Sang Pendekar Wanita

Sang Pendekar Wanita
part 6


__ADS_3

Part 6


Abi hasyim dan kiai hannan dulu menikah hampir waktu nya bersamaan, hanya selisih 1 hari. Jadi mereka tidak bisa menghadiri satu sama lain. Mereka pun belum masing masing istri sahabat tersebut.


"kok iso sampai nang kene kang"


" nggih gus, kebetulan bu nyai niku sahabat istri ku, lah niat kami mriki yo mau mondok ke anak ku gus,


Eh ternyata kok pemangkue gus yai hannan koncoku dewe to hrhehe"


"Wah anakmu ayu tenan kang hasyim. Oleh tak pek mantu ora iki" canda yai hannan.


"walah gus gus.... Anak ku orah sebanding to karo putro njenengan, lagian irah mriki kan niate golek ilmu to gus" jawab abi hasyim merendah karna beliau sadar.


Setelah mereka berbincang cukup lama dan melaksanakan sholat berjamaah di ndalem trus di lanjut makan malam, pun abi dan umi irah pamit undur diri.


"gus, ning kulo dan istri mau pamit wangsul, sampun dangu" ucap abi hasyim


"enggih kang hasyim sering sering sambang mriki" ucap yai hannan


"iyo mbak khaula sama kang hasyim ojo sungkan sungkan, sering sering main mriki" lanjut bunyai.


Kini mereka sudah berpamitan dari ndalem. Semua barang barang irah pun di masukkan ke dalam pondok di bantu mbak mbak khodimah.


Abi dan umi pamit pada irah dan tak lupa mereka slalu memberi nasihat nasihatnya pada putrinya.


"sayang,, ndukk, abi dan umi pamit pulang ya, jangan berbuat yang macem macem lagi. Abi harap sampyn bisa jadi orang yang berhasil" ucap abi sambil mengelus kerudung di bagia kepala irah.

__ADS_1


"iya nduk.. Jika sekarang sampean mau bersusah payah menanam sesuatu yang baik, suatu saat pasti sampean bisa panen sesuatu tersebut.


Seng sabar nak pondok yo nduk. Belajar jadi anak sng rendah hati. "Tambah umi


Tanpa terasa dan tak bisa terbendung lagi, bulir bulir pun berjatihan dari mata irah, dengan memeluk erat tubuh uminya irah tidak bisa berkata apa apa, hanya sesengguk an yang terdengar dari nya.


"yawis gak usah nangis lagi, abi dan umi mau pulang, sampean yang kerasan nggeh nduk di pondok iki, belajar sing tenanan Insyaallah sampean bisa" kuat abi.


"iya bi mmi, doakan irah ssselalu hiks hiks hiks, irah berrr janji ii irah akan bersungguh s ssungguh hiks hiks.. "


Mereka bersalaman. Abi dan umi udah masuk ke dalam mobil dan berjalan meninggalkan irah sendiri di pesantren.


Dengan menetesnya air mata irah menatap mobil abi nya berjalan semakin jauh dan sudah tak terlihat lagi, seolah enggan di tinggalkan mereka sendiri di sini.


Akhirnya irah kembali masuk ke pondok dengan mengusap pipinya yang basah.


Di dalam kamar irah di sambut 3 santriwati.


"hai nama mu siapa"tanya salah seorang santri


"namaku irah dari malang, kalian siapa"


"aku nela, ini yang di sampingku yanti, dan sebelahnya lagi ririn" jawab nela dengan tersenyum ramah. "


karna melihat mata irah yang sembab membuat sahabat baru tersebut menjadi kasihan


"kamu ga perlu sedih, sekarang kita sudah jadi teman kamu kok"

__ADS_1


"iya makasih ya"jawab irah


"karna sekarang udah jam 10 sebaiknya kita sekarang istirahat, lagian kamu juga capek perjalanan jauh juga kan? "


"iya badan pada pegel semua nih"


"kamu tidur disebelah pojok apa tengah ir? "tanya salah satu temanya


"aku tidur di pojok aja nel"


kini mereka ber 4 sudah di tempat tidurnya masing masing, tidur dengan beriringan seperti ikan pindang kata para santri.


hari semakin malam. temannya sudah tertidur pulas, tinggal irah yang tak bisa memejamkan matanya, ia slalu teringat abi umi dan rumahnya, baru beberapa jam saja irah berada di pondok tapi ia merasa seolah bertahun tahun,terasa amat lama. tanpa terasa air matanya pun lagi lagi menetes hingga semakin lama membuatnya tak bisa mengontrol tangisnya, hiks hiks hisk. hingga yanti yang berada di sampingnya terbangun mendengar suara tangis ira.


"Ya Allah irah, kamu belum tidur? kamu masih menangis irah? udah irah, ada kami kamu jangan sedih terus"


irah hanya memeluk yanti yang terduduk disampingnya.


"udah irah ayo kita tidur, besok harus bangun subuh buat jamaah biar ga kesiangan, kalu kesiangan kita bisa kena ta'zir"


ta'zir adalah hukuman.


"iya ti, maafkan aku"


"wis nang ayo tidur, jangan banyak pikiran biar bisa tidur"


akhirnya irah mencoba memejamkan matanya. dan tertidur karna saking capeknya, yanti pun ikut tertidur juga.

__ADS_1


gimana kehidupan irah selanjutnya di pesantren ini ya kira kira


__ADS_2