
part 22
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pov gus salman.
Selesai mengajar aku beristirahat di kantor menunggu pergantian jam selanjutnya.
"Monggo pak, silahkan di makan kue nya biar gak ngantuk. " ucap salah satu guru
Di kantor sedang banyak guru yang sama denganku, sedang menunggu pergantian jam pelajaran selanjutnya, mereka saling bercerita berargumen dan bercanda ria, sedangkan aku hanya melamun memikirkan irah, hatiku saat ini sedang di hantui rasa bersalah.
"Aku semalam sangat keterlaluan, aku telah melukai hati irah hingga membuatnya sakit seperti saat ini.
hmm separah apa sakitnya kali ini kamu irah?
Sudahkah makan?
Sudahkah minum obat kamu irah?
andai kamu saat ini berada di dekatku akan ku rawat sampai kamu pulih seperti semula lagi irah, maafkan aku.
Maafkan segalah kesalahanku yang telah kuperbuat padamu, aku sungguh sangat menyesalinya,
Dengan apa aku bisa menebus segala kesalahan ini irah.. " gumam ku setiap ku mengingat kejadian semalam.
"Gus ngelamu nopo to? " tegus salah satu guru yang melihatku sedari tadi diam dan melamun tanpa iku arah perbincangan mereka.
"Eh anu, mboten nopo-nopo kok pak, eh kayaknya sudah waktunya saya masuk ya pak, kalau gitu saya permisi masuk ke kelas dulu nggeh pak syarif. " ucapku meminta izin masuk kelas tdrlebih dulu karna memang bertepatan sudah waktunya aku mengajar.
_______
Sepulang dari sekolah yanti irah dan nela bercepat cepat ingin pulang ke pondok untuk melihat keadaan irah, mereka sangat menghawatirkan nya karna tadi pagi panas irah sangat tinggi dan hanya turun sedikit dari suhu awalnya.
"Gimana ya keadaan irah, kasihan banget dari tadi dia sendirian di kamar... apa kita menelfonkan keluarganya biar dia dirawat dirumah saja, aku ga tega jika kita membiarkan sendiri terus. " ucap yanti memberikan usulnya pada nela dan ririn di sela sela perjalan mereka ke kamar.
"Nek gitu nanti kita tanya irah dulu, gimana enaknya. " jawab rinrin dan di anggukin nela.
Saat tiba dipondok ketiga sahabat itu dengan cepat pergi mendekati irah untuk melihat kondisinya.
"Ya Allah kasihan banget ini anak, apa tadi sudah makan? " bisik nela takut irah terbangun melihat nya yang saat ini sedang tertidur.
__ADS_1
Yanti mencoba mengecek kondisi irah, meletakkan tangan di keningnya irah.
"Masih panas, cuma sedikit turun panasnya! "
"Eeuuhhhmmm" irah terbangun merasa ada yang menyentuhnya.
"Eh kalian sudah pulang? "
" Buburnya tadi sudah kamu habisin belum ir, kalau habis ntar aku belikan lagi ya? "
"Ehmm gak usah nanti aku makan dari kost pondok aja, lagian aku sudah agak mendingan kok. "
"Badanmu iku masih panas ir, gak boleh makan makanan kasar. Apa kamu tak telvonin kerumah mu aja ir, biar di jemput orang tua mu? "
"Ehh jangan, ga usah aku masih kuat kok, bentar lagi juga pasti sembuh panas ini doang. "
"Kalau kalian telvon orang rumah pasti akan bikin abi dan umi makin khawatir, aku yakin mereka juga sebenernya sudah sangat menghawatirkan keadaanku di pondok iki karna biasanya kalau aku berangkat nyantri selalu ada saja ulah yang kuperbuat hingga membuat mereka menjadi malu akan perbuatanku. " gumam irah.
"Nek gitu tak ambilkan jatah makan kita berempat ya, kamu tidur dulu ir jangan banyak bergerak. ayo yan kita ambil ke ndalem. Rin kamu jaga irah! " ucap nela memberi instruksi.
Yanti dan nela pergi ke dapur umum ndalem untuk mengambil jatah makan siang mereka.
Di dalem sudah ada beberapa kang kang santri yang iku membantu menyiapkan makanan bersama mbak mbak ndalem, mereka setiap harinya yang telah menyiapkan makanan untuk 860 santri putra putri.
Di sana sudah terlihat beberapa tumpuk kotak makan yang bertanda telah siap untuk di ambil. "Assalamualaikum permisi mbak, kang kita badhe ngambil jatah nasi kamar khodijah. "
"Waalaikum salam "
"Oh nggeh sampean cari sendiri nggeh, habis itu tandatangannya ojo lali. " jawab mbak ndalem
Setibanya di kamar ketiga sahabatnya itu menyiapkan segala keperluan irah.
"Ayo ir tak suapin yo.."
"Ndak ndak. aku bisa makan sendiri kok, ayo kita makan bareng "
"Yowis kalau gitu, ini obatnya juga diminum. "
Di sela-sela makan mereka slalu selingi dengan bercanda "Oh iyo ir, semalam kamu balik jam brapa dari ndalem,sampai kami ketiduran lo tapi kamu belum balik balik? " tanya nela
"Iyo, memangnya kamu setor hukuman apa ngapelin gusnya sih ir hihihihi. " sat ririn
__ADS_1
"Enak aja kalo ngomong.. ga bakalan aku ngapelin itu gus sekalipun dalam mimpi, amit amitttt." ucap irah dengan mengetokan tangan di kepalanya. "Semalam itu aku ada perlu sama ummah mau konsultasi tentang hafalanku. "
"Hehehe maaf ya teman teman aku belum siap buar jujur sama kalian tentang kejadian semalam. " gumam irah.
"Oh iya, nanti sore waktunya ngaji buya ya, aku belum murojaah pengajian yang kemaren nih, habis ini kita belajar bersama ya." lanjut irah
"Irah oh irah, kamu iki lagi sakit, kok ya sempet sempetnya sih maksain buat ngaji, kamu itu harus istirahat biar sakitnya ga makin parah, ngerti! " tegas ririn.
"Aku sudah kuat kok ikut ngaji. "
"Emang kamu beneran sudah mendingan ir?, yaudah nanti kita belajar bersama okey! "ucap nela
"Syiap. " jawab irah.
telah makan selesai mereka sholat berjamaah dhuhur di kamar mereka, setelah itu baru mereka memurojaah ngaji kitanya buya hannan untuk nanti sore. dan setelah itu ketiga sahabat itu tertidur.
Melihat ketiga sahabatnya tertidur pulas irah tersenyum bahagia, "Aku bersyukur punya teman baru seperti kalian, kalian begitu sangat tulus menemani disetiap kesenangan dan kesulitanku. makasih sahabat sahabat jannahku. " gumam irah.
Setelah itu ira mengambil Al Qur'an kecil yang slalu di bawah kemanapun,sebenernya ia masih merasa lemes, tapi dia mencoba melawan rasa sakit dan memilih untuk tidak merasakannya. Irah men nderes hafalan tadi pagi dan yang kemaren-kemaren dengan suara lirih takut membangunkan mereka, tanpa lama irah pun merasa kantuk yang amat sangat hingga membuatnya memilih untuk ikutan tidur bersama para sahabatnya.
----
teetttt tettttt tetttttttttttttttttttttt......
Suara bel waktu sholat ashar yang di lanjut dengan suara adzan yang merdu dari laki-laki tampan yairu kang ihsan.
"Hmmm adem banget walaupun hanya mendengar suara mu kang, beda banget ketika sedang berhadapan sama gus tengil nyebelin itu, oh mudah mudahan kelak kau jodohku kang. "gumam irah dengan tersenyum ketika terbangun dan terdengar suara adzan kang ihsan.
"Hooaammmm." yanti juga terbangun menguap "Kamu kenapa senyum begitu ir?? apa jangan jangan kamu kesurupan?"
"Enak aja aku masih waras woy, Sudah ayo kita ambil wudhu cepet,, nel, rin ayo cepet bangun"..
Mereka semua kini bersiap siap untuk jamaah ashar dan di lanjut ngaji buya hannan, mereka tengah siap dengan mukenah dan kitab kitabnya.
Sholat ashar berjalan dengan khusuk, dan ngajipun berjalan dengan santai pasalnya hari ini buya tidak menyuruh bergantian maju membacakan kitab karna buya mau tindakan sehingga beliau tidak bisa lama.
--
jangan lupa like komen dan vote ya teman.. jangan lupa juga kasih rate lima nya, juga sedikit kasih saran kritiknya karna saya masih baru belajar
makasih
__ADS_1