SAMUEL R.Y.M

SAMUEL R.Y.M
16. KEKERASAN


__ADS_3

Minggu ini, Minggu dimana Cala harus menjalankan kemoterapi pertama kalinya ada rasa cemas di dalam dirinya tetapi bagaimanapun juga ia harus berusaha sebaik mungkin.


Butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pengobatan ini, Dan kini Cala sudah di boleh kan pulang walaupun masih merasakan lemas efek dari pengobatan itu.


Hari sudah sore karna hari ini adalah hari pertama pengobatannya Cala memutuskan untuk membolos sekolah tak ada pilihan lain bukan? Mau tidak mau ia harus membolos supaya penyakitnya ini bisa sembuh.


Kini Cala sudah sampai di rumah nya Cala melihat sebuah mobil tetapi bukan mobil ayah nya. Melihat itu Cala dengan rasa penasaran memasuki rumah nya dan melihat siapa yang mengunjungi rumahnya.


Terkejut itu perasaan Cala saat ini, Bagaimana tidak ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Ibu tirinya itu sedang bermain belakang di rumah ini benar benar gila!.


Cala yang melihat itu tak terima dan langsung menarik baru ibu tirinya dan menampar dua kali secara berulang dan keras. Kebas itu yang di rasakan Fara saat ini, Sementara pria itu sudah lebih dulu pergi karna ke datangan Cala.


Dengan tangan mengepal Cala menatap wanita yabg taj tau malu ini dengan tatapan mematikan.


"Kau! benar benar Ja*ang tak tau malu!"Tekan Cala dan..


BHUGGG....


Tidak! Bukan Cala yang meninjunya tapi.... Ayah nya lah yang memukul nya keras hingga Cala tersungkur. Cala termenung sesaat ia tak menyangka ayahnya akan memperlakukannya seburuk ini, memang sudah bukan hal baru bagi Cala tapi Cala masih tak habis fikir dengan apa yang ayahnya lakukan padanya.


"Anak kurang ajar kamu ya! Sudah bolos sekolah dan sekarang! KAMU MALAH BERBICARA TAK SOPAN SEPERTI ITU! benar benar kamu ya!" Marah Rezi pada Cala dan menyeret Cala ke arah Belakang rumah.


"AYAH STOPP!" teriak Cala marah. Sementara Rezi masih terus menarik Cala hingga sampai di depan pintu gudang

__ADS_1


PLAKK!


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Cala, Wanita itu terdiam menatap dingin kearah ayahnya.


"Hukuman untuk kamu yang sudah berlaku tak sopan pada ibumu sendiri dan ini hukuman untuk kamu karna berteriak pada ayah."


"Cala! melakukan hal itu karna ada sebab yah! Bukan semata karna Cala tidak menghormati dia" Tekan Cala pada sang ayah


"Apa?! Apa yang menyebabkan kamu melakukan hal itu ha?!!!" Marah Rezi


"Aku... melakukan hal itu! Karna aku sayang ayah! Aku gak mau ayah di permainkan sama wanita malam kaya dia!" balas cala dengan amarah yang tak jauh beda dari ayahnya.


PLAKKK!


"CALA GAK SALAH AYAH! APA YANG CALA LAKUKAN BENAR!! DAN ITU SEMUA UNTUK AYAH!!, BERHENTI BELA WANITA MALAM ITU!! BUKA MATA AYAH LEBAR LEBAR!!!" Bentak Cala yang sudah tak mampu lagi menahan emosinya.


BHUGGG!


Satu tinjuan mengenai rahang milik Cala sementara Rezi ia masih mengepal tangannya gemetar. Cala hanya bisa terkekeh dengan kelakukan ayahnya ini.


"Lagi! PUKUL LAGI AYAH!! PUKUL CALA SAMPAI MATI! DAN SUATU SAAT NANTI! AYAH AKAN MENYESALI PERBUATAN AYAH!! SUATU SAAT AYAH AKAN TAU YANG SEBENAR NYA!!" Teriak Cala marah, Sementara pria paruh baya itu sudah pergi meninggalkan Cala yang tengah tersimpuh.


Pagi ini ia tak harus mengikuti pelajaran sekolah karna ia harus mengurus perpindahan nya, iya Cala adalah siswi pertukaran pelajar antar sekolah karna Cala adalah siswi pintar.

__ADS_1


Dari pagi sampai menjelang sore surat surat itu di bantu oleh ka Meylin sampai sekarang ia sudah berada di bimbel. Saat ini Cala memang sudah sangat telat tapi tak apa lah seperti nya masih cukup.


Sesampainya di kelas, Cala memperhatikan guru dengan baik dan mencatat semua materi yang di berikan dengan fokus. Tak lama dari itu satu ruangan di buat terkejut karna kehadiran sekelompok laki laki entah siapa Cala tak kenal.


Cala hanya diam melanjutkan materi yang harus ia catat tetapi Cala menghentikan gerakan tangan nya saat merasa banyak pasang mata yang mengarah kepada nya.


Dan benar saja satu ruangan ini menatapnya dengan tatapan bervariasi Dengan rasa jengkel Cala membalasnya dengan tatapan tajam yang dingin dan datar.


baru saja Cala akan melanjutkan aktivitasnya kini lagi lagi ia harus mengalami gangguan yang sangat menyebalkan dan membuang buang waktu saja.


"Ck! Minggir!" Usir seorang pria pada Cala membuat Cala menatapnya kesal, jelas jelas ia lebih dulu daripada laki laki ini kenapa harus dia yang di suruh pergi kenapa tidak laki laki ini saja yang mencari bangku lain, itu lah yang ada di kepala Cala saat ini.


"Ini bangku gue bukan bangku lo!" Sewot Cala yang merasa terusik


"Ini bangku gue Lo cuman anak baru disini!"


"Gue lebih dulu dari lo" balas Cala seperti tidak perduli akan kemarahan laki laki tersebut. Cala di buat terkejut saat laki laki itu menendang mejanya, dengan rasa jengkel Cala tak segan untuk membalas nya dengan cara menyelengkat kakinya.


...__________•°SAMUEL°•__________...


...SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART, BAY GUYS....


...SORRY TYPO GAK SEMPAT REVISI....

__ADS_1


__ADS_2