Sang Pahlawan Bayangan

Sang Pahlawan Bayangan
Bab 2 Bagian 8 " Masa Lalu Penyihir kekacauan "


__ADS_3

Pada Zaman dahulu tepatnya beberapa tahun setelah Evil Dragon disegel.


Di masa awal berdirinya Kerajaan Rose.


Miya Rose dikenal sebagai Ratu yang bijaksana, baik, dermawan, dan adil terhadap rakyat nya.


Miya sangat di cintai oleh rakyat nya karena kecantikan dan sifatnya yang baik.


Pada suatu ketika Miya sedang berjalan-jalan di ibu kota sambil dengan menyembunyikan identitas miliknya.


Miya singgah disebuah panti asuhan yang sering sekali ia kunjungi ketika sedang menyusup keluar dari istana untuk bermain dengan anak-anak di sana.


Pada saat sedang bermain dengan anak-anak yang lain, ia melihat seorang anak laki-laki yang sedang menyendiri di pojok tanpa seorang pun yang menemani nya.


Miya sontak langsung mendekati anak tersebut dan kemudian mereka pun saling berkenalan satu sama lain.


Anak tersebut bernama " Rei ". Ia tidak memiliki nama keluarga karena ia sudah ditinggal oleh orang tuanya sejak masih bayi.


Setelah itu Miya selalu terus mengajak untuk bermain dengan anak-anak lainnya.


Tapi Rei selalu menolak dan terus menyendiri sambil berlatih.


Tapi Miya pun tidak pantang menyerah dan terus mengajak Rei hingga sedikit demi sedikit Rei sudah mulai membuka hatinya pada Miya.


Hingga pada suatu hari Miya pun kemudian bertekad untuk mulai mengangkat Rei sebagai anaknya.


Miya dan Rei pun kemudian menjadi keluarga sehingga nama Rei pun menjadi Rei Rose.


Karena pada saat itu Miya sebagai seorang Ratu belum memiliki seorang suami apalagi seorang anak makan secara otomatis Rei pun kemudian diangkat menjadi seorang pangeran Kerajaan Rose


Rei Rose yang di masa depan akan dikenal sebagai Raja Kedua Kerajaan Rose dan merupakan seorang Raja yang dikenal juga sebagai " Knight king ".


Pada masa itu pula, Kerajaan Rose mencapai masa-masa keemasan miliknya karena kepemimpinan dari Miya yang bagus.


Bahkan di dunia Kerajaan Rose terkenal akan kemakmuran nya.


Segala macam ancaman di Kerajaan Rose lantas dengan mudahnya di selesaikan oleh Miya dengan kekuatan dan kharisma miliknya.


Hingga pada suatu hari.


Miya yang pada saat itu tengah menemani Rei latihan dikejutkan dengan sebuah laporan.


Seorang kesatria mendatangi Miya dan berkata " Yang Mulia, telah terjadi kekacauan di bagian utara ibu kota yang di sebabkan oleh seseorang yang diduga berasal dari ras iblis " Sambil berlutut kepada Miya.


Miya yang mendengar hal itu pun lantas kaget dan segera pergi bersiap.

__ADS_1


Tapi sebelum ia pergi, ia terlebih dahulu mendatangi Rei dan berkata " Aku akan segera kembali jadi tetaplah di sini untuk berjaga, ya " Sambil menatap mata Rei.


Rei pun lantas enggan dan ingin ikut membantu Miya dengan berkata " Aku akan ikut aku sudah cukup kuat untuk dapat melindungi seseorang " Sambil menunjukkan tekad miliknya.


Tapi Miya tetap menolak hal itu dan berkata " Tidak aku menolak hal itu " Dengan nada tegas.


Rei tetap bertekad akan hal itu.


Tapi karena Miya telah menolak hal itu ia pun kemudian menyuruh beberapa maid untuk menjaga Rei selama ia pergi.


Miya pun pergi untuk mengalahkan iblis yang mengacau tersebut.


Karena Rei merasa khawatir terhadap Miya ia pun kemudian menyusup pergi dengan tujuan untuk membantu Miya.


Di sisi lain pada saat itu Miya tengah bertarung hebat dengan sang Iblis.


Tapi kemudian konsetrasi Miya pun teralihkan karena melihat Rei yang sedang ada di wilayah kekacauan itu.


Melihat hal itu Sang iblis pun kemudian menembak kan sihir kepada Rei.


Rei yang ditargetkan pun tidak menghindar b akibat dari kecepatan dari sihir itu.


Tapi Miya pun dengan cepat menghadang sihir tersebut dengan tubuhnya untuk menyelamatkan Rei.


Miya pun terkena sihir tersebut dan lantas pingsan.


Di istana Kerajaan Rose.


Miya terbaring pingsan dan masih belum siuman selama 3 sejak ia terkena sihir tersebut.


Rei hanya menangis sambil menyesali perbuatannya.


Pada saat itu muncul seorang pria yang datang untuk melihat keadaan Miya.


Pria tersebut langsung masuk ke kamar tempat Miya terbaring pingsan dan lantas merapalkan sihir pada Miya.


Melihat hal itu Rei hanya berkata " Siapa kau? " Sambil melihat pria tersebut dengan curiga.


Pria tersebut hanya berkata " Aku adalah guru dari Miya " Sambil tersenyum.


Pria tersebut atau bisa dikatakan Ace pun kemudian mengaktifkan sihirnya dengan berkata " Recovery " Yang merupakan sihir putih pemulihan yang lebih tinggi dari Heal.


Miya pun akhirnya tersadar dari pingsannya dan melihat Ace dan Rei di samping sambil tersenyum.


Tapi tiba-tiba Miya pun kemudian merasakan sakit di dadanya.

__ADS_1


Melihat hal itu Rei pun terlihat Khawatir kepada Miya.


Di sisi lain Ace yang melihat itu langsung mengaktifkan skill " Analysis " Kepada Miya.


Setelah itu tiba-tiba Ace terlihat kaget di barengi muka yang marah.


Melihat reaksi dari Ace Miya pun kemudian menyuruh Maid untuk membawa Rei keluar.


Setelah Rei keluar Ace pun berkata " Miya seperti nya kau terkena sebuah kutukan yang cukup merepotkan " Sambil terlihat serius.


Miya kemudian bertanya " Kutukan apa itu, Guru? " Sambil terlihat penasaran.


Ace pun menjawab " Itu adalah kutukan fragmen jiwa Raja iblis yang pernah aku kalahkan dahulu yang akan mengkontaminasi jiwamu secara perlahan-lahan ".


Mendengar hal itu Miya pun kaget dan membalas " Jadi secara perlahan-lahan aku jiwa aku akan berubah menjadi seperti milik Raja iblis dan akan menjadi kan ku orang yang memiliki sifat yang berbeda ( jahat) kan? " Sambil khawatir pada orang-orang yang berharga bagi dirinya.


Ace pun membalas dengan enggan " Iya kemungkinan besar akan seperti itu ".


Miya pun berkata " Guru kalau begitu aku punya permintaan jika suatu saat di masa depan aku menjadi seperti itu maka jangan ragu untuk membunuh ku? " Sambil dengan wajah memohon pada Ace.


Ace pun terlihat sedih dan berkata " Baiklah kalau begitu ".


Setelah itu Miya pun menjalani kehidupannya seperti biasa hingga pada kondisi jiwanya sudah tercemar dan berubah menjadi seseorang yang dijuluki sebagai penyihir kekacauan.


Setelah menjadi penyihir kekacauan Miya pun mengamuk di ibu kota dan menghancurkan segalanya.


Tapi hal itu tidak dibiarkan begitu saja oleh Ace ia kemudian langsung membunuh Miya sebagai mana permintaan nya ketikan ia masih memiliki kesadarannya.


Ace menusuk Miya dengan pedangnya sambil menangis dan berkata " Selamat tinggal, Wahai muridku tersayang ".


Sebagai rasa tanggung jawab ia pun menggunakan sihir untuk menghapus ingatan orang-orang tentang identitas penyihir kekacauan yang asli sehingga orang-orang hanya mengingat Miya sebagai Ratu yang menjadi teladan bagi Rakyat nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sekian terimakasih telah membaca


__ADS_2