
Sang Pendekar Wanita
Part 7
Jam menunjukkan pukul 3 pagi, irah terbangun dari tidurnya. Mengingat-ngingat bahwa sekarang dirinya bener telah berada di pesantren dengan melihat langit-langit kamar dan melihat teman-teman barunya.
Tanpa terasa buliran air matapun menetes kesekian kalinya tapi segera di hapus oleh irah sebelum teman nya terbangun dan melihat nya menangis lagi.
Tak lama nela terbangun dan melihat irah yang tengah terduduk dengan tatapan kosong
"wis bangun ir"
Irah tersadar dari lamunan sontak menoleh ke arah suara tersebut, dengan memberi anggukan.
"ayo kita mandi ir, seger lo mandi jam segini"
"tapi nel, inikan masih terlalu pagi"
"kata mbak-mbak dulu, kalo mandi pakek air perawan itu bikin awet mudah lo" canda nela dengan mengedipkan sebelah matanya.
"emang ada air perawan" irah mengernyitkan alisnya
"hahaha itu candaan mbak santri, tapi masalah air perawan adalah air pagi hari yang belum tersentuh manusia pada hari itu, haha lagian mandi sebelum subuh itu bikin tubuh makin sehat ir"
Setelah percakapan panjang akhirnya mereka berdua bersiap mengambil alat tempur kamar mandi dan pergi mandi.
__ADS_1
Setelah kembali dari kamar mandi, nela langsung memakai mukenah dan menggelar sajadahnya di dalam kamar untuk qiyamul lail dan Di ikuti irah, sebenarnya irah sudah terbiasa melaksanakan sholat tahajud mengingat peraturan orang tuanya di rumah disama persiskan waktu mereka mondok dulu.
Setelah selesai sholat irah mencoba mengambil Al Qur'an dan di bacanya ayat demi ayat dengan lembut dan tartil, terdengar sayu-sayu dan tanpa terasa air mata ira pun menetes membasahi lembaran al Qur'an yg dia buka.
Nela yang melihatnya hampir ikut menitikan air matanya, di elusnya punggung irah
"wis to ir,, jangan sedih lagi kamu pasti bisa" nela mencoba menenangkan irah
Irah menghela nafas panjang.
Nela membangunkan yanti dan ririn dan menyuruh mereka untuk segera ke kamar mandi sebelum banyak antrian.
Nela mencoba menghibur irah dengan terus mengajak bencanda hingga terdengar bel
Tettttttt tettttttttttt...
Mbak-mbak pengurus memasuki kamar-kamar untuk melihat santriwati yang belum bangun dan membangunkannya untuk segera mengikuti jamaah subuh.
Adzan subuh telah berkumandang dengan nyaring dan merdu tentunya bikin hati adem
Mereka berempat berangkat menuju mushollah utama pesantren.
"nel suara kang mu itu merdu banget yah bikin hati meleleh" celetuk yanti di sela sela perjalanan mereka
"huss opo wae to yan" sanggah nela dengan malu malu. "wis ayo cepet sebelum kena marah mbak galak hihihi"
__ADS_1
Mereka pun melaksanakan sholat berjamaah, setelah selesai di lanjut mengaji kita jami'us shoghir yang dipimpin langsung oleh kiai hannan
irah merasakan kantuk berat mengingat dia semalam kurang tidur dan sakit kepala karna kebanyakan menangis.
"apa kamu sakit ir" bisik yanti
"nggak yan, kepala ku agak saja"
"apa perlu tak izinkan pada mbak pengurus, supaya kamu bisa istirahat dikamar"
"ndak perlu yan" bisik irah sambil geleng geleng "aku kira masih kuat untuk mengikuti pengajian ini" jawab irah dengan berusaha tersenyum.
saat kiai hannan mulai membacakan makna kitab irah melirik sahabat nya, karna ia belum bisa nulis pegon. (pegon adalah cara mengartikan kitab yang menggunakan bahasa jawa tapi cara menulisnya dengan tulisan arab dan bergantungan).
nela yang menhetahui kegelisahan irah pun langsung menenangkan irah
"kamu belum bisa nulis pego ir? "bisik nela
irah hanya memandang menggeleng-nggeleng dengan tatapan sedih
"tenang aja, nanti aku ajarin"
irah pun mengangguk dan tersenyum bahagia.
setelah pengajian selesai mereka berempat balik ke kamar untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. sebelum nya mereka sudah mandi pagi sehingga bisa punya sedikit waktu luang, jika mereka tak mandi pagi sekali pasti kali ini mereka masih berada di tengah tengah antrian berderet di kamar mandi hihihi.
__ADS_1
ririn datang dengan membawa 4 bungkus sarapan, mereka berempat makan bersama dengan di warnai berbagai candaan nya sehingga sekilas irah bisa melupakan kesedihannya.
jangan lupa like komen nya ya thor hehe biar lebih semangat lagi