelapangan" balas Cala berusaha meyakinkan kedua temannya ini.
Dengan sekuat tenaga ia harus menuruni Banyak nya anak tangga dan itu benar benar melelahkan. Sampai Cala benar benar tak kuat dan menyuruh kedua teman nya lebih dulu kelapangan.
"*S*orry Sya, Sav, suatu saat gua bakal nyakitin perasaan kalian" batin Cala
"Sini gua bantu" suara itu menyadarkan Cala dari lamunannya dan menatap lekat laki laki yang ada di hadapannya.
Dua Minggu sudah ia mengenal laki laki ini, laki laki yang dingin berhati baik. Cala menyukainya tapi Cala tak mau melukai hati nya.
"Gak usah" ketus Cala dan lalu pergi, Namun blum ada satu langkah pun ia hampir terjatuh dan untung saja Samuel dengan sigap menahan tangan nya.
"Tangan dia kenapa ko memar memar gini" batin Samuel saat melihat banyak memar di tangan Cala. Cala yang menyadari hal itu langsung menarik lengannya dan berjalan perlahan pergi dari tempat Samuel berada.
📞"hallo kenapa dek?"
📞"…"
📞"kalo sempet" jawab Samuel yang langsung mematikan ponsel nya dan menyusul Cala kelapangan karna kelasnya juga jadwal berolahraga.
Kini sudah waktu nya anak anak pulang sekolah dan Samuel menepati janji sang adik tetapi sebelum itu ia tertuju pada seorang gadis yang berjalan di ujung jalan dan beberapakali hampir terjatuh.
Dengan cepat Samuel mengendarai mobil nya ketempat Cala berada.
"Gua anterin Lo pulang" suara itu mengejutkan Cala, tetapi Samuel jauh lebih terkejut saat melihat luka lebam tepat di rahang wanita itu membuat Samuel mengepalkan tangannya tanpa sadar.
"Gua bisa pulang sendiri" perkataan itu benar benar membuat Samuel kesal.
"LO MASIH MAU NOLAK DENGAN KEADAAN LO YANG UDAH KAYA MAYAT HIDUP GINI?!" marah Samuel pada Cala bukan untuk menyakiti perasaan Cala tapi ia tak sanggup melihat wanita yang ia sukai seperti ini.
APA?!! Samuel suka sama Cala dan Cala. suka sama Samuel?!! WAHHHH KEBETULAN APA INI?!!!
"Gak ada bantahan gua anterin Lo pulang" tegas Samuel yang langsung membawa Cala kedalam mobil nya.
Sesampainya di rumah Cala ia terpaku dengan keadaan rumah yang sunyi sepi dan gelap.
"Lo boleh pulang" ucap Cala datar.
"Masuk" balas Samuel tak kalah datar dan dingin
Tanpa menjawab nya lagi Cala Langsung masuk dan di dalam Samuel menyelonong masuk kedalam dapur rumah Cala. rasanya Cala mau memarahi pria itu tapi tak bisa.
"Gua obatin memar lo" ucap Samuel yang membuat Cala terpaku.
"Gak perlu, Gua udah obatin ini ko" ucap cala jujur ya karna memang sudah di obati semalam.
Samuel menatap terkejut, Apa yang ia lihat ini benar benar nyata?! Tapi bagaimana bisa. Dengan senyuman kecil Cala menatap Samuel yang menatapnya terkejut sebenarnya Cala tak tau apa yang membuat Samuel terkejut tapi sudah lah Cala mau membuat pria di hadapannya ini tak khawatir dengan keadaan nya.
Cala terkejut saat tangan pria itu tergerak menyentuh wajahnya.
"Darah" kata itu membuat Cala terkejut.
"Lo sakit apa?" pertanyaan itu membuat cala terdiam
"Kenapa sampai mimisan? apa yang sebenarnya terjadi?"
...__________•°SAMUEL°•________...
...SEE YOU GUYSS, SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART. BABAY...
__ADS_1