
Setelah akhirnya terungkap identitas Pria misterius tersebut yang merupakan Sang Dragon God Fafnir.
Fafnir kemudian menjentikkan jarinya dan mengubah dimensi tersebut yang merupakan territori miliknya tersebut menjadi sebuah hamparan rumput yang luas dengan beberapa bukit disekitarnya yang begitu indah dengan hamparan langit biru yang luas.
Fafnir pun kemudian berkata " Mulai saat ini aku akan melatih kalian agar menjadi cukup kuat untuk bertarung melawan Demon God itu " dengan sedikit marah pada sosok Demon God.
Ace, Griselda, dan Ophis yang masih bingung pun lantas menjadi sangat terkejut lagi.
Fafnir kemudian menambahkan " Untukmu (Ace), karena kau sudah cukup kuat maka kau akan melakukan pelatihan sendiri " Sambil menunjuk Ace.
Fafnir kemudian menjentikkan jarinya lagi dan akhirnya, membuat Ophis dan Griselda menghilang entah kemana.
Melihat hal tersebut membuat Ace sedikit memprotes kepada Fafnir.
Tapi setelah dijelaskan bahwa mereka hanya di teleport ke suatu tempat untuk latihan mereka.
Ace pun kemudian menjadi sedikit lebih tenang.
Fafnir kembali menjentikkan jarinya dan memunculkan sebuah meja dengan dua kursi yang dimana di atas meja tersebut terdapat sebuah cangkir dan sebuah teko yang berisi teh.
Fafnir pun duduk di salah satu kursi tersebut dengan pose mengajak Ace untuk duduk di kursi lainnya.
Setelah Ace duduk di kursi tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba teko yang berisi teh itu pun kemudian terbang dan menuangkan teh ke cangkir milik Fafnir.
Fafnir pun meminum teh tersebut dan berkata " Kau mau juga? " sambil menawarkan teh kepada Ace.
Ace pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Fafnir tersebut.
Kemudian teko itu pun menuangkan teh ke cangkir milik Ace.
Ace pun meminum teh tersebut dengan gaya seorang bangsawan .
Tapi entah mengapa secara tiba-tiba setelah meminum teh tersebut tubuh Ace tiba-tiba merasa jauh lebih baik dan bahkan Ace dapat merasakan bahwa energinya mulai pulih dengan sangat cepat.
" Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada mu apakah kau sudah pernah bertemu dengan Tuanku? " kata Fafnir untuk memulai pembicaraan.
Mendengar hal tersebut Fafnir kemudian tersenyum dan berkata " Sepertinya Dirinya tidak memberitahu dirimu tentang Dirinya sebenarnya, ya kalau begitu aku juga belum bisa menjelaskan tentang Dirinya kepadamu " sambil membayangkan sosok Tuanya.
Ace kemudian bertanya kepada Fafnir " Apakah itu berarti Sosok tersebut adalah sosok yang sudah aku temui sebelumnya? " dengan kebingungannya.
Fafnir pun menjawab " Kau sudah jelas pernah bertemu dengan Dirinya karena kau tak lain dan tak bukan adalah............. ".
Mendengar hal tersebut Ace pun menjadi begitu terkejut dan bahkan tidak percaya akan fakta tersebut.
Ace kemudian mencoba menenangkan pikirannya dengan meminum teh miliknya sambil melihat pemandangan yang indah tersebut.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian.
Fafnir kemudian bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berjalan menjauh dari tempat Ace tersebut.
Setelah cukup jauh Fafnir kemudian berbalik kearah Ace dan kemudian menjentikkan jarinya.
Seketika tempat milik Ace itu pun menghilang.
Ace pun kemudian dengan sangat cepat melompat dan langsung mengambil posisi siaga.
" Apakah kau siap? Karena saat ini kita akan mulai latihannya " kata Fafnir dengan tekanan darinya yang berangsur-angsur menjadi lebih kuat.
Melihat hal tersebut Ace pun berkata " Aku siap kapan pun yang kau mau, Master " dengan posisi siap bertarungnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca.