
...HALO GUYS!!...
...SEBELUM NYA MAU BILANG MAKASIH KARNA BACA CERITA AKU. SEMOGA KALIAN SUKA DAN DUKUNG SEMUA KARYA KARYA AKU....
...SUBSCRIBE CERITA INI YAKK....
......-......
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
Di sebuah ruangan yang tak begitu layak terdapat dua remaja yang berbeda gender, terlihat dari raut sang wanita yang sangat marah.
Menandakan kalau mereka sedang tidak baik baik saja saat ini, ada pertikaian di antara mereka.
"Kenapa Lo bunuh dia?!!!! gua cuman mau Lo ancam dia!!!"
"gua kan udah bilang gua gak sengaja!!!!!"
"Dengerin gua!! kalau sampe Lo masuk penjara! gua gak akan mau terjerumus karna kebodohan Lo Rigen!!!"
"Ini semua terjadi juga karna Lo Vellyn!!! Kalo bukan ancaman Lo! gua gak akan pernah melakukan hal bodoh!"
Kini wanita itu tampak sangat frustasi melihat semua rencana nya yang hancur berantakan ia benar benar tak menyangka kalau Samuel akan berakhir seperti ini.
Kedua nya saling menatap saat suara mobil polisi mendekat kearah tempat mereka, Rigen diam tak terusik sementara gadis itu kini sedang ketakutan dan berusaha keluar dari sana.
"telat! semua udah berakhir!"
Vellyn terkejut saat melihat samudra berdiri di depan pintu ruangan tersebut, iya benar ini rencana mereka.
Saat di pemakaman tadi, Rigen hadir di sana ia berniat meminta maaf dan mau bertanggung jawab.
"maaf?!!! LO BILANG MAAF?!!! APA DENGAN KATA MAAF ABANG GUA BISA KEMBALI?!!!! ARGHHHHH!!!!!"
__ADS_1
"gua bener bener minta maaf ini semua bukan di bawah kendali gua, gua juga sebenar nya gak mau nyulik Lo atau apapun itu"
"tapi ini semua karna Vellyn dia yang jebak gua dia yang ancam gua.. jadi sekarang gua akan ada di pihak kalian dan gua mau bertanggung jawab"
Mereka tak menyangka dengan pengakuan laki laki itu Sancha menggeleng lemah ia benar benar tak sanggup lagi.
Kesya dan Sava langsung menahan tubuh Sancha saat gadis itu mulai kehilangan kesadarannya, mereka membawa sancha pergi dari sana mengingat kondisi gadis ini yang tidak baik baik saja.
Dan saat itu juga mereka merencanakan untuk menjebak Vellyn dan membawa mereka berdua masuk kedalam penjara.
Sementara para gadis itu sedang berada di kamar Sancha menunggu gadis itu sadar tapi bukan nya kembali sadar gadis itu justru mulai meracau memanggil nama Samuel.
Sava Langsung mengguncang tubuh gadis itu berusaha menyadarkan Sancha.
"Sancha!!!!"
Gadis itu membuka matanya terkejut dengan deru nafas yang memburu ia duduk dan menatap sekelilingnya ia menangis sejadi jadinya.
Ternyata ia hanya mimpi dan semua kejadian ini adalah nyata, ia yang hanya bermimpi melihat Abang nya baik baik saja dan masih berada di samping nya.
Kesya dan Sava sangat prihatin ia merasa sedih melihat Sancha yang seperti ini, padahal gadis itu gadis yang ceria dan periang.
Tak lama pintu kamar terbuka, Sancha menatap bingung orang tua nya saat melihat koper koper besar berada di depan pintu kamar nya.
Gadis itu menghampiri kedua orang tua nya ia butuh penjelasan atas ini semua, kenapa banyak koper disini.
"kita akan pindah ke Korea" Shanca membelalak kaget ini tak mungkin kan? Abang nya baru saja tiada dan sekarang mereka akan meninggalkan nya begitu saja.
"tapi... bang muel kan"
"maaf tapi mamah gak bisa ada disini, mamah gak mau terus mengingat hal ini dan mamah janji akan terus kembali kesini dan bertemu Samuel oke.." Shanca menghela nafas menatap bayi itu yang seperti tak merasakan apapun.
Shanca berjalan menuju kamar Samuel, ia duduk di sana. Gadis itu mengambil baju Samuel yang selama ini iya suka ambil karna nyaman dengan baju itu.
"Shanca gak tau kalau Abang bakal pergi secepat ini, Shanca fikir di saat Shanca beranjak dewasa Abang bakal ada di samping Shanca terus ternyata enggak ya bang... kita harus berpisah bahkan gak bisa ketemu lagi" tangan gadis itu mencengkram kuat baju Samuel yang ia genggam, rasanya sakit sekali kalau di ingat kenangan nya dengan Samuel.
"Shanca mau bilang kalau Abang itu jahat, tapi Shanca sadar ko Abang ninggalin Shanca karna Abang sayang sama Shanca.. iya kan bang?" gumam Shanca yang sejak tadi di perhatikan Dhaniel.
laki laki itu menghampiri adik kesayangan Samuel, ia masih ingat jelas bagaimana reaksi Samuel saat dia tau kalau Dhaniel suka dan mendekati adik nya.
Samuel sangat marah bukan karna tak suka, ia tak mau adik nya di dekati oleh teman teman nya. Samuel sangat sensitif kalau Shanca berhubungan dengan laki laki.
__ADS_1
Dhaniel duduk di teras depan rumah Samuel, laki laki itu menunggu seseorang yang sangat ia sukai. Tak lama Shanca keluar dengan raut wajah heran nya.
"bang niel? mau ketemu bang muel ya? Shanca panggil dulu ya" ucap gadis itu yang di tahan Dhaniel.
"gua mau ketemu Lo" gadis itu mengangkat alisnya heran untuk apa Dhaniel menemui nya.
"gua suk---
*"DHANIEL!!!" *
Suara lantang itu mengejutkan kedua nya, Samuel langsung menarik tangan Dhaniel menjauh dari adik nya itu.
laki laki itu langsung menarik kerah baju Dhaniel membuat laki laki itu waspada, Shanca hanya diam dan berlari masuk.
"apa apaan Lo?! Lo mau nembak Ade gua?" Dhaniel mengangguk setuju karna memang itu niat nya.
Samuel menatap tajam Dhaniel, ia langsung menarik Dhaniel keluar dan meminta nya pergi.
"jangan deketin Ade gua!"
Dhaniel menghampiri Shanca yang sedang duduk di kasur Samuel, gadis itu menatap Dhaniel yang menghampirinya.
Laki laki itu menatap Shanca, dengan tangan yang mengusap air mata gadis itu secara perlahan.
"Samuel gak akan pernah ninggalin Lo" Shanca menghela nafas nya.
"iya.. tapi bukan berarti bang muel ada di setiap Shanca butuh bantuan"
"gua bisa jagain lo, gua bisa bantu disaat Lo butuh bantuan"
"makasih tapi mustahil,, Shanca pindah ke Korea" laki laki itu mengangguk ia tau akan hal itu tak rela sebenarnya tapi itu sudah jadi keputusan keluarga nya.
...HALLO SEMUA......
GIMANA UDAH SIAP LANJUT CERITA NYA SHANCA BLUM NIH??
niat nya sih mau bikin cerita Shanca tapi yakin mau baca gak nih? aku jamin deh kalo cerita nya Shanca gak akan sesingkat cerita nya Samuel.
tapi.... memang butuh waktu sih karna lagi siapin cerita yang lain nya jadi blum ada waktu untuk cerita Shanca..
kira kira kalian mau nunggu gak nih?
__ADS_1
nanti kalo udah bikin aku infoo-in disini ko,, kalian tenang aja.