
part 25
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di rumah umi irah_
Sholah sholah (Waktu sepertiga malam terakhir) Abi dan umi irah tengah melaksanakan qiyamul lail yang sudah menjadi runitinas keluarga mereka setiap malam nya, setelah sholat abi dan umi irah bergantian semaan Al Qur'an mereka sambil menunggu datangnya waktu subuh, dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
"Umi kok jadi ndak sabar ketemu irah nggeh bi, Antara cemas dan bahagia. " kata umi sambil bersalaman mencium tangan suaminya.
"Kita doakan yang terbaik mi untuk anak anak kita khususnya irah yang saat ini sedang sakit padahal baru saja dia mulai kerasan berada di lingkungan pondok. " ucap abi irah.
Khaulah mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh suaminya. "Enggeh bi, alhamdulillah umi juga rasanya bahagia banget melihat semua anak kita bisa merasakan bangku pesantren. Rasanya kita sebagai orang tua mboten gagal dalam mengarahkan anak anak kita kearah yang lebih baik yaitu dijalan yang Allah ridhoi ya bi. " ucap khaula dengan melipat mukena nya.
Kini khaula tengah menyiapkan barang barang yang akan di butuhkan dia dan suaminya selama nanti perjalanan ke jombang. Ia tidak membawa banyak barang, hanya saja membawakan baju ganti untuk dirinya suaminya nanti, dan juga membawakan beberapa sarung perempuan yang baru dan baju kurung untuk di berikan kepada irah sebagai hadiah karna irah sudah kerasan dan memang hampir sudah mau menginjak satu bulan. Sebenarnya beberapa hari yang lalu khaulah sudah berbelanja ke pasar membelikan beberap sarung dan baju baru buat irah sebagai hadiah supaya irah lebih giat lagi nyantrinya, dan berniat mau mengunjungi irah lusa nanti. Ternyata takdir Allah berkata lain kali ini khaula dan suaminya di takdirkan Allah untuk lebih cepat mengunjungi anaknya yang saat ini sedang sakit.
"Mi sampun siap dereng? " tanya ibrahim di depan pintu kamar mendekat kepada khaulah
"Eh sampun bi. Nopo beragkat sekarang bi? "
Ibrahim yang mendekat segera menenteng beberapa tas yang berisikan pakaian irah dan beberapa snack untuk oleh oleh teman irah, "Enggeh mi, mumpung jalan masih sepi keburu kesiangan terus macet. " sambil berjalan keluar kamar menuju mobil.
Sedangkan khaulah membawa tas berisikan oleh oleh khas malang untuk di berikan kepada sang pemangku pondok yaitu ning fatimah dan gus hannan.
"Jebrekk. "
"Sampun siap semua mi? " ucap ibrahim saat menutup garasi mobil setelah menaruh barang barangnya.
"Sampun bi, ayo berangkat Bismillahirrohmanirrokhim. " jawab khaula dengan duduk di jok depan di samping suaminya.
-----
__ADS_1
Di kamar pondok__
"Ya Allah panasnya kok makin tinggi ir, semalam sudah di minum kan obatnya?" ucap yanti saat menyentuh tangan irah.
Sepulang ngaji ketiga sahat itu tak lupa mampir ke kantin membelikan bubur dan wedang jahe hangat untuk irah.
Nela dengan tergesah gesah membukakan bungkusan bubur tersebut untuk menyuapkan bubur itu pada irah agar perut irah cepat terisi dan bisa segera meminum obatnya.
"Ayo ir di makan dulu buburnya. "
Tetapi irah tidak mau membukakan mulutnya, akan tetapi air mata ira tiba tiba mengali deras di sudut matanya dengan mata terpejam .
Ketiga sahabatnya tanpa sadar juga menangis melihat irah menangis, mereka tidak tega dengan keadaan nya.
Dengan cepat nela segera mengusap air mata nya, dia tidak ingin irah jadi lebih sedih melihatnya juga menangis, "Ayo ir, maem sedikit nggeh, biar badanmu ndak makin lemes kaya gini, nggeh? " nela tetep berusaha menyuapi bubur pada irah.
Akhirnya irah mau membukakan mulutnya, nela menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Ririn membukakan obat obat irah dan di berikan kepada nela untuk diumumkan pada irah.
Waktunya untuk berangkat sekolah, tapi ketiga sahabat nya bingung kalau harus meninggalkan irah sendirian di kamar, hingga akhirnya nela memilih untuk tidak masuk sekolah untuk menjaga irah yang sedang sakit.
-
Jam menunjukkan pukul 09.00 irah terbangun dari tidurnya akibat efek dari obat yang ia konsumsi.
Irah melihat jam sudah siang setelah itu melihat nela yang tertidur di samping nya.
"Hmm kasian nela, karna aku sakit dia harus capek capek menungguku sampai dia juga bolos sekolah. " gumam irah.
Irah yang merasakan haus mencoba mengambil air mineral di belakang nela, walaupun dengan sangat berhati hati suapa tidak membangunkan nela tetapi tetap saja nela terbangun.
"Ehhmm huaaaah.. Loh kamu mau ambil apa ir, tiduran saja biar tak ambilno mau apa. Mau minum? " tanya nela.
__ADS_1
Irah mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan nela.
"Kalau butuh apa apa iku mbok ya bangunin aku toh ir ir, emang kamu pikir aku iki sopo kok ya ndak percaya banget sama aku. " tutur nela saat mencoba membantu meminukan air mineral pada ira.
plak plak plak..
Dari luar kamalan terdengan suara keplakan sendal yang sedang menuju ke kamar nela dan irah.
"Assalamualaikum nduk. " Suara ummah mengagetkan keduanya.
Dengan cepat nela menyaut kerudung yang menyentel di atas lemarinya.
"Wa Waalaikum salam eh ummah. " jawab nela dan langsung menyalami beliau dengan ta'dhim
"Piye nduk, keadaan irah wis enakan urung?" (Gimana nduk keadaan irah sudah baikan belum? )"
"Niku ummah, badan irah panas e mboten turun turun, nedho e (makannya) juga mboten banyak. " cerita nela melihatkan keadaan irah.
Ummah duduk mendekat disebelah irah dan menyentuh kening irah untuk mengetahui keadaannya secara langsung "Ya Allah nduk, panas banget loh iki." ucap ummah "Ya Allah piye iki, mau tak telfonke umi e tapi kok takut bikin mereka khawatir. Tapi ini panas e tinggi banget dari semalem ndak turun turun. " gumam ummah khawatir.
"Yowis nanti siap sepulang gus e, kamu ikut ummah nggeh bawah irah kerumah sakit biar di rawat inap saja ndak tega aku ngelihat putriku kesakitan kayak gini. " ucap ummah pada nela
"Enngeh ummah. " ucap nela tak kalah khawatir.
"Ummah tak balik ke ndalem dulu yo. mau nyemak mbak mbak yang mau setor hafalan dulu nduk. " ucap ummah dengan mengusap usap kepala irah.
Nela mengangguk dan menyalimi tangan ummah, dengan cepat ummah menunggalkan kamar menuju ndalem karna sedari tadi ummah sudah di tunggu mbak mbak santri yang setor hafalan.
Gimana kelanjutan irah ya, apakah tetap di pondok atau di infus di rumah sakit atau juga malah di bawah umi abinya pulang ke rumah hehehe.
biar lebih semangat jangan lupa like komen voten dan rate bintang 5 nya ya. dan juga tinggalkan kritik sarannya untuk lebih memperbaiki aja
__ADS_1
Terimah kasih