
Saat ini Shin sedang menjaga Ibukota Kerajaan Sakura dikarenakan kemungkinan yang telah disampaikan Raja tersebut.
Walaupun sedang menjaga Shin masih terlihat cukup santai untuk orang yang sedang menjaga suatu wilayah karena dirinya masih bisa berjalan-jalan santai mengelilingi Kota tanpa terlihat khawatir sama sekali.
Saat sedang berkeliling tersebut tiba-tiba Shin merasakan aura yang luar biasa besar datang dari Istana Kerajaan Sakura.
Shin yang merasakan hal itu pun bergegas pergi mendatangi istana.
Beberapa saat kemudian Shin sampai di istana dan dengan cepat mendatangi tempat aura tersebut.
Ternyata aura tersebut berasal dari tempat latih tanding kesatria yang berada di wilayah istana.
Di Sana Shin melihat ada seorang pria yang merupakan kesatria sedang terduduk sambil diancam dengan sebuah pedang (katana) oleh seorang pria tua misterius.
Shin pun dengan cepat pergi menyerang pria tua tersebut dengan menggunakan pedang miliknya untuk menyelamatkan kesatria itu.
Tapi sangat disayangkan serangan milik Shin dengan sangat mudah ditahan oleh Pria tua tersebut dengan katana miliknya.
Benturan serangan tersebut sangat dahsyat hingga menghempaskan kesatria yang ingin diselamatkan oleh Shin dikarenakan kesatria itu sangat dekat dengan benturan serangan mereka.
Shin kemudian mundur sejenak untuk memikirkan serangan berikutnya.
Tapi ketika Shin hendak menyerang pria tua tersebut tiba-tiba terdengar suara Sang Raja yang berkata " Sudah cukup disitu ".
Shin yang mendengar Sang Raja pun langsung berlutut ke hadapan Sang Raja.
Bersamaan dengan itu juga Pria tua itu juga berlutut pada Sang Raja.
__ADS_1
Sang Raja pun berkata " Tidak usah berlutut begitu kita sedang bukan dalam situasi yang formal " Untuk menyuruh mereka berdua untuk tidak berlutut.
Shin dan pria tua itu pun berdiri setelah mendengar Raja.
Raja kemudian turun dari sebuah podium tempat duduk penonton.
Raja kemudian berkata " Maafkan aku Shin, Sebenarnya aku ingin memanggilmu ke istana untuk memperkenalkan Tuan Hanzo kepadamu tapi beberapa saat setelah Tuan Hanzo datang ke istana anakku itu langsung meminta untuk melakukan latih tanding kepadanya " Kata Sang Raja sambil menunjuk seorang pria kesatria yang sedang tak sadarkan diri di sekitar mereka.
Shin yang mendengar itu pun kaget dan berkata " Ternyata, anda adalah Hanzo Sang Samurai legendaris itu ya " Sambil terlihat mengagumi Hanzo yang sedang berdiri disampingnya.
Hanzo kemudian berkata " Tidak usah sebegitunya kepada ku itu semua berkat kerja keras ku selama ini dalam melatih diriku dan ngomong kau memang pantas dijuluki sebagai petualang terkuat dengan kekuatan mu itu, aku bahkan sampai kaget karenanya ".
Shin pun berkata " Kalau begitu perkenalkan namaku Shin Takamiya, mohon kerja samanya " Dengan nada yang lebih sopan dari biasanya.
Hanzo kemudian membalas " Aku Takeda Hanzo, mohon kerja samanya juga " Dengan terlihat tersenyum kepada Shin.
Raja yang melihat itu pun berkata " Sepertinya ini pertanda baik ".
Beberapa saat kemudian Raja baru sadar bahwa anaknya Sang pangeran sedang tak sadarkan diri di arena dan menyuruh beberapa kesatria untuk membawanya ke ruang medis untuk dipulihkan.
Di sisi lain.
Di markas Ruler Number yang tidak tau dimana keberadaannya.
Wein yang sedang duduk di singgah sananya berkata " Seperti yang telah direncanakan selanjutnya target kita adalah item yang berada di Kerajaan Sakura bagaimana pun caranya kalian harus mampu mendapatkan item tersebut dan juga seperti biasa pelaksanaan rencana ini akan diatur oleh Number Four sebagai ahli strategi kita " Dengan nada yang begitu mengintimidasi.
Ketiga orang yang sedang berlutut pun dengan bergantian menjawab.
__ADS_1
Seorang pria membawa tongkat sihir berdiri kemudian berkata " Number Eight, siap wahai Tuan ku ".
Kemudian seorang pria dengan nada semangat berkata " Number Seven, siap ".
Dan yang terakhir seorang pria yang terlihat lesu dengan nada tidak bersemangat berkata " Number Five, siap " Dengan terlihat mengantuk.
Setelah ketiga orang tersebut menjawab.
Seorang pria dengan pakaian Butler yang berada di samping Wein berkata " Number Fourth, Siap melaksanakan perintah mu Wahai Tuanku " Dengan pose hormat ala-ala Butler pada umumnya.
Wein pun berkata " Segera lah mulai pergerakan kita ".
Ketiga orang tersebut pun dengan lantang berkata " Baik " Sambil meninggalkan ruangan tersebut.
Tujuan mereka selanjutnya seperti yang diperkirakan oleh Ace adalah Kerajaan Sakura.
.
.
.
.
.
Terimakasih telah membaca.
__ADS_1