
malam ini benar benar malam yang buruk untuk cala, dengan rasa takut ia terus berusaha memberontak dari anak anak geng motor ini.
ia benar benar tak bisa ngapa ngapain, tas milik nyapun di ambil oleh mereka cala tak bisa meminta pertolongan.
cala berusaha untuk bisa tenang walaupun sakitnya kembali kambuh ia harus bertahan di saat saat seperti ini.
"cewek nya Samuel cakep juga ternyata, bisa buat jadi umpan. gue,, akan ajak cowok Lo itu taruhan dan Lo tahuran nya."
mendengar itu cala tak bisa lagi mengontrol emosi ia menampar laki laki itu dan arghhhh! cowok itu justru balik menamparnya.
"jangan pernah ganggu samuel" ucap cala membuat mereka tertawa.
laki laki yang ada di hadapannya kini sedang menatapnya remeh, segitu berharga nya kah Samuel di mata cewek ini.
"jangan harap! gue akan buat Samuel sengsara."
cala ingin menangis tapi ia tak boleh lemah ia harus melawan laki laki ini, tapi bagaimana cara nya.
kini laki laki itu menyeret nya untuk memasuki mobil milik nya, cala tak tau apa yang ingin laki laki itu lakukan. saat sudah sampai cala sedikit terkejut karna banyak sekali orang orang berkumpul dan bersorak gembira.
yang membuat cala heran adalah banyak nya wanita yang berkumpul dengan para laki laki di malam hari seperti ini. saat cala masih sibuk dengan pikirannya, laki laki itu keluar mobil cala hanya memperhatikan Dari dalam.
tak lama dari itu suara bising motor membuat nya sedikit kesal dan tapi cala menatap kosong kearah pemilik motor bising itu.
cala tak menyangka laki laki ini benar benar menepati ucapannya. sekarang kala harus apa.
"shttttt arghhh" erang cala kesakitan sial! kenapa harus disaat saat seperti ini.
cala merasa pusing yang hebat dan tubuh nya kejang cala merasakan hal itu dan itu benar benar menyakiti cala. saat tubuhnya kembali tenang kini cala merasa tubuh nya sangat lemas.
Clek... (pintu mobil terbuka)
stekk!
cala terkejut karna tiba tiba saja tangan nya di tarik keluar tubuh nya yang tak seimbang dan lemas membuat ia terjatuh dan itu mengejutkan mereka semua.
pandangan cala kunang kunang dan merabun seketika ia merasakan ada cairan kental yang keluar dari hidung nya. sesaat cala menatap mata Samuel yang panik terhadap nya cala hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai isyarat untuk Samuel.
"LEPASIN DIA BAJI**AN!" bentak Samuel terdengar jelas di telinga cala walaupun kesadarannya sudah tak seberapa.
__ADS_1
"gua akan lepasin dia, tapi ada syaratnya!"
"balapan sama gue, kalau Lo kalah nih cwek,, buat gue tapi kalau gue kalah nih cwek boleh Lo ambil"
Samuel tersenyum kecil yang menyiratkan sesuatu, teman teman nya yang melihat itu hanya tersenyum remeh. seorang Rigen memang tak pernah kapok ia selalu seperti itu pada akhirnya pun Samuel yang akan menang.
Dengan yakin Samuel menerima tantangan itu, setelah bersiap di hitungan ke tiga mereka melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
sorak penonton semakin membuat suasana ramai dan menegangkan, cala ia hanya terdiam dengan mata yang tertutup dan jangan lupakan darah yang mengering di hidup nya karna memang saat ini cala sudah tidak memiliki energi lagi.
"CALA!"
suara itu membuat cala sedikit menyunggingkan senyumnya itu suara sahabatnya, ia sangat ingin memeluk wanita itu.
"cala!!! Lo kenapa?!" ucap Kesya panik saat melihat wajah cala memucat dan darah yang ada di hidungnya.
sava yang melihat itu langsung membersihkan wajah cala dengan telaten, Kesya menggenggam erat tangan cala yang sedikit dingin.
"cala jawab cal, Lo baik baik aja kan?" tanya Kesya yang sudah sangat panik, sementara itu sava menelpon Gelan karna dia sepupu cala.
sementara itu teman teman Samuel tengah mencegah teman teman Rigen untuk mendekati cala, karna mau bagaimana pun cala sedang butuh bantuan mereka.
Dengan cepat Samuel langsung menghampiri cala, tak ada respon apapun dari cala, cala masih setiap menutup matanya dan itu benar benar membuat mereka khawatir.
"cal..." ucap Samuel sangat lembut. tak ada jawaban dari cala, laki laki itu menggenggam erat tangan cala ia bisa merasakan suhu tubuh yang berbeda.
"bawa cala kerumah sakit"
teman teman nya hanya mengangguk patuh mendengar hal itu, kini mereka berbondong-bondong kerumah sakit untuk meriksa keadaan cala.
sesampainya disana cala langsung di chek oleh dokter, gelantra yang mendapat kabar seperti itu langsung kerumah sakit.
tak ada yang mengeluarkan suara, Samuel menatap gelantra yang terlihat sangat panik bahkan dapat terlihat jelas Dimata nya yang berkaca kaca itu seperti menyiratkan kegelisahan dan kesedihan.
Samuel tak bertanya laki laki itu hanya diam, tak lama dari itu seorang dokter keluar dan menatap mereka satu persatu.
"keluarga pasien?"
"saya, saya sepupunya" ucap Gelan cepat dokternya hanya mengangguk dan memintanya untuk masuk kedalam ruangan nya.
__ADS_1
saat sudah berada di ruangan itu, Gelan duduk dengan perasaan campur aduk. apa yang terjadi dengan cala apa keadaan nya separah itu.
" saya bukan spesialis kanker jadi saya akan menghubungi rekan saya untuk meriksa kondisi sepupu anda. tetapi yang sudah saya lihat kondisi sepupu anda sudah terbilang cukup parah saya hanya menyuntikkan obat yang biasanya teman saya resepkan kepada pasien kanker darah."
mendengar itu Gelan semakin keringat dingin, kenapa perasaan nya tak enak seperti ini. Gelan memutuskan untuk keluar dan melihat tatapan cemas dari teman teman nya itu membuat gelan merasakan apa yang Cala rasakan, rasa bersalah itulah yang saat ini Gelan rasakan.
10 menit sudah Gelan menunggu kini akhirnya dokter yang di rekomendasikan oleh dokter sebelum nya pun datang dan..
"cala" lirih dokter tersebut membuat mereka semua terkejut. apa dokter ini mengenal cala?
"siapkan semua peralatan medis secepat mungkin kondisi darurat."
mendengar itu semua panik terutama Gelan kini laki laki itu menitihkan air mata nya, begitu juga dengan sava dan Kesya. wanita itu sudah menangis karna khawatir.
sementara itu, Drian memeriksa dan memberikan pertolongan pertama pada cala. jujur ia menyesali perbuatannya, Seharusnya ia tak berkata seperti kemarin.
kini drian sangat panik kondisi cala semakin menurut bahkan obat yang ia berikan juga tak mendapat respon dari tubuh cala bahkan tubuh cala memberikan penolakan pada obat tersebut.
tak ada pilihan lain cala membutuhkan donor tulang sumsum. Drian keluar dengan wajah pucat dan menatap satu persatu yang ada di ruangan tersebut.
"cala.. saat ini sedang menjalankan kemoterapi tetapi hasil nya sangat buruk cala menolak pengobatan itu tubuh cala sudah tak mampu menerima itu, dan saat ini cala sedang melakukan cuci darah tetapi hasil nya tetap sama walaupun itu sedikit membantu tetapi sangat lah sedikit.-
dan saya... membutuhkan donor tulang sumsum belakang dari keluarga nya secepat mungkin atau tidak cala tidak akan selamat "
malam ini benar benar malam yang buruk untuk teman teman cala. mereka tak tau jika cala mengidap penyakit yang mematikan ini, Samuel yang mendengar itu menangis sesak ia benar benar tak menyangka ini semua terjadi dalam kehidupannya.
Gelan tak ada pilihan lain, laki laki itu segera menghubungi ayah cala Rezi. ia tak akan pernah menyangka akan seperti ini seharusnya ia harus melakukan nya sejak pagi tadi harus ia mengantar cala pulang harus nya ia tak membiarkan cala bekerja.
"DOKTER!!" mendengar suara teriakan dari dalam ruangan cala Drian langsung masuk sementara Samuel juga ingin masuk kedalam tapi teman teman nya menahan nya.
...________•°^SAMUEL^°•__________...
^^^***janga pernah pergi dan meninggalkan ku sendiri, aku membutuhkan mu- samuel.^^^
^^^maaf,, semua terjadi karna ku, seharus nya aku tak hadir dalam kehidupan mu dan menyakiti mu. selamat tinggal aku pasti akan mengingat kalian selalu- shacala***.^^^
...***SEE YOU GUYSS SEE YOU NEXT TIME AND SEE YOU NEXT PART, BAH GUYS....
...TUNGGU KELANJUTAN KISAH CALA DAN SAMUEL***!...
__ADS_1