Sang Pahlawan Bayangan

Sang Pahlawan Bayangan
Bab 4 Bagian 3 " Pergerakan Black Rose "


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu setelah pertemuan Ace dan para petinggi Kerajaan Rose.


Pemimpin pasukan telah mengirimkan utusan nya untuk pergi memberikan surat kepada pasukan Black Rose.


Tapi dikarenakan markas pasukan Black Rose yang sangat jauh di kedalam hutan maka butuh waktu beberapa hari sebelum utusan tersebut sampai ke markas tersebut.


Di sebuah tempat misterius di kedalaman hutan di Kerajaan Rose.


Terdapat sebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah markas pasukan.


Seorang kesatria pria sampai di bangunan tersebut sambil dengan membawa sebuah surat.


Pria tersebut kemudian di persilahkan masuk oleh penjaga disana.


Pria tersebut kemudian dibawa di sebuah ruangan tempat pemimpin pasukan tersebut berada.


Pria berkata " Atas nama Raja Kerajaan Rose aku memberikan surat ini kepadamu " Dengan nada penuh keagungan dalam pengumumannya.


Di ruangan itu juga pria tersebut kemudian memberikan sebuah surat tersebut kepada seseorang yang sedang duduk di sofa ruangan tersebut.


Setelah memberikannya pria tersebut pun pamit dengan hormat dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah membaca surat tersebut tiba-tiba orang tersebut pun tertawa.


" Hahahahaha........... Akhirnya setelah sekian lama kami dapat bergerak kembali " Kata orang tersebut sambil tertawa dengan puas.


Orang tersebut adalah seorang wanita yang bernama " Griselda Armando " Yang merupakan pemimpin dari pasukan Black Rose.


Griselda pun kemudian memerintah kan ajudannya untuk mengumpulkan semua pasukan Black Rose.


Setelah itu semua pasukan Black Rose pun dengan sigap berkumpul di alun-alun markas tersebut.


Griselda pun kemudian pergi berdiri di podium dan berkata dengan lantang " Baru saja aku mendapatkan sebuah perintah dari Kerajaan bahwa pasukan kita di beri sebuah tugas untuk meningkatkan Keamanan Kerajaan dalam menghadapi Organisasi Ruler Number itu dan dengan itulah aku memerintah kan kepada kalian semua supaya menjalankan perintah tersebut " Dengan nada yang begitu tegas.

__ADS_1


Setelah mendengar hal itu semua pasukan pun tiba-tiba bersemangat dan berkata dengan lantang " Siap laksanakan " Dengan begitu siap menjalankan tugasnya.


Griselda pun kemudian turun dari podium dan pergi meninggalkan tempat tersebut bersama dengan 10 komandan regu Black Rose.


Mereka kemudian berpindah di sebuah ruangan untuk mengadakan rapat pengaturan pasukan.


Di rapat tersebut kemudian di putus kan bahwa mereka akan membagi 10 regu tersebut ke 10 titik di Kerajaan Rose yang rawan akan ancaman.


Sedikit info pasukan Black Rose walaupun merupakan pasukan yang sangat kuat jumlah dari pasukan ini sangat sedikit yang hanya berjumlah sekitar 100 orang ditambah dengan 1 orang pemimpin pasukannya.


Kembali ke cerita.


Setelah rapat yang singkat tersebut pasukan Black Rose kemudian pergi bergerak ketempat mereka masing-masing.


Sementara itu Griselda sebagai pemimpin pasukan akan pergi ke ibu kota untuk melapor kepada sang Raja.


Beberapa hari telah berlalu setelah pergerakan pasukan Black Rose.


Griselda pun lantas dengan cepat pergi ke istana untuk menemui sang Raja.


sesampainya di istana Griselda kemudian keruang tahta untuk menemui Sang Raja.


Tetapi, tiba-tiba kejadian yang tidak terduga pun terjadi.


Griselda dengan bar-barnya menendang pintu ruang tahta dan berkata " Yo, Arthur lama tidak berjumpa ya " dengan nada yang tidak ada sopan-sopannya sama sekali.


penjaga yang mendengar itu pun berkata " sungguh tidak sopan kau ini " dengan nada marah dan menodong kan tombaknya pada Griselda.


Tapi Raja kemudian berkata " tidak apa-apa, turunkan senjata kalian itu dan kau juga Griselda jangan memancing keributan seperti itu lagi untuk menghibur dirimu itu " sambil menatap tajam pada Griselda.


Griselda pun mendecakkan lidahnya dan berkata " Cih, kupikir para penjaga ini dapat menghibur ku " sambil terlihat kecewa.


Para penjaga yang mendengar itu pun marah dan geram terhadap sikap Griselda itu.

__ADS_1


Raja pun berkata " Sudah cukup bercanda nya Griselda, aku tau kau sudah lama tidak bertarung dan aku tau itu akan menggangu dirimu yang gila pertarungan itu tapi kau tau kan ini bukan waktu yang tepat untuk itu " dengan tatapan sinis nya kepada Griselda.


Griselda membalas " Baiklah kalau begitu " .


setelah situasi yang merepotkan itu Raja kemudian memerintah kan para penjaga itu supaya keluar dari ruang tahta.


setelah penjaga tersebut keluar.


Sang Raja kemudian dengan serius berkata " Jadi, bagaimana pergerakan pasukanmu sekarang? ".


Griselda pun menjawab " Tidak usah khawatir kan itu, Arthur, ngomong-ngomong apa yang akan kau berikan kepadaku sebagai balasan dari tugasku ini? " .


Sang Raja kemudian berkata " Tenang saja, aku sudah menyiapkanmu lawan bertarung yang sangat kuat bahkan mungkin tidak akan mungkin kau kalahkan " .


Griselda pun teringat kepada seseorang dan berkata " Jangan bilang orang itu adalah Guru ya, kalau benar maka aku tentu saja akan kesulitan melawannya walau saat ini ia belum bisa menggunakan kemampuan penuhnya ".


Sang Raja kemudian membalas " Benar sekali orang itulah yang aku maksud " .


Griselda pun tersenyum dan berkata " Kalau begitu, aku akan bekerja keras untuk itu ".


Griselda pun pergi meninggalkan ruang tahta sambil bersemangat menyelesaikan tugas ini.


.


.


.


.


.


Terimakasih telah membaca.

__ADS_1


__ADS_2