Sang Pahlawan Bayangan

Sang Pahlawan Bayangan
Bab 2 Bagian 10 " Pahlawan, Kembali "


__ADS_3

Ellen kemudian meninggal Ace di dalam sihir putih " Sacred Territory " Miliknya dan pergi untuk bertarung melawan Miya.


Saat Ellen keluar dari pelindung ia kemudian langsung disambut dengan serangan sihir dari Miya.


Tapi Ellen dengan mudah langsung menahannya dengan Skill " Aegis " Miliknya.


Ellen pun kemudian bersiap untuk bertarung dengan Miya.


Ellen mengaktifkan beberapa skill milknya sekaligus seperti " Body Enhancement " , " Iron Body " , " Foresight ", dan " Detection ".


Ellen kemudian menyerang Miya dengan sangat cepat.


Menyadari serangan itu Miya langsung menghindar tapi dia nyaris terkena serangan tersebut.


Sedikit informasi saat ini Miya masih belum bangkit secara sempurna jadi dia belum mampu menggunakan kekuatan penuhnya pada saat ini. Hal ini diakibatkan karena Miya di bangkitkan dengan tubuh Linse sebagai dasar wadahnya sehingga tubuhnya saat ini masih dalam proses sinkronisasi dengan jiwa Miya.


Miya kemudian membalas Ellen dengan menyerangnya dengan sihir merah " Hell Fire ".


Tapi kali ini Ellen tidak menahan sihir itu melainkan menghindarinya dengan sangat cepat.


Ellen pun kemudian menggunakan sihir ke pedang miliknya merupakan sihir putih " Light Sword ".


Seketika pedang Ellen pun kemudian diselimuti cahaya.


Ellen langsung menyerang Miya dengan pedangnya.


Tapi Miya langsung berteleport ke samping Ellen dan mengaktifkan sihir merah " Inferno " Kepada Ellen.


Ellen masih sempat untuk mengaktifkan skill " Shield " Yang merupakan versi lebih lemah dari skill " Aegis ".

__ADS_1


Tapi karena hal itu Ellen tidak mampu menahan seluruh dampaknya dan sedikit terlempar kesamping.


Tapi Ellen hanya sedikit terluka karenanya dan masih bisa bertarung.


Ellen kemudian melanjutkan pertarungan dengan Miya dan terus mencoba mengulur waktu dengan terus menerus menahan serangan Miya yang sangat kuat.


Pada saat ini Ellen sudah hampir mencapai batasnya karena terus menerus menahan serangan milik Miya.


Di sisi lain


Ace sedang memulihkan dirinya dengan sihirnya sambil memohon di dalam hati " Ellen tolong bertahanlah sedikit lebih lama lagi "Dengan terus menerus memulihkan dirinya.


Pada saat ini kondisi Ace sudah hampir pulih kembali.


Kembali ke pertarungan Ellen dan Miya.


Ellen yang terus menerus menahan serangan Miya dan beberapa kali mencoba menyerang balik.


akhirnya Ellen pun sudah sangat kehabisan energi sehingga ia tidak mampu mengaktifkan skill pertahanan miliknya dengan baik.


Akibatnya Ellen pun terkena langsung serangan Miya.


Tapi ternyata Ellen masih berdiri untuk bertarung melawan Miya.


Ellen merupakan kesatria yang tidak hanya memiliki skill pertahanan yang kuat namun juga ketahanan fisik yang cukup kuat di banding kan kesatria lain pada umumnya.


Melihat hal itu Miya tiba-tiba mempercepat serangan miliknya karena dia mengetahui bahwa Ellen telah mencapai batasnya.


Akibatnya Ellen pun terluka cukup parah akibatnya rentetan serangan tersebut.

__ADS_1


Tapi saat Miya hendak menyelesaikan Ellen dengan sihirnya yang terlihat sangat kuat.


Tiba-tiba muncul ledakan energi sihir yang kuat.


Miya pun tidak menghiraukan hal itu dan kembali kepada Ellen yang kemudian ia melepaskan sihir yang sangat kuat miliknya itu yang merupakan sihir putih " Super Lightning ball ".


Bola petir yang sangat besar itu yang merupakan sihir Miya pun menuju Ellen.


Saat bola petir tersebut mendekati Ellen tiba-tiba bola petir yang sangat besar tersebut menghilang.


Dan di depan Ellen pun muncul Ace yang telah pulih yang telah menghilang sihir itu.


Ace pun berkata " Maaf sudah membuat kau menunggu saat lama " Sambil berdiri dengan gagah dihadapan Ellen.


Ellen menjawab dengan berkata " Tidak masalah yang penting waktu yang kuberikan sudah cukup untuk mu, Tuan Ace " Sambil tersenyum kepada Ace.


Ace pun dengan wajah serius berkata " Selanjutnya, serahkan padaku " Sambil melihat Miya yang sedang terbang di atas mereka.


Ace dan Miya pun kembali akan memulai pertarungan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih telah membaca


__ADS_2