
Saat pengejaran penculik Oriana oleh Ace.
Ditengah-tengah pengejaran tersebut.
Ace tiba-tiba di hadang oleh orang misterius berjubah dan bertudung hitam yang jelas-jelas merupakan Sekutu si penculik.
Orang misterius tersebut lantas membuka jubah miliknya sambil menyerang Ace dengan tinjunya.
Ace pun dengan refleks langsung memblokir serangan tersebut dengan tangannya.
Ace yang melihat wajah orang tersebut pun lantas kaget karena ia mengetahui identitas orang tersebut.
Orang tersebut merupakan pria yang bernama Sei Regulus yang merupakan petualang Rank S yang ahli dalam pertarungan tanpa senjata sudah lama dinyatakan menghilang dari sebuah misi.
Sei pun lantas terus menerus menyerang Ace dengan serangan miliknya dengan menggunakan tangan dan kakinya terus menerus.
Ace pun lantas kesusahan menahan serangan tersebut terus menerus dan sudah mulai kewalahan.
Sei berkata " Hei, hei, hei ada apa ini guild master apakah kemampuan mu itu hanya sekedar begini saja? "Sambil terus menerus menyerang Ace.
Ace hanya diam menanggapi provokasi itu dan hanya fokus menahan serangan Sei.
Ace pun melihat sebuah celah dan kemudian langsung menyerang Sei dengan sihir api miliknya yaitu Sihir Api " Fire Ball ".
Tapi sayang serangan tersebut dapat di hindari dengan mudah oleh Sei.
Sei yang berhasil menghindari itu dan berkata " Ada apa ini Guild master memang kau pikir serangan yang lemah seperti itu bisa mengenai ku " Dengan wajah arogan.
__ADS_1
Ace tidak menanggapi hal itu dan kemudian langsung menyerang Sei sambil menggunakan skill " Body Enhancement " Dan menyerang dengan tinjunya.
Sei menanggapi serangan tersebut dan menggunakan skill "Body Enhancement" Juga.
Ace dan Sei pun saling beradu serangan terus menerus.
Hingga akhirnya Sei berkata " Sudah cukup pemanasannya " Sambil mengaktifkan skill " Limit Break ".
Ace kemudian lantas menggunakan skill "Limit break" juga untuk mengimbangi Sei.
Sei dan Ace pun lantas kemudian saling beradu serangan lagi hingga mengakibatkan wilayah disekitarnya terdampak akibat pertarungan tersebut.
Selain menggunakan serangan fisik miliknya Ace juga menggunakan serangan sihir.
Di sisi lain di sebuah tempat di ibu kota.
Oriana yang di telah di bawa oleh si penculik ke tempat yang misterius tersebut.
Di sana Oriana sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuhnya akibat efek dari sihir milik si penculik sebelumnya.
saat Oriana diculik bersamaan dengan itu ia juga di berikan sihir hitam " Debuff : Paralyze " yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Gerbang di ruangan tersebut lantas terbuka di barengi dengan munculnya seorang penyihir misterius yang memakai jubah dan bertudung hitam sambil membawa tongkat sihir miliknya.
Penyihir tersebut lantas membuka tudung miliknya dan berkata " Apa kabar, Oriana Putri Dragon Emperor? ".
Oriana pun kaget karena ternyata penyihir tersebut adalah wanita yang dia kenal sebagai teman ibunya yang dulu pernah di kabarkan meninggal dunia dalam sebuah misi.
__ADS_1
Wanita tersebut bernama Linse Midgard yang merupakan seorang penyihir yang termasuk salah satu dari 9 master sihir dan dijuluki sebagai " Si sang Peneliti Sihir Jenius " Dan " Master Alkemis ".
Linse juga merupakan orang yang sebelumnya di curigai oleh sang penjaga gerbang.
melihat hal itu Oriana pun lantas berkata dengan tidak percaya " mengapa kau berbuat seperti ini, Kak Linse? ".
Linse pun dengan ekspresi dingin berkata " Kau tau kan bahwa di dunia ini kau harus berkorban demi mencapai sesuatu ".
Oriana pun menangis dan tidak percaya dengan
perkataan Linse.
Linse melanjutkan " Sebenarnya, aku menculik mu ini bukan karena dirimu adalah anak dari sang dragon emperor tapi karena dirimu adalah keturunan dari Keluarga Asgard yang merupakan keluarga yang memiliki darah dari Ras Druid yang sangat kami butuhkan dalam ritual pembangkit penguasa kami sang penyihir kekacauan yang Agung ".
Linse kemudian berbalik dan berkata " Mari kita mulai ritual pembangkitan ".
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jika kalian suka dengan cerita ini jangan lupa like dan jika bisa beri kritik dan saran agar cerita ini dapat berkembang kearah yang lebih baik kedepannya.