
...UKS...
Saat ini Cala dan juga kedua teman baru nya itu sedang membantu nya untuk mengobati luka yang ada di sudut bibirnya.
"Cal, Lo beneran Deket sama samuel?" tanya Kesya sambil menyodorkan seragam baru untuk cala
"Engga" balas Cala yang terdengar sangat dingin dan datar. Mendengar itu Kesya dan juga Sava saling melirik satu sama lain. Sifat Cala tiba tiba saja berubah secepat ini, Padahal sebelumnya mereka mengira Cala adalah wanita polos yang lemah lembut. Tapi nyata nya itu tidak seperti yang mereka fikirkan dan itu mampu membuat mereka terkejut.
Setelah selesai kini mereka memutuskan untuk kembali ke kelas tetapi mereka di kejutkan dengan seorang guru yang membuat mereka seketika terdiam.
"Shacala ikut saya!" pinta guru tersebut yang tak mendapat kan jawaban apapun dari sang siswi dan justru jalan lebih dulu dari sang guru.
Sesampainya di ruangan yang tak lain adalah ruang BK. Cala bisa melihat bahwa wanita yang ada di hadapannya ini sedang berekting.
Baru saja cala sampai, Wanita itu lagi lagi memancing amarah dirinya dengan menyelengkat kaki nya itu membuat Cala benar benar geram!.
"Apa yang kamu lakukan terhadap Vellyn sampai dia terluka seperti ini?"
"Ibu tanya saya?" tanya balik Cala yang membuat guru itu menghela nafas kasar, Bagaimana bisa siswi berprestasi seperti ini membuat masalah blum ada satu hari dirinya sekolah disini.
"Iya Shacala, Ap--
"Saya tidak melakukan apapun Bu, Saya melakukan yang memang sudah seharusnya saya lakukan. Dia yang memulai jadi saya mengakhiri, Dia yang mengusik saya terlebih dahulu." jelas nya dengan wajah datar dan dingin tak lupa dengan tatapan tajam ia tunjukkan pada sang guru dan juga staf lain nya.
Setelah mengucapkan itu, Cala bangkit dari duduk nya dan ingin pergi, Tetapi ia kembali diam menatap sang guru dan juga wanita si*lan itu bergantian.
Melihat Cala yang tak jadi pergi membuat sang guru menatapnya heran, Baru saja ia akan melarang nya tetapi Cala sudah lebih dulu berdiam diri ditempat.
"Saya tidak melukai nya, Di sini dia yang melukai saya. Ibu punya mata kan? seharus nya mata itu berfungsi dengan baik di sini yang memiliki luka saya. Apa mata ibu minus?" ucapan Cala mengejutkan seisi ruangan tersebut termasuk wanita yang beberapa menit lalu berkelahi dengan nya.
"CAL!---
Lagi lagi guru itu harus menahan emosi nya karna Cala sudah terlanjur pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di lorong koridor ia tak sengaja melihat segerombol laki laki yang tak asing di mata nya. Tapi ia tak menghiraukan itu ia hanya terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan dari mereka semua terutama!, samuel-!
"Lo gak ada niatan mau nanya keadaan nya gitu? itu kan terjadi juga menyangkut tentang lo" tanya Yoji setelah menyikut lengan Samuel
Bukan nya merespon Samuel justru pergi entah kemana membuat mereka terheran. Apa yang akan di lakukan pria itu?
Sebenernya saat ini Cala benar benar tidak mau bolos mata pelajaran tetapi… Setelah kejadian itu membuat dirinya benar benar merasa pusing dan lagi ia blum sempat sarapan dari pagi ia benar benar takut kalau penyakit nya akan kambuh saat di sekolah.
"Sial… pipi gua sakit bet" gerutunya kesal
Kini Cala benar benar bingung harus kemana, Apa ia harus kembali ke kelas? Ah sepertinya akan sangat membosankan, Akhirnya Cala memutuskan untuk kembali ke UKS saja, Ia harus mengistirahatkan tubuh nya. Ia tak lupa dirinya memiliki riwayat penyakit yang cukup bahaya.
Ceklekkk…
Mendengar suara pintu terbuka, Cala tak menghiraukan nya ia tetap melanjutkan tidur nya. Tubuhnya benar benar lemas seketika mungkin itu karna ia blum meminum obat nya.
__ADS_1
"Makan" suara bariton yang terdengar datar itu membuatnya membuka mata dan melihat siapa yang datang.
"Lo!" tekan Cala sambil mengangkat sebelah alis nya.
"Pergi, jangan karna Lo ada di dekat gua, Gua yang kena masalah" ketus Cala dan membaringkan tubuhnya kembali
"Makan" ucap nya lagi membuat Cala ingin memarahinya tapi tertahan
"Lo pingsan semalem, Jadi Lo harus makan" perintahnya dan setelah itu pergi membuat Cala merasa heran dengan sifat laki laki yang biasa di kenal dengan Samuel itu.
...DI SISI LAIN...
Tiba tiba saja area sekolah sangat ricuh membuat semua siswa siswi di sekolah tersebut ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri.
Mengetahui hal itu, Teman teman samuel Langsung keluar dan melihat siapa yang berani membuat kerusuhan di sekolah nya.
"WAHHHH ANAK ANJ*NG GAK ADA KAPOK NYA TUH ANAK" maki Azriel saat melihat musuh mereka sedang melempar batu ke area sekolah
Dengan cekatan mereka langsung menemui segerombol geng motor yang ada di depan sekolah itu.
"Mau apa Lo mau cari ribut?!" kesal Yoji yang langsung menendang kaki salah satu lawan nya.
"Yoji!" peringat Cleo sebagai wakil ketua anggota AKSARA (nama geng motor mereka)
"Serendah itu kalian sampai harus ngancurin sekolah kita?!" marah Candra yang langsung menarik kerah jaket dari lawan mereka
"Tahan emosi Lo AIRIEL CANDRA WIJAYA!"peringat Samuel yang sudah benar benar tidak bisa di bantah oleh siapa pun jika sudah menyebutkan nama lengkap.
"SAM!---
teriak anggota AKSARA saat melihat tangan Samuel terkena pisau ulah musuh nya yang ingin menikam Samuel.
KREKKK... BRAKK!
"REGAN!" teriak anggota FIRE LION yang di ketuai REGAN JHONATAN JEANDRA
Mereka semua terkejut melihat Samuel yang sangat membabi buta menghajar Regan, Di mulai dari tangan Regan yang di plintir sampai bunyi, Mencekik lehernya kuat dan membanting tubuh Regan kuat kuat. Membuat siapa pun yang melihatnya merasa ngilu, Tetapi tidak anggota AKSARA yang sudah sering melihat itu.
"Urusan kita di luar sekolah!, Jangan pernah sekalipun Lo nginjakin kaki Lo dan anggota sampah Lo itu kesini kalau hanya untuk mengusik ketenangan kita!" peringat Samuel yang benar benar mematikan dengan sorot mata tajam dan juga kaki nya yang menginjak jari jemari tangan Regan.
Setalah keributan itu, Mereka akhirnya meninggal kan sekolah ini. Dan membuat sedikit lega para guru guru tetapi tidak sampai di situ saja bukan nya membatu guru guru justru memarahi anggota AKSARA yang membuat kericuhan disekolah.
Dengan rasa kesal yang memuncak Samuel menatap tajam guru guru yang ada di hadapannya kini.
"Dhaniel ganti semua kerugian sekolah pakai uang kas kita kalau kurang bilang gue" ucap Samuel yang langsung pergi meninggalkan teman teman nya.
Saat ini ia kembali lagi ke UKS melihat piring yang tadi ia bawa sudah kosong membuat nya tersenyum kecil. Dan setelahnya mengobati luka itu asal.
"Obatin yang bener, Gitu aja harus di ingetin" ucap seorang wanita ketus dan langsung menarik paksa kapas yang ada di lengan Samuel.
__ADS_1
"Kalo gak jago berantem mending gak usah" gerutu wanita itu sambil terus mengobati luka Samuel.
"Siapa yang bilang gua gak bisa berantem?!" ucap Samuel mengintimidasi membuat wanita itu meneguk Selvi nya takut.
"Kalo Lo bisa, Gak mungkin tangan Lo kaya gini" balas cewek itu membela diri
"Ck! gua gak akan kaya gini kalau dia gak pake senjata tajam" kesal Samuel pada wanita yang ada di hadapannya kini.
Saat sudah selesai mengobati lengan Samuel wanita itu memutuskan untuk pergi tetapi tangan nya di tahan Samuel.
"Nama lo" mendengar itu menimbulkan tanya di kepala wanita itu yang tak mengerti maksud ucapan Samuel
"Ck! nama Lo siapa?!" kesel Samuel yang langsung membuang muka
"Oh, Shacala" ucapnya dan Langsung pergi meninggalkan Samuel.
Tak lama dari itu Samuel mendengar banyak nya langkah kaki yang menuju ke ruang UKS dan itu sudah Samuel duga bahwa itu teman teman nya.
Brak!
"Bos Lo gakpapa kan? Udah di obatin?" tanya Samudra yang di angguki Samuel
"Udah selesai?" tanya Samuel yang di tujukan untuk Dhaniel yang sedang sibuk menatap ponselnya
"Eumm" angguk Dhaniel seolah tau apa yang di maksud Samuel
"Kalian telepati kah?" kesal Yoji karna ia tak paham apa yang di bahas oleh ketua dan juga bendahara nya itu
"Bego" hanya kata itu yang keluar dari mulut Cleo dan setelah nya pergi meninggalkan mereka semua, membuat Yoji menatap Cleo dramatis
"Jahat banget sih laki gue" ucap Yoji yang terdengar sangat menjijikan
"Hahhh udahlah ji gak usah di pikirin itu mah buat yang paham paham aja" ucap Candra yang merangkul bahu Yoji
"Di obatin siapa?" kalimat itu keluar dari mulut seorang Hezel membuat pertanyaan besar untuk teman teman nya terutama adik kembarnya.
"Orang" balas Samuel seadanya karna tak mau teman teman nya tau
"Ck! Prik banget sih kalo orang sama sama pendiem saling ngobrol kaya gak ada gairah buat idup" celetuk Samudra yang di tatap tajam oleh ke-dua teman lelaki nya siapa lagi kalau bukan hezel dan juga Samuel.
Di sisi lain
"Lo gakpapa kan Sya?" tanya seorang laki laki pada Kesya membuat wanita itu kesal pasalnya itu bukan yang pertama melainkan puluhan kali nya laki laki itu bertanya
"Gua gakpapa Abang Cleo yang tampan" geram nya pada Cleo, Ya benar! Kesya adalah adik dari seorang Cleo pria dingin yang irit bicara itu, Tetapi tidak pada adik nya sifat nya akan sangat berbeda jika bersama sang adik.
"Gua ke kelas, Nanti ada yang liat bahaya" ucap Kesya sambil melihat sekitar
"Kenapa? Segitu malunya Lo punya Abang kaya gue?!" kesal Cleo pada sang adik yang selalu menyembunyikan identitas mereka
__ADS_1
"Iya" jawab kesya asal dan pergi meninggalkan sangkakak