
part 9
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
pov irah_
"dia pacar kamu nel? " tanya ku penasaran lagi, tapi mengetahui hal itu ada sedikit kekecewaan dihatinya entah itu perasaan apa, padahal aku juga belum sama sekali bertemu dengan kang itu, apa gara-gara terpanah dengan suara merdunya ya, gumamku
arrgggg udah lah lagian nela sahabatku sendiri mana mungkin aku merebut dari nya, lagian aku ga boleh kejebak cinta semu lagi, gumamku lagi.
"nela sangat mengagumi kang ihsan rah, secaraa kang ihsan udah ganteng, pinter, suaranya merdu lagi dan juga dia seorang gus, tapi dia ga mau di panggil dengan sebutan gus hihihi" sahut ririn
dehggggg.... napa hatiku rasanya nyerih, irah irah irah ingat sahabatmu nela okeh tarik nafas dan buang jauh-jauh pikiran aneh mu, gumam irah dengan mengatur nafasnya
"Huss jangan keras-keras, kedengaran mbak pengurus bisa di ta'zir kita berempat gara-gara bahas laki-laki" sangkal nela.
"lagian dia sama aku bagaikan langit sama bumi. jauhh"
aku dan lainnya saling terkekeh karna pembicaraan mengenai mbak pengurus galak hihihi
tapi mendengar jawaban nela, ada sedikit harapan untukku sih sebenernya, tapi melihat penderitaanya hatiku jadi kasihan sama nela, dia sangat baik dan dia juga mengharapkan dapat yang terbaik tapi dia merasa sangat jauh perbedaannya, jauh sekali sehingga dia merasa sangat gak pantas untuk mendapatkan nya. doaku dalam hati semoga sahabatku nela bisa mendapat yang terbaik amiin.. gumamku.
akhirnya aku dan 4 sekawanku mengikuti sholat ashar berjamaah dengan khusuk dan khidmat hehehe, karna setelah ini ada ngaji yang di pimpin buya hannan jadi santri santri memilih untuk bertetap di mushollah karna sebelum berangkat mereka sudah siap dengan kitab dan bolpoinya hehehe memang kehidupan seorang santri slalu tertata dengan rapi dari hal yang paling terperinci.
aku baru sadar "Arrggghhh" mengeluh sebel dengan menepuk jidadku.
4 sekawan menoleh menatapku serius dengan memicingkan alisnya tanda menyelidikiku
"hehehe aku salah ambil bolpoin yang sudah habis tintanya" jawabku sambil terkekeh
__ADS_1
dan reaksi 4 sekawan pada lucu lucu ada yang melowo mulutnya ga bisa mingkem, ada yang melotot, ada yang nepok jidadnya, hahaha aku gak habis pikir sama sikap mereka yang begitu syok apa mungkin terlalu perhatian kali ya sama aku,,, ahhh bahagianya punya sahabat kayak mereka, aku bersyukur banget jadinya, gumamku hihihi
"Yaudah ra cepet kamu ambil dikamar diatas lemariku ada banyak bolpoin" ucap yanti
aku mengangguk cepet
"mau ditemenin atau ambil sendiri ra" tanya
nela
"aku rasa aku udah hapal jalan dan ga akan tersesat deh nel hahaha"
"issshh kamu ini di tawari jasa malah ngeledek" jawab nela sewot sambil memoyongkan bibirnya
"hahaha gak usah dimaju-majuin tuh bibir, iya" makasih tawarannya sayangg,, (godaku sambil memanggil sayang haha) lagian aku sudah gede masa masih harus dianter terus"
"dasarrr" jawab 4 sekawan bersamaan
"it's okeh ukhty".
aku keluar mushollah sambil berlari menuruni anak tangga, karna mushollah berada di lantai atas.
saat aku sampai di lantai anak tangga paling bawah aku terus melancarkan acara lari sore ku hehehe hingga
Buukkkk....
aku menabrak seseorang yang ternyata muncul dari arah samping anak tangga yang merukan jalan menuju toilet putra.
aku segera bangkit "Ehh anu maaf maaf ga sengaja"
__ADS_1
tiba-tiba seperti nya dia memperhatikan ku sekilas terlihat dari lirikan ku hehehehe maaf ya dear bukan maksuk ku melirik tapi terlirik.
"eh kamu yg tertabrak denganku di kantin tadi ya" tanyanya
reflek aku memandangnya dan apa uang terjadi gaes.... masyaallah sungguh luar biasa ciptaan Allah gumamku sambil melamunkannya dan tersenyum ..
"heiyy" tangannya di kibas kibaskan di depan mukaku hingga aku tersadar.
"oh iya, maaf untuk yang tadi dan sekarang, aku ga sengaja beneran" jawabku langsung menunduk, iya betapa malu nya aku, terlalu ceroboh saat berjalan Hingga belum sehari sudah harus 2x menabrak orang yang sama.
"kamu gak perlu berulang kali terus minta maaf." ucapnya dengan menampilkan senyum maut nya
aduh gaes melihat senyum itu rasanya tulangku pada rontok hingga ga kuat untuk berdiri.
" kenakan namaku ihsan" tanpa menjulangkan tangannya, tidak seperti temenku di SMA dulu, dikit-dikit saling bersentuhan tanpa takut dosa hahaha. astaghfirullah
aku melongo kaget baru teringat dengan nama itu rasanya tidak asing lagi. oh iya dia kan kang ihsan yang gus itu, pemilik suara merdu yang aku kagumi dalam diam.
bener bener diluar dugaanku, dia sungguh sangat tampan. masyaallah lagi-lagi aku sangat mengagumi ciptaanMu yang sangat sempurna ini.
"heyy" lagi-lagi dia membuyarkan lamunanku
"ehh anu oh iya,, a aku irah" jawabku dengan gugup dan malu karna wajahku kurasa memanas dan pasti sangat merah.
"maaf gus, aku buru-buru kekamar dulu, permisi"
seketika aku berlali melewati kang ihsan, ya pasti malu karna wajahku yang memerah seperti kepiting rebus karna salah tingkah
"fiuhh akhirnya aku bisa pergi dari tempat itu" aku ngomong sendiri sambil berjalan menuju kamar..
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote ya kawan