Sang Pendekar Wanita

Sang Pendekar Wanita
part 21


__ADS_3

part 21


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


tettt.... tettt.....


bep berbunyi menandakan waktu subuh, nela yang kembali dari kamar mandi mencoba membangunkan teman temannya, "Hmm kok tumben dari tadi irah belum juga bangun, biasanya ni anak paling semangat mandi sbelum sholat subuh. " gumam nela dengan membangungkan yanti dan ririn, saat giliran nela menyentuh tubuh irah karna ingin membangunkannya tiba tiba, "MasyaAllah irah, badanmu panas banget. "


Yanti dan ririn yang mendengar sayup sayup dengan cepat membenarkan nyawanya yang belum genap bangun tidur, mendekati irah.


"Ya Allah panas banget, pantesan dia ga bangun bangun dengar bel, " ucap yanti setelah menyentuh kening irah.


"Yowis kalian siap-siap ke kamar mandi ambil wudhu, aku akan ngambilin kompresan buat irah. " nela memberi instruksi pada yanti dn ririn dan di anggukin mereka berdua.


Nela dengan cekatan menyiapkan kompresan untuk irah, berharap panasnya bisa segera turun.


Dengan menempelkan kompresan di kening irah ia menawarkan makan supaya perutnya terisi, "irr irahh... irr makan dulu ya biar perutmu adem. "


Dengan mata sedikit terbuka irah menggelengkan kepalanya,


"Yowis nek gitu aku gak usah ikut jamaah, nungguin kamu ajah."


"G gak usah, a akuu gapapa kok"


"Tapi kamu lemes banget ir, badanmu sangat panas, aku ga tegah ninggalin kamu sendirian. "


"Kamu ikut jamaah dan ngaji aja, aku hanya butuh istirahat sebentar. " ucap irah sangat lirih


"Yowis kalau gitu buat tidur aja ya, nanti sehabis ngaji tak beliin bubur sama obat. "


Irah mengangguk setuju dan memejamkan matanya kembali.


Yanti dan ririn kembali dari kamar mandi, melihat nela telah siap dengan membawa kitab. "Loh kamu ikut ngaji nel, trus siapa yang jagain irah di kamar? " tanya ririn.


"Sssuutttt jangan kenceng kenceng, nanti irah bangun. Dia ga mau di jagain katanya butuh tidur aja, aku juga ga tega ninggalin sendiri tapi dia memaksa mau gimana lagi, nanti sehabis ngaji kita sekalian mampir belikan dia bubur dan obat ya." bisik nela .


setelah itu mereka bertiga berangkat ke mushollah..


_


di kantin


"Hey tumben kalian kok cuma bertiga, yang satunya lagi mana hihihi. " sapa kang ihsan bercanda.


Saat itu yanti nela dan ririn mau membeli bubur buat irah, dan sdr i kantin mereka bertemu dengan kang ihsan.


"Anu kang yang satunya lagi lagi sakit, " jawab nela dengan senyum dan menunduk.


"Buk beli bubur satu bungkus. " ucap yanti pada ibu kantin.


Setelah selesai dan membayarnya mereka bertiga kembali ke kamar.


"Ehhh tunggu,," teriak kang ihsan tiba-tiba dengan sedikit berlari.

__ADS_1


"Ini titip berikan pada irah, mudah mudahan cepet sembuh. " ucap kang ihsan dengan menyodorkan wedang jahe hangat pada nela.


Nela menerimanya dengan tersenyum "Iya kang, makasih banyak, kami permisi."


mereka bertiga melanjutkan kembali ke pondok, di tengah perjalan yanti yang penasaran bertanya pada nela


"Nel kok kayaknya kang ihsan perhatian banget sama irah, apa kamu ga cemburu? "


"Hahaha aku wis ngerti kok, mereka berdua akhir akhir ini mulai dekat, dan aku juga wis bilang pada irah kalau aku hanya ngefens dan kagum, lagian gus ihsan itu jauh di banding sama aku hahaha." jawab nela


"Jadi maksud kamu mereka saling suka gitu nel? " selidik ririn.


"Aku gatau juga kelihatannya sih gitu. aku mah sebagai sahabat dukung dukung aja selagi dia bahagia, iya nggak." ucap nela


--


Sesampainya di kamar, mereka bertiga bergegas menaruh kitab dan mukena di tempatnya dan bergegas melihat kondisi irah.


"Iir bangun, ini ada bubur kamu makan dikit ya sekalian minum obatnya. " nela mencoba membangunkan irah.


"Hmm aku wis gapapa kok, kalian jangan hawatir gitu. "


"Gapapa gimana wong badan kamu aja masih panas banget gini." ucap ririn


"Yowis di makan dulu yuk. " nela menyuapkan bubur di bibir irah.


setelah bubur dan obat telah di habiskan nela memberikan wedang jahe yang kang ihsan kasih tadi.


Irah meminumnya, saat wedangnya sudah mau habis yanti berkata pada irah " Ini tadi wedang pemberian kang ihsan lo ir hihihi. "


"UhuhkkKk uhukk uhukk"


mendengar nama kang ihsan membuat irah kaget dan tersedak.


"Hiisss kamu iki yan bikin irah kaget aja, " ucap nela dengan memukul bahu yanti.


"Hehehe maaf! "


"Kok bisa kang ihsan ngasih wedang ini buat aku? " tanya irah bingung.


"Wis ceritanya panjang. kamu gak perlu pikirin, sekarang kamu harus banyak istirahat, urusan sekolah nanti biar kami yang izinkan. " ucap nela


"Iyo ir, kamu istirahat aja biar cepet sembuh. kami mau siap-siap dulu ya buat ke sekolah. " ucap ririn.


---


Dikelas.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. " ucap gus salman memasuki kelas.


"Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. " ucap siswa siswi serempak.


Setelah membuka dengan membacakan beberapa wasilah, gus salman mengabsen siswanya satu persatu hingga.

__ADS_1


"Nailatul abidah. "


"Hadiroh pak, " ucap nela dengan mengacungkan tangannya keatas.


"Namirah Khilwah"


"Izin pak!!! " ucap nela yanti dan ririn bersamaan.


Gus salman yang sedari tadi tertunduk melihati tulisan pada nama absensi dengan cepat mengangkat muka nya melihat arah suara ketiga muridnya.


"Degghhh,," jantung gus salman sejenak berhenti. "Apa yang terjadi pada anak itu, kenapa sampai dia tidak masuk kelas apa saking marahnya sama aku." gumam gus salman


"Izin apa?" tanya gus salman


"Sakit pak, ini surat izin nya irah. " jawab nela dengan menyodorkan surat izin pada gus salman.


"Sebegitu parahnya kah semalam hingga efeknya sangat terasa begitu hingga dia sakit, separah apakah sakitnya, oh irah maafkan aku, maafkan segala perlakuanku padamu hingga membuatmu sakit seperti ini. " gumam gus salman saat membuka surat izin yang nela berikan.


--


di kamar..


Irah terbangun dari tidurnya, ia melihat jam dinding kamarnya, jam menunjukkan pukul 08.36.


"Haaahp" irah menguap sambil mengucek ngucek matanya.


"Haduh badanku rasanya sakit semua, tapi alhamdulillah panasku sudah agak mendingan di banding pagi tadi." ucap irah dengan menggerakkan badannya ke kanan dan kiri.


"Hmmm dari pada bosen mending aku buat nambah hafalan aja ah, biar ga makin sakit di buat tidur mulu, nanti makin manja ini penyakit dalam tubuhku"


Irah mencoba berdiri dan berjalan hati hati, ia ingin mengambil wudhu untuk segerah menambah dan menderes hafalannya.


Setelah sampai kamar, irah terduduk saking lemesnya, "Ya Allah kok lemes banget ini badanku, rasanya sakit semua. tapi aku harus tahan aku ga mau merepotkan sahabat sahabatku."


Irah mencoba meraih Al Qur'an nya, dengan memulai men deres hafalan yang kemaren supaya makin lanyah dan tidak hilang, setelah selesai murojaah dia mulai menghafal ayat demi ayat.


Berulang kali irah menghafal tapi kali ini rasanya sangat sulit untuk konsentrasi.


"Huhh ya Allah tolong mudahkan aku menghafal ayat ini Ya Allah."


Irah tidak menyerah begitu saja. dia terus mencoba menghafal berkali kali hingga akhirnya dia bisa menyelesaikan hafalannya untuk jatah setor nanti malam.


"Alhamdulillah akhirnya bisa juga, makasih ya Allah!" ucap irah dengan tersenyum.


"Ini badan kenapa rasanya sakit semua gini, Aku rindu umi tapi aku ga mau umi jadi kepikiran. Hmm mungkin aku masih butuh istirahat lagi, mudah mudahan setelah bangun nanti badanku bisa lebih enakkan lagi. "


Irah meraih botol mineral di sampingnya karna merasa tenggorokannya sangat kering, dan setelah itu ia membaringkan tubuhnya untuk beristirahat kembali.


hai teman teman,, gimana nih hehehe maaf ya saya masih tahap belajar nih maafkan bila banyak yang perlu di perbaiki, jangan lupa slalu tinggalkan kritik dan saran ya supaya saya bisa terus memperbaiki lagi...


jangan lupa kasih rate 5 ya, kasih juga liken komen dan vote nya ya..


terimah kasihhhh....

__ADS_1


__ADS_2