
...--------•°^SAMUEL^°•----------...
...PAGI HARI...
Di tempat cala berada yang tak lain adalah sebuah ruang rawat yang membosankan. disana terdapat wanita cantik yang sedang melihat kearah luar jendela.
kapan aku akan keluar dari ruang ini hanya itu yang selalu cala fikirkan pasti teman teman nya akan mengkhawatirkan nya.
karna merasa bosan cala mengambil topi dan masker lalu keluar kamar untuk cuci mata dan menghirup udara segar. sesampainya di sana mata nya hanya tertuju pada bunga mawar yang sangat cantik. cala berjalan mendekat dan memetik nya.
sebentar lagi akan ada banyak orang yang memberikan ku bunga ini batin cala sekilas ia tersenyum menatap bunga mawar ini.
"nona cala anda harus kembali keruang rawat,, dokter Drian ingin berbicara pada anda" ucap seorang suster. cala berjalan kembali ke ruang rawat nya dan sudah terdapat dokter yang tampan dan berwibawa.
"cala,, saya lihat lihat kondisi kamu tidak ada proges selama tiga hari ini. saya khawatir dengan kondisi kamu. saya juga tidak yakin kamu akan di perbolehkan pulang beberapa hari lagi. kondisi kamu menurun cala." jelas dokter drian cala hanya tersenyum tipis ia tau ini pasti akan terjadi, pasti!.
"kondisi saya baik ko dok, anda tidak perlu khawatir. jadi saya akan pulang besok pagi" ucap cala. yang mendapat bantahan dari dokter Brian.
"itu sangat berbahaya untuk kondisi kamu cala!" bantah dokter Drian sedikit meninggi kan suara nya yang membuat cala terkejut.
"maaf cala, saya tau kamu tidak mau orang terdekat kamu khawatir tapi dengan kondisi kamu yang seperti ini justru lebih mengkhawatirkan." jelas dokter Drian
"terus saya harus apa dok?? berobat pun percuma,, karna akhirnya saya akan mati" balas cala yang di sertai airmata
"cala,, dengarkan saya baik baik. kematian itu pasti terjadi. tetapi kita harus berusaha sebaik mungkin. kamu lihat teman teman kamu yang menderita kanker darah sama seperti kamu,, mereka semangat demi kesembuhan mereka cala. sementara kamu? mau putus asa? kamu gak malu sama anak anak kecil yang sudah harus menerima pengobatan sama seperti kamu dan kamu tau rasanya seperti apa! apa kamu pernah melihat mereka mengeluh?! justru mereka bersenang senang dan bersemangat untuk sembuh. kamu jangan mau kalah sama anak anak seperti mereka cala!" marah dokter Drian dan setelah nya pergi meninggalkan dirinya seorang diri.
"hikss hikss.... hikss cala gak kuat hikss hikss dunia ini terlalu kejam untuk cala... cala butuh ibu hikss hikss... ibu dimana hikss hikss..." tangis cala yang terdengar sangat pilu.
cala benar benar rapuh saat mengetahui kondisi nya yang tak sesehat dulu. ia tidak suka.. ia benci penyakit ini.!
di malam hari semua pasien di kejutkan dengan beberapa anggota medis yang berlarian di lorong rumah sakit. mereka semua tampak terlihat sangat panik karna cala yang tiba tiba saja mengalami kejang kejang hebat. sementara suster yang harus menjaga cala saat ini harus membantu perawat lain nya untuk membantu pengobatan anak anak yang lain.
sesampai nya di ruangan, dokter dan juga perawat Langsung pada bagian mereka masing masing. Drian yang sedikit panik melihat kondisi cala benar benar memburuk. membuat nya sedikit takut.
...***DI RUMAH CALA***...
PRANKKKK...
tanpa di sengaja Rezi menjatuhkan gelas yang ia minum. ia pun terkejut apa yang terjadi pada dirinya. tiba tiba saja ia teringat putri kandung nya.
ada apa dengan cala? batin nya dengan tatapan kosong kedepan
"mas kamu gakpapa?" ucap fara terkejut
"jangan sentuh saya!" tekan Rezi saat wanita setengah baya itu ingin menyentuh tangan nya.
"bereskan pecahan ini jangan berani berani nya kamu meminta bi asri!" tegas Rezi yang membuat fara geram pada lelaki itu.
saat di kamar Rezi terdiam menatap foto putri nya yang cantik itu sedang tersenyum manis kearah kamera. seketika air mata nya jatuh membasahi foto tersebut. entah apa yang membuat nya menangis, tapi rasanya seperti ada rasa yang bergejolak saat melihat foto tersebut.
sementara itu di kediaman Samuel. laki laki tampak gelisah entah karna apa. rasa nya ia sangat mengkhawatirkan cala secara tiba tiba. shanca melihat sang kakak yang terdiam dengan pandangan kosong dan raut gelisah itu pun heran apa yang terjadi pada sang kakak.
"bang.. bang muel kenapa?" tanya shanca tiba tiba.
"apa yang terjadi sama cala ya dek,, kenapa ada rasa gelisah dan muncul fikiran negatif tentang kondisi cala" ucap Samuel, laki laki itu benar benar merasa gelisah baru kali ini merasakan nya.
shanca yang mengetahui kegelisahan Abang nya pun mengerti dan langsung mencoba menghibur sang kakak dengan membuat nya kesal.
"haissss bang muel tuh ya udah jelek malah mikirin yang jelek jelek. pantesan aja gak tenang dan gelisah kaya gini. gimana ka cala mau coba orang fikiran nya negatif terus" ucap shanca sedikit ngaco.
"apa hubungannya! lagian juga Abang ganteng ko sampai saat ini masih banyak yang suka sama Abang mata kamu aja yang picek" kesal Samuel yang langsung meninggalkan adik nya yang gak jelas itu
saat mengambil jaket kebanggaan nya yang berada di dalam kamar ia melihat banyak foto cala di atas meja nya yang ia ambil diam diam. tak pikir panjang Samuel mengambil satu foto dan ia selipkan kedalam saku jaket nya.
ia meminta teman teman nya untuk berkumpul di markas mereka detik itu juga.
__ADS_1
sesampai nya di markas ia menyenderkan punggungnya di sofa empuk yang ada di ruangan tersebut. anak anak yang lain tak menghiraukan ketua nya itu karna tidak mau mengganggu sudah terlihat jelas dari wajah nya.
lima belas menit sudah Samuel berdiam diri sambil meneguk minuman beralkohol yang ada di sana. setelah menunggu akhirnya yang lain datang dan langsung menghampiri Samuel yang sudah setengah mabuk.
"muel! ya ilahh malah mabok dia" gerutu yoji.
"hahh sia sia kita kesini" keluh Azriel
"cal.....a" suara Samuel mengalihkan pandangan mereka semua.
"!!!"
"cari cala hikss hikss" erang Samuel yang tak karuan
"jadi Lo minta kita kesini buat cari cala?" tanya Cleo pada Samuel yang di angguki Samuel.
"gimana cara nya nyari kalo dia nya aja gini" ucap samudra yang di balas helaan nafas dari Cleo
"besok aja" balas nya
"besok kita sekolah cleo" gemas yoji
"ya udah Lo aja kalau mau masuk sekolah" balas Cleo yang membuat yoji cemberut.
...DI RUMAH SAKIT...
"DOKTER DRIAN!! KONDISI CALA SEMAKIN MENURUN!"panik salah satu suster yang berjaga menjaga cala
"siapkan pelataran media kondisi cala semakin kritis ini bisa fatal. berikan yang terbaik!!" perintah dokter Drian
"dokter apa tidak sebaiknya kita melakukan transplantasi tulang sumsum saja?" ucap seorang suster yang mendapat kan gelengan kepala dari dokter Drian
"itu terlalu berbahaya jika di lakukan saat kondisi pasien lemah seperti ini, lagi juga kita tidak bisa melakukan lebih karna tidak ada persetujuan dari keluarga." jelas dokter Drian
setelah Berjam jam di dalam ruangan, akhirnya mereka sudah selesai dan kondisi cala jauh lebih baik dari sebelum nya. dan itu membuat tim medis bernafas lega.
Drian menatap wajah cala lekat lekat ia dapat melihat wajah tenang yang tak seperti biasanya.
suatu saat aku akan menyatakan cinta ku batin nya lagi
matahari kembali muncul bertanda bahwa pagi sudah tiba kini di markas besar milik black Devil's. sudah ada beberapa yang bangun dan bersiap untuk berangkat kesekolah, beda hal nya dengan ke tujuh laki laki yang masih tertidur pulas.
"bang Cleo" panggil salah satu anggota black devil's
"hmm? kenapa ton" jawab Cleo walaupun masih sangat mengantuk
"udah pagi bang lu gak kola?" tanya Toni memastikan
"gak lu berangkat aja sekalian pantau" pinta Cleo yang kembali tertidur.
hari semakin siang, Samuel terbangun karna hp nya yang terus saja berdering.
"hallo kenapa sih?" kesal nya pada seorang yang di telfon.
"aku ganggu kamu ya?" suara itu mengagetkan Samuel, Dengan tubuh ya menegang ia tak sanggup menjawab pertanyaan itu ia kenal suara ini, suara yang ia rindukan.
"Sam? aku ganggu kamu ya? ya udah aku matiin ya." ucap cala yang membuat Samuel gelagapan
"eohh eumm enggakk ko kamu gak ganggu heheh kamu dimana cal? kamu baik baik aja? aku sama yang lain khawatir sama keadaan kamu." balas Samuel yang membuat cala tersenyum kecil mendengar nya.
"aku baik ko, kamu jaga diri baik baik sebentar lagi aku kembali tunggu aku ya" ucap cala terdengar sangat lembut.
"cala,, jangan menghilang lagi." pinta Samuel membuat cala terdiam.
"semoga" balas cala,, dengan nada yang sedikit berubah.
"jangan bolos sekolah Samuel,, jangan balapan motor lagi, jangan berantem lagi" pinta cala yang tak mau Samuel terluka.
__ADS_1
"UDAHLAH KALIAN PACARAN AJA!" teriak yoji yang baru saja terbangun.
"salam buat yang lain, aku tutup dulu." ucap cala dan Langsung mengakhiri telpon nya.
PLAKK...
"aduhhh sakit muel!" ringis yoji saat Samuel memukul nya.
"Lo sih dimatiin kan!" kesal Samuel yang langsung pergi meninggalkan teman teman nya.
"BANGUNIN YANG LAIN KITA SEKOLAH!"
"GILA LO! INI UDAH SIANG LOL! INI UDAH MAU JAM ISTIRAHAT KE DUA SAMUELL" teriak yoji kesal yang berhasil membangunkan teman teman nya.
"apaan sih ji berisik lo" kesal samudra.
"salahin no bos Lo gila aja kali udah jam setengah satu siang baru mau masuk sekolah" kesal yoji yang langsung pergi
"WHAT!!!" teriak Azriel samudra dan juga Candra berbarengan.
"gila" gumam dhaniel kesal.
siang ini mereka telah sampai di sekolah. mereka masuk kedalam sekolah lewat tembok belakang sekolah. tidak mungkin bukan kalau lewat gerbang depan sudah pasti di suruh pulang.
"hahhhh udah enak enak gak sekolah ini kenapa malah sekolah sih" gerutu yoji yang tak di hiraukan.
"eh bentar kembaran lu mana az" tanya samudra yang menyadari tak ada nya hezel di antara mereka.
"sekolah lah" kesal Azriel seperti tidak tau kakak nya saja yang gemar sekali belajar itu.
kini mereka langsung menuju kantin sekolah saat mereka baru saja duduk Kesya dan sava menghampiri mereka.
"Samuel udah dapet kabar Lea blom?? kita cari dia Yo pulang sekolah" ucap Kesya
"gak perlu, cala baik baik aja" balas Samuel santai membuat kedua wanita itu heran
"cala telfon tadi" jelas Cleo yang di angguki Kesya senang
"coba Lo Video call sav,, gua kangen cala, gua mau liat dia" pinta Kesya yang di setujui mereka. setelah beberapa kali percobaan ternyata tak ada satupun yang di angkat oleh cala.
...DI RUMAH SAKIT...
drett... drett....
suara telfon berbunyi blum sempat cala menjawab nya dokter Drian masuk dan meminta nya untuk melakukan cuci darah agar kondisi nya semakin membaik.
"dok,, sampai kapan cala harus melakukan ini" tanya cala membuat dokter Drian terdiam sejenak
"sampai kau benar benar pulih" ucapan dokter Drian membuat cala tersenyum getir
"memang nya aku bisa sembuh? dokter lihat bukan kondisi ku sudah sangat memprihatinkan." lesuh cala saat melihat tubuh nya tak sebugar dulu.
"tidak ada yang tidak mungkin" ucap dokter Drian berusaha menguatkan cala.
"sekarang kau bisa beristirahat sampai cuci darah mu selesai"
"aku butuh handphone ku"
"istirahat cala agar kau cepat pulih saya akan bawa kan makan siang untuk kamu.
"gak perlu" tolak cala membuat dokter Drian menatapnya
"kau harus makan" tegas dokter Drian
"percuma! aku juga akan langsung memuntahkan makanan itu! jadi lebih baik tidak usah itu hanya akan merepotkan" jelas cala yang dari suara meninggal hingga bergumam.
"tidak menerima penolakan kau harus meminum obat mu, kau sudah telat meminum obat itu akan membuat stamina tubuh mu menurun dan akan memperhambat penyembuhan mu." jelas nya dan pergi meninggalkan cala.
__ADS_1
...----------•°^SAMUEL^°•----------...
...SEE YOU GUYSS, SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART. BAY GUYSS.....