
"SHANCA LO JANGAN GILA DEK!!"
"BANG SHANCA MOHON terima Vanca ya.."
"Lo masih Kelas 3 SMP Shanca, Lo mana bisa ngurus bayi kaya gini!!! Apa kata orang dek!"
"Terserah mereka mau anggep aku apa bang yang penting ku bisa urus Vanca dia anak teman aku dan mulai detik ini vanca jadi anak aku!!!"
"SHANCA!!! SEJAK KAPAN LO PUNYA TANGGUNG JAWAB UNTUK NGURUS ANAK TEMEN LO HA!! BIARIN DIA YANG NANGGUNG SEMUA NYA"
"BANG MUEL!! BISA GAK ABANG GAK EGOIS VANCA INI GAK PUNYA ORANG TUA BANG!!! TEMEN SHANCA MENINGGAL SAAT NGELAHIRIN VANCA!! jadi apa salah Shanca merawat dia bang??!!!"
Kini suasana di rumah Samuel benar benar sangat mengerikan karna amarah yang di keluarkan Samuel saat tau adik nya ingin mengurus bayi itu, Ia tak masalah dengan Shanca yang ingin mengurus bayi itu tapi apa nanti kata orang.
Bagaimana masa depan Shanca adik nya nanti, itu yang ada di fikiran Samuel. Sementara kedua orangtuanya sudah menyetujui dan mau membantu merawat bayi itu.
"Hahhh... oke fine Lo boleh urus dia tapi satu hal! Jaga dia baik baik kalo ada yang berani ngelukuin kalian berdua bilang sama gua!" Ucap Samuel membuat mereka tersenyum senang.
Tak mau membuat nya semakin pusing Samuel Langsung saja pergi ke markas nya ia butuh ketenangan, Namun sial nya bukan nya semakin tenang Samuel justru semakin di buat pusing.
__ADS_1
Sementara teman teman nya terlihat seperti tak merasa bersalah sedikitpun padahal markas mereka sangat sangat berantakan, Samuel menghela nafas panjang seperti tak ada semangat dalam dirinya.
"you ok?" tanya Cleo pada Samuel.
"gua pusing adek gua bener bener aneh" ucapnya membuat Cleo menatap bingung Samuel.
"Hahhh gua kasih tau nanti aja deh, pas kenaikan kelas"
...----------------...
Satu Minggu kemudian kini hari dimana kenaikan kelas untuk mereka yang berada di kelas X dan XI. Samuel dan teman teman nya mulai memasuki kelas mereka tak terasa kini mereka sudah kelas XII.
"gua gak nyangka kita naik kelas tanpa Cala"
semua di buat diam dengan penuturan Sava benar sebelum nya mereka tak pernah berfikir seperti ini, Tapi tuhan berkata lain.
Tak mau terlalu larut Yoji langsung mengubah topik pembicaraan mereka.
"Kasihan ya Cleo dah lulus gak sekolah lagi" Ucap Yoji membuat yang lain mengangguk setuju karna memang Cleo lah yang paling tua di antara mereka semua
__ADS_1
"Bang Cleo gak di Indonesia lagi" mereka semua refleks menatap Kesya penuh tanya ko bisa?
" dia megang perusahaan orang tua gua yang ada di luar negri jadi blum tau kapan bisa pulang" Semua di buat sedih karna kabar ini mereka pikir masih tetap bisa kumpul walaupun sudah tidak satu sekolah lagi.
Mereka semua sedang berkumpul di aula ramai sekali orang disana tapi sepi bagi Samuel karna tak ada yang membuat nya semangat siapa lagi kalau bukan Cala.
"Bang muel, boleh minta tolong gak? gendong Vanca sebentar Shanca mau ke toilet" Ucap Shanca tiba tiba dengan cepat Samuel langsung menggendong bayi lucu itu.
Kadang ia berfikir bagaimana bisa adiknya memiliki fikiran seperti ini bahkan sampai bisa memberi nama yang sangat bagus.
Entah karna apa setiap kali Samuel menatap bayi ini ada kesedihan yang menyelimuti hati Samuel seperti akan ada jarak yang sangat jauh antara dirinya dan juga keluarganya.
Tak mau memikirkan hal hal negatif Samuel lebih memilih bermain dengan bayi lucu ini dan memperkenalkan pada teman teman nya.
Acara yang di lakukan cukup melelahkan kini Samuel sudah tertidur pulas di kasur kesayangan milik nya. Sementara Handphone milik nya terus berdering, Samuel yang mulai terusik pun langsung mengangkat telfon tersebut dan.,
"MARKAS DISERANG! ADEK LO DI SANDRA!!" teriakan itu membuat Samuel terbangun seratus persen dan langsung mengambil kunci motor milik nya dan berlalu pergi.
Sepanjang perjalanan hatinya sangat gelisah ia tak mau adik nya kenapa napa ia tak mau!!. Dengan kecepatan penuh kini Samuel sudah sampai dan benar saja Adik dan keponakannya itu dalam bahaya.
__ADS_1