Sang Pahlawan Bayangan

Sang Pahlawan Bayangan
Bab 1 Bagian 6 " Kekacauan dimulai "


__ADS_3

Ace dan Richard telah kembali ke ruang pesta setelah diskusi sebelumnya.


Ace yang mencoba untuk menikmati pesta dengan mencoba mengobrol kepada orang-orang di pesta pun masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan.


Saat Ace yang sedang depresi karena dirinya yang tidak bisa sama sekali menikmati pesta kemudian melihat Richard dengan ekspresi yang cemas dan lantas Ace pun pergi untuk menemui Richard.


" Mengapa kau terlihat murung kawan? Kau kan yang telah memaksaku datang ke pesta ini jadi kau harusnya jangan murung begitu " Kata Ace dengan niat untuk menghibur Richard.


Setelah mendengar perkataan Ace Richard pun kembali santai " Tumben kau menghibur " Kata Richard sambil mengejek Ace.


Ace pun membalas " Aku sedang tidak menghibur mu aku hanya tidak suka kau murung begitu setelah memaksa ku datang ".


Ditempat lain di tengah-tengah ibu kota.


Seorang pria dengan memakai jubah dan tudung hitam " Kalau begitu mari kita mulai rencananya "kata pria tersebut kepada orang-orang yang berpakaian sama dengannya.


Setelah mendengar perintah itu orang-orang tersebut lantas berkata " Baik " Sambil berpencar.


Setelah pria tersebut sendiri ia pun " Kalau sudah begini maka aku langsung saja " Katanya sambil mulai mengeluarkan sihirnya dari tangannya.


Pria tersebut lantas berucap " Arise " Sontak seketika disekitarnya muncul banyak pasukan undead.

__ADS_1


Pasukan undead yang itu pun mulai menyerang para warga secara membabi buta.


Bersamaan dengan itu telah terjadi ledakan di berbagai tempat di penjuru ibu kota.


Sehingga hal tersebut pun mulai menimbulkan kepanikan yang luar biasa di ibu kota.


Ibu kota pun lantas dilanda banyak kekacauan.


Seketika karena kekacauan tersebut para kesatria pun langsung dengan siap siaga menuju ke pusat kekacauan.


Kekacauan pun terus meningkat hingga akhirnya para kesatria sudah tidak bisa mengendalikan kekacauan tersebut.


Beberapa saat sebelum terjadi kekacauan.


Ace yang sedang asik mengobrol kepada sang pangeran.


Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari pusat ibu kota.


Ace dan Richard pun yang mendengar itu pun langsung siap bersiaga jika situasi memburuk.


Akibat suara ledakan tersebut akhirnya para tamu pesta pun mulai menjadi panik.

__ADS_1


Melihat situasi itu pun para penjaga mulai bergerak untuk mengungsikan para tamu pesta.


Richard yang sedang bersiaga pun datang kepada Anna yang merupakan tunangannya " Anna bersiaplah untuk pergi mengungsi dengan para tamu pesta lainnya " Katanya sambil pamit kepada Anna untuk segera bersiaga.


Anna pun membalas " Baiklah, tapi jangan lupa untuk tetap jaga dirimu, Richard ". Katanya sambil khawatir terhadap Richard.


Richard pun membalas sambil tersenyum " Baiklah tuan putri ku ".


Setelah semua tamu pesta diungsikan Richard dan Ace pun segera bersiaga untuk membantu para kesatria karena situasi yang sudah kacau dan tidak terkendali.


" Ace, mari kita beraksi " Kata Richard yang sudah menggunakan perlengkapan lengkapnya dengan ekspresi serius diwajahnya.


Ace pun membalas " Baiklah, pangeran " Katanya sambil dirinya ditutupi oleh mana yang berwarna hitam kemudian seketika ia pun telah menggunakan perlengkapannya yang lengkap.


Mereka berdua pun pergi menuju pusat kekacauan untuk mengamankan para pengacau.


 


Hai Aku Shinryuu.


Di bab ini kita diberi tahu tentang pangeran yang memakai perlengkapan lengkap dan ngomong-ngomong untuk perlengkapannya sendiri yaitu berupa armor lengkap dengan warna putih dengan motif berwarna emas dan sebuah pedang yang berwarna platinum .

__ADS_1


Terimakasih telah membaca.


(Beri kritik dan saran)


__ADS_2