SAMUEL R.Y.M

SAMUEL R.Y.M
22. PILU..


__ADS_3

...HALO GUYS!!...


...SEBELUM NYA MAU BILANG MAKASIH KARNA BACA CERITA AKU. SEMOGA KALIAN SUKA DAN DUKUNG SEMUA KARYA KARYA AKU....


...SUBSCRIBE CERITA INI YAKK....


......-......


...-...


...-...


...-...


...-...


...-...


Malam dimana semua orang harus di buat khawatir akan kondisi laki laki yang sangat dekat dengan mereka. Samuel. Kini laki laki itu berada di ruang ICU setelah sebuah pisau menusuk hingga mengenai sedikit bagian jantung nya.


Shanca, gadis itu tak henti hentinya menangis sama hal nya dengan Lea yang berusaha tenang dan memberikan kekuatan untuk putri kesayangannya.


Sementara Ravel, Dia menatap putra nya yang tengah berbaring di kasur dari pintu kamar yang memperlihatkan Samuel dengan kondisi yang memprihatinkan.


"Semua salah Shanca, seharus nya--


"Ini sudah jadi tugas Abang kamu untuk menjaga kamu" Gadis itu tercengang mendengar kalimat itu keluar dari mulut laki laki yang sangat ia banggakan.


"Pah!! Ini bukan salah bang muel!! ini salah aku!! seharus nya papa gak salahin bang muel bahkan di saat kondisinya seperti ini!"


Lea menghela nafas nya jujur saja ia takut, ia takut putra kesayangannya pergi meninggalkannya. Lea gak sanggup memikirkan hal itu.


Teman teman Samuel hanya bisa menatap laki laki itu dari luar, mengingat kondisi Samuel yang semakin menurun membuat mereka takut kehilangan.

__ADS_1


Tak hanya teman teman Samuel, teman Shacala juga berada di sana menjenguk keadaan laki laki itu.


Kini keluarga Samuel memilih pulang dan mempercayai anak anak muda itu untuk menemani Samuel.


Cleo dan si kembar masuk kesana dan menatap Samuel yang masih setia menutup matanya, percayalah teman teman nya tidak sanggup melihat Samuel seperti ini.


Cleo menggenggam erat tangan dingin Samuel ia menyesal meninggalkan Samuel sendiri di tempat itu bersama laki laki psikopat seperti Rigen.


"maaf" lirih laki laki itu dengan kepala menunduk bersama dengan air mata yang jatuh.


Hezel dan Azriel menenangkan Cleo yang masih blum bisa menerima dan menyimpan dendam atas kejadian ini.


"Cala!! jangan jauh jauh!"


"Sam!.. jangan kesini!! Pulang Samuel!!"


"Aku mau sama kamu! aku gak mau kehilangan kamu lagi Cala!"


"aku bisa!! aku bisa sama kamu terus aku ikut kamu"


"gak!! kamu harus pulang! jangan tinggalkan mereka Samuel.. kamu harus jaga adik kamu.. udah ya kita kembali ketempat masing masing"


"Cal!! aku mau sama kamu!!"


"SAMUEL!! Kamu gak bisa ninggalin mereka.. adik kamu butuh kamu, teman teman kamu butuh ketua seperti kamu!".


......-----......


Satu bulan sudah berlalu, Masih dengan hari hari sebelum nya laki laki itu masih tak ada perubahan. Hanya memburuk, memburuk dan memburuk membuat mereka semua khawatir dan mulai gelisah.


Tak ada pilihan lain bukan, kini pihak rumah sakit sudah pasrah dan tidak mau berharap lebih melihat keadaan jantung Samuel yang semakin marah dan tubuh yang tak pernah menerima obat yang masuk ke dalam tubuh itu.


"Bang.. Lo gak kangen gue? Temen temen Lo butuh Lo bang.. jangan tinggalin kita" lirih Shanca menggenggam erat tangan Abang nya itu.

__ADS_1


"Bang!... Bang muel bangun.." Isak tangis mulai mengisi ruangan yang sunyi dengan suara peralatan medis yang menemani Isak tangis gadis itu.


Shanca terkejut dan langsung menekan tombol panggilan agar dokter segera datang, Gadis itu menangis dengan kepanikan yang ada dalam dirinya.


"Bang!!! BANG MUELL!!"


"hiksss.. bang!! jangan pergi!!"


Dokter dan para medis langsung masuk dan mulai mengechek Samuel memberikan pertolongan kepada Samuel agar jantung laki laki itu kembali berdetak.


sekitar tiga menit dokter dan para medis berusaha namun hasil yang mereka dapat hanyalah sia sia.


"GAK!!!!! BANG BANGUN!!!!!" Histeris Shanca saat monitor itu sudah menunjukkan detak jantung yang sudah tak berdetak lagi.


Gadis itu menangis sesak dengan tangan yang mencengkram kuat tangan Samuel yang sudah kaku dan dingin. Ia kecewa kenapa Abang nya meninggalkan nya, ia tak pernah menyangka akan kehilangan Abang kesayangannya secepat ini.


Tak lama dari itu teman tema Samuel Dateng dengan air mata yang sudah sejak tadi keluar, banyak dari mereka yang langsung terduduk di lantai tak sanggup menatap wajah sahabatnya itu.


Tangisan pilu terdengar sangat jelas dan menyedihkan, suara tangisan yang mengisi ruangan itu benar benar membuat setiap hati yang mendengar sangat sakit.


"kenapa? KENAPA LO SELEMAH INI SAMUEL!!!"


Teriakan itu adalah suara Yoji yang benar benar terpukul karna kabar kehilangan ketua nya, kehilangan panutan yang sangat ia banggakan.


"muel... Lo jahat banget!! Lo ninggalin kita semua dengan rasa bersalah yang bikin kita gak bisa maafin diri kita sendiri" ucap samudra.


...----------------...


kehilangan memang sangat menyakitkan, tapi di balik itu semua adalah sebuah takdir yang tidak bisa di hindari.


itulah takdir sangat menyakitkan, dan sebagai manusia pasti akan merasakan apa itu pertemuan dan perpisahan.


hanya perpisahan bagaimana yang kita tidak tau...

__ADS_1


__ADS_2