
Wein berjalan mendekati Ace dan berkata " Bagaimana keadaanmu sekarang, guru? " Sambil menatap Ace.
Ace pun membalas dengan berkata " Kabar ku baik, tapi aku tidak menyangka kau akan menjadi seperti ini " Sambil menatap balik ke arah Wein.
Wein berkata " Apakah begini sikap mu terhadap terhadap muridmu yang sudah lama tidak kau jumpai? " Sambil berekspresi keterangan terhadap sikap Ace.
Ace membalas Wein dengan berkata " Seharusnya bukan begini sikap yang aku tunjukkan tetapi karena dirimu yang sekarang aku terpaksa harus bersikap begini " Sambil terlihat marah kepada Ace.
Ace kemudian mengangkat pedangnya dan menunjuk Wein sambil berkata " Menjauhlah dari dia sekarang, aku akan segera menyelesaikan nya " Dengan memberikan peringatan kepada Wein.
Wein tersenyum dan berkata " Kalau aku menolak apa yang akan guru lakukan? " Dengan tidak mempedulikan peringatan Ace.
Ace membalas " Kalau begitu " Sambil menyerang Wein dengan pedangnya.
Tapi Wein dengan mudahnya menangkis serangan tersebut dengan pedangnya juga.
Ace kemudian mundur kebelakang untuk menciptakan jarak dengan Wein.
Wein kemudian berkata " Apakah guru ingat dengan pedang ini? " Sambil melihat pedang ditangannya.
Ace pun menjawab " Tentu saja, aku mengingat nya karena diriku lah yang memberikan pedang itu untuk mu dan tentu saja aku tau kekuatan dari pedang itu ".
Pedang milik Wein merupakan salah satu pedang Ace di masa lalu yang kemudian ia berikan kepada Wein sebagai hadiah perpisahan ketika Wein pergi berpetualang sendiri pedang tersebut bernama " Kusanagi " Yang merupakan pedang berbentuk katana
Yang memiliki ketajaman dan daya tahan yang sebanding dengan pedang " Zero " Milik Ace.
Pedang milik Wein ini juga merupakan pedang yang termasuk dalam kelas " Artefak " Dan juga termasuk salah satu dari 10 perang terkuat. Pedang ini memiliki skill yang terbilang cukup kuat yaitu skill yang dapat memotong segalanya ( tergantung dari penguasaan sangat pengguna).
__ADS_1
Kembali ke pertarungan.
Ace yang melihat pedang tersebut terlihat cukup menyesal karena telah memberikannya pada Wein.
Tapi tiba-tiba Wein seperti ingin mengeluarkan skill pedangnya dan menyerang Ace.
Wein kemudian merapalkan " Potong segalanya, Tebas segalanya, tidak peduli dirinya dilindungi sekalipun tetaplah potonglah dirinya yang ku kehendaki " Diiringi dengan pedangnya yang diselimuti cahaya berwarna merah yang menandakan pengaktifan skill senjata.
Wein pun berkata " Aktifkan skill pedang : True Slash " Sambil melepaskan serangan nya kepada Ace.
Ace yang tau akan skill tersebut lantas kemudian mengaktifkan Skill Unik " Protection, Uriel ".
Ace pun kemudian dilindungi oleh pelindung yang sangat kuat di sekelilingnya.
Tapi sangat di sayangkan pelindung tersebut tidak berguna di hadapan serangan Wein hingga Ace pun terkena tebasan tersebut.
Normalnya, Ace dalam kekuatan penuhnya serangan milik Wein tadi tidak akan mampu untuk mengenainya.
Ellen yang menyaksikan hal itu pun di buat kaget dan heran karena seharusnya Ace telah menahan serangan itu tapi Ace masih terkena serangan tersebut.
" True Slash " Merupakan salah satu skill yang dimiliki pedang " Kusanagi " Yang memiliki efek berupa tebasan yang akan mengenai tergetnya tanpa memperdulikan pertahanan milik sang target ( pelindung hanya mampu untuk mengurangi dampak dari tebasan tergantung dari seberapa kuat pelindung tersebut dapat mengurangi tebasan itu) skill ini juga tidak memperdulikan dimana sang target berada saat skill sudah di lepaskan dan akan mengenai sang target tetapi skill ini mempunyai syarat pengaktifan yaitu sang target harus berada di jarak pandang si pengguna ketika pengaktifan skill.
Ace memegangi dadanya yang terkena tebasan tersebut sambil berlutut dengan wajah yang terlihat kesakitan.
Selain karena luka tebasan itu alasan Ace begitu kesakitan adalah karena efek samping dari ramuan sebelumnya yang ia gunakan sudah mulai terasa yang membuat ia bahkan sulit untuk berdiri.
Wein kemudian menggendong Miya yang sedang terluka.
__ADS_1
Wein kemudian berbalik untuk bersiap pergi.
Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu ia pun kemudian berbalik dan berkata " Aku lupa untuk menyampaikan sesuatu kepada mu guru " Sambil melihat Ace.
Ace hanya terdiam kesakitan sambil melihat Wein.
Wein pun melanjutkan dengan berkata " Aku telah membuat sebuah organisasi untuk membalaskan dendamnya (Miya) guru kepada mu (Ace) yang telah membunuhnya dan kepada dunia yang telah membiarkan hal itu terjadi organisasi itu aku namakan sebagai " Ruler Number " " .
Ace kemudian menemukan sebuah jawaban atas semua insiden yang baru-baru ini terjadi yang merupakan ulah dari organisasi ini.
Wein pun terbang sambil menggendong Miya dan berkata " Atas namaku " Wein Phantom " Salah satu dari 10 Black Number " Number Zero " Sekaligus Ketua dari " Ruler Number " Dengan ini kami nyatakan pemberontakan kepada seluruh dunia " Sambil dengan tegas mendeklarasikan hal itu.
Wein pun pergi meninggalkan ibu kota Kerajaan Rose.
Ace yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan tidak mampu mengejar mereka berdua karena lukanya yang sangat parah.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca