
part 18
🍀🍀🍀🍀🍀
pov gus salman___
Aku yg kini sedang duduk di ruang tamu dengan senyum senyum menunggu kedatangan seseorang.
tak lama dari jauh terdengar suara langkah sandal yang terdengar nyaring, "itu pasti dia, kenapa terdengar dia semangat sekali ya?" gumamku sambil menggaruk belakang kepala yang gak gatal.
tok tok tok... tok tok tok...
assalamualaikum 🍀
aku dengan segera berdiri membukakan pintu dengan cepat dengan menjawab saalam pelan.
"haaaahhh"
seketika mood ku yang ceria menyambutnya berubah menjadi geram dibuatnya. "masyaalah ini cewek petikalan banget ga punya sopan santun berteriak-teriak sak enak e udele dewe" gumamku dalam hati menahan emosi
Dan dia kelihatan takut lalu menutup mulutnya dengan dengan telapak tangannya dan mata yang melotot lebar tapi setelah itu dengan cepat dia menunduk ketakutan dan malu. "buset nih bocah kayak lagi liat setan aja syok banget kaya gitu" gerutuku lagi dalam hati.
tanpa basa basi lagi langsung kutanyai
"kamu irah? "
"ii inggeh gus, nga ngapunten kertasnya mboten kulo beto,** tapi nulise sampun rampung kkok" jawabnya terbata bata menahan takut sambil tetap tertunduk.
dalam hatiku tersenyum puas mendengar jawabanya, jawaban yang sebenernya tidak sama sekali kubutuhkan, "ah tapi lucu juga anak ini kalau lagi tegang begini,,,, aisshh masyaAllah kenapa pikiranku jadi gak karuan gini sih" buyarku dari lamunan.
"iyo aku tau" jawabku singkat, karna takut ketahuan mikirin dia, sebenernya aku sudah tau kedatangan dia kemari.
#flash back...
"mas"
"enggeh dalem mah"
ummah memanggilku dari meja makan saat aku mau pergi kedapur mengambil minum untuk berbuka.
aku mendekati ummah, "wonten nopo ummah manggil kulo" (ada apa ummah manggil saya)
__ADS_1
"gini loh le, nanti habis mahgrib ada irah mau kesini tolong bukain dulu yo nek wis datang, ummah masih harus ngeberesih ini dulu"
"irah sinten ummah? " tanyaku bingung
"oh iyo ummah lupa, dia santri baru anak e sahabat ummah dulu waktu di pondok, nah sekarang diae pengen memulai hafalan sama ummah, oh iyo leh bocah e kan masuk kelas 2 ipa1 kelas sing tadi kamu ajar mosok gak kenal"
"emmmb salman inget ummah, kui tadi tak kasih hukuman diae hihihi"
"lah kenopo to mas kok di kasih hukuman iku, mesakne loh bocah e, pasti pikirane bingung mikir hafalane yo mikir hukuman mu"
"hehehe mboten berat kok ummah" jawab ku lirih.. mendengar jawaban ummah membuatku sedikit merasa kasihan sama tu orang, menyesal telah memberinya hukuman begitu banyak, eh tapi yaudahlah lagian biar dia kapok dan gak sembarangan bersikap.
#flash onn....
"cepet masuk, ditunggu ummah"
dia mengangguk dan berjalan mengekoriku dari belakang, "sungguh beruang liar menggemaskan" gumamku sinis dengan bibir terseyum.
aku menyuruhnya pergi ke ruang kluarga dan benar di ruang kluarga sudah ada ummah yang sudah kedatangannya dan ummah menyuruhnya duduk di sampingnya.
"sini nduk,, kamu wis siap setorannya? "
"inggeh ummah"
dia mulai melantunkan huruf demi huruf ayat demi ayat dengan hati-hati dan lumayan lancar, walaupun di tengah tengah sempet juga agak tersendat tapi akhirnya dia bisa mengingatnya.
aku sedari tadi berdiri di pintu kamarku yang letaknya tidak jauh dari ruang kluarga, sehinnga aku sedari awal bisa memperhatikannya, "ternyata bocah nakal ini bisa ngaji juga, ngajinya juga tepat semua suaranya juga merdu, aduh makin manis aja dilihatnya" gumamku dengan senyuman termanis.
ku melihat ummah memberikan panjang lebar petuah petuah untuk nya dan dia mendengarkan dengan benar. "oh andai tadi di kelas kamu mau bersikap kayak gini juga gak bakal aku menghukum kamu irah" gumamku sambil terus memperhatikan kedua wanita tersebut.
"enggeh ummah, makasih ummah sudah mau mengajarkan segalanya buat irah, orah sudah seperti sedang bersama umi" ucap irah tertunduk sedih.
"kenapa hatiku jadi sakit begini melihatnya sedih kayak gitu, aduh gak gak, aku gak boleh jatuh cinta,gak boleh" gumamku dengan menggelengkan kepala.
tiba tiba kulihat ummah memeluk nya "koe iki wis tak anggep putriku dewe ir, gausah sungkan karo ummah yo" dengan mengelus-elus punggungnya.
sebegitu sayangnya ummah pada dia, membuat bibirku bergerak keatas, aku tersenyum haru melihat kehangatan keduanya, sungguh pemandangan yang indah, bikin hati adem.
tiba tiba,,
matanya melihat menuju pada posisiku berdiri dengan sedikit melotot, kurasa kini dia mengetahui kehadiran ku dsini
__ADS_1
"haduhh bisa bisa nya aku ketahuan sedang memperhatikan dia, bisa bisa dia salah faham dan mengira yang tidak" lagi" gumamku dalam hati dengan kikuk.
aku segera masuk ke dalam kamarku, berharap dia tidak salah paham melihat kejadian saat itu.
aku merebahkan diriku di atas kasur menenangkan pikranku yang lagi tak karuan.
"haduhh bisa bisa nya aku ketangkap basah kayak gini, malu banget ***** banget sih aku" umpatku sendiri
aku masih sedikit mendengar percakapan mereka, mendengar suara irah jadi teringat akan sikapnya yang lemah lembut di depan ummah, sangat jauh berbeda di banding saat pertama kali bertemu denganku dia jadi petikalan yang bikin aku mebencinya saat pertama bertemu, tapi melihat sikapnya saat ini membuat pandanganku tentang dia berubah seketika ternyata dia masih mempunyai sifat lemah lembut dan penuh kasih sayang.
aku terus senyum senyum sendiri membayangkannya.
tiba-tiba sayu sayu terdengar percakapan mereka
"nggeh pun ummah kulo pamit balik kamar nggeh" ucap irah
"wis mangan malem ta nduk, kene ayo bareng-bareng umah buya karo gus e mangan malem"
haduh ummah kok pakek acara nawarin makan malam segala sih, kan tadi kita semua habis berbuka masa iya harus makan lagi, lagian kalau dia mau, aku yang ga siap ketemu dia saat ini, dia pasti salah sangka sama aku, huh malu banget. gumamku mencibir mendengar ucapan ummah.
"em mboten ummah, sampun di tunggu rencang-rencang (teman teman) di kamar makan sareng-sareng" jawab irah
"hufff"
aku bernafas lega mendengar tolakan irah, akhirnya gak jadi bertatap muka dengannya saat ini.
"oh yowis, kapan kapan kudu gelem yo melu mangan kene, yo wis kunu nang balik, jogo kesehatanmu nduk"
"nggeh ummah"
"assalamualaikum"
Waalaikum salam
jawabku pelan.
akhirnya dia balik juga, aduh tersiksa banget kayak gini, nahan malu.
tak berapa lama terdengar suara adzan, aku kluar mengambil wudhu di dalam kamar mandi di kamarku dan melaksanakan sholat isya' sendiri kali ini aku lagi males ngikut berjamaah di mushollah.
hai teman,,, gimana nih, masih banyak kurang nya kan hehehe mohon di maafkan ya saya nya juga masih belajar
__ADS_1
jangan lupa terus like komen dan vote nya ya teman biar bisa lebih semangat lagi untuk melnjutkannya