Sang Pendekar Wanita

Sang Pendekar Wanita
part 8


__ADS_3

part 8


🍀🍀🍀🍀


Di sekolah baru


_________


Kini 4 sekawan ini telah berada di dalam kelas, irah duduk bersebelahan dengan nela sedangkan yanti berdua dengan ririn di belakang irah, mereka memperkenalkan irah pada teman teman lainnya, terlihat semua bergantian mengerubungi dan menyalami irah dengan senang hati. disini kelas siswa laki perempuan di pisah, bisa dilihat kini teman irah perempuan semua beda dengan tempat sekolahnya dulu.


tak lama guru pun masuk kelas, semua diam penuh ta'dhim


"assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh"


"Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh" jawab serentak


"wah kelihatannya ada siswi baru ya, boleh maju kedepan memperkenalkan diri "


dengan malu malu irah maju kedepan dan memperkenalkan dirinya, setelah itu irah dipersilahkan duduk kembali.


---


proses pembelajaran tidak banyak berbeda dengan sekolahnya dulu, sehingga irah bisa mengikuti pelajaran seperti biasa hanya beda nya disini lebih ditekankan pada pelajaran agama nya karna memang disini sekolah berbasis pesantren.


🍀🍀


pukul 13.00


teeetttt... teettttt.....


bel berbunyi menandakan pelajaran telah usai, para siswa siswi berhamburan keluar kelas dan kembali ke pondok ke kamar masing-masing.

__ADS_1


sebelum 4 sekawan kembali ke kamar, mereka pergi ke kantin terlebih dulu untuk sekedar membeli cemilan dan es karna dirasa siang itu sangat panas sekali hingga membuat tenggorokan mereka kering, mereka berjalan dengan penuh candaan hingga


buuuukkk....


"AauwW" lirih irah tanpa menatap orang tersebut.


"Eh maaf-maaf, ndak sengaja"


irah hanya meangguk tanpa menatap didepan nya. nela yang melihat nya langsung membantu irah untuk berdiri.


"siapa dia nel, kok ndak pernah lihat aku"


"oh ini santri baru, teman sekelas aku kang" jawab nela dengan tak kalah menunduk.


"Yaudah sekali lagi maaf ya" ucapnya dan langsung meninggalkan 4 sekawan tersebut.


yanti dan ririn mendekati irah dan nela.


"kalian gapapa kan. yuk kita masuk ke kantin biar ga lama-lama"


didalam kantin pun mereka slalu bercanda sehingga kini irah tidak kesepian lagi. walaupun baru sehari tetapi mereka sudah terlihat sangat akrab, dan itu membuat irah menjadi lebih kuat untuk bertahan di pondok ini.


🍀🍀🍀


sepulang dari kantin, mereka langsung sholat dhuhur di kamar, semua waktu sholat di wajibkan berjamaah kecuali waktu dhuhur.


"Gusy kalian ada janji nih sama aku"


dengan mengangkat satu alisnya ririn bertanya "janji apa rah"


"janji mau ajarin aku nulis huruf pego, aku malu aku belum bisa mengartikan kitab dengan semestinya" irah terlihat murung.

__ADS_1


"Assyiappp,,, kita pasti ajarin kok. tenang bae hihihi"


akhirnya dengan telaten mereka berempat sama-sama belajar sampai tanpa terasa kantuk melanda hingga mereka semua tertidur dengan tanpa berpindah dari tempat belajarnya. ada yang sambil pegang pulpen, ada yang kepalanya tertutupi buku, ada yang cuma memeluk kitabnya. hihihi polos banget deh pokoknya.


hingga tanpa terasa


tetttttt........... tetteeeettttttttttt.


bel waktu sholat ashar pun berbunyi.


mereka pun terperanjat dari tidurnya dan bergegas mengambil wudhu untuk mengikuti jamaah ashar.


terdengar lagi suara adzan seperti tadi subuh, suara yang begitu merdu membuat hati jadi adem.


lagi-lagi ririn dan yanti godain nela karna terlihat nela sedang membayangkan sesuatu sambil senyum senyum sendiri "ciee yang lagi menghayal kang ihsan"


nela yang ketahuan langsung memalingkan muka yang pasti sudah memerah karna malu "opo wae to kalian ini"


"emang siapa kang ihsan rin? " tanya irah penasaran


"itutuh pemilik suara merdu, dia ketua pengurus pondok putra kakak kelas kita" jawab yanti.


"ho. oh" sahut ririn


"dia pacar kamu nel? " tanya irah penasaran lagi, tapi ada sedikit kekecewaan dihatinya entah itu perasaan apa, mungkin irah telah terpanah dengan pendengaran pertamanya hihihi


"nela sangat mengagumi kang ihsan rah, secaraa kang ihsan udah ganteng, pinter, suaranya merdu lagi dan juga dia seorang gus, tapi dia ga mau di panggil dengan sebutan gus hihihi" sahut ririn


"Huss jangan keras-keras, kedengaran mbak pengurus bisa di ta'zir kita berempat gara-gara bahas laki-laki" sangkal nela.


"lagian dia sama aku bagaikan langit sama bumi. jauhh"

__ADS_1


mereka semua tergelak bersama. akhirnya tersadar bahwa terlihat salah satu mbak pengurus mendekati mereka. merekapun memutuskan untuk segera berangkat sebelum mata petaka terjadi hihihi karna garangnya makhluk satu itu.


jangan lupa komen, like dan vote ya temen-temen


__ADS_2