
part 4
pov irah_
Pagi hari yg ditunggu tunggu telah tiba, dimana aku sudah pulih dan sembuh dari sakit akibat kecelakaan waktu itu.
Kini di dalam kamar aku mulai membereskan barang barang yang akan aku gunakan dan butuhkan di pesantren, dan tak lupa beberapa kitab" umi abi dan kitab sisa aku nyantri dulu tak lupa ku masukkan kedalam koper.
setelah selesai beberes, aku langsung bergabung di meja makan untuk sarapan bareng umi dan abi, saat sarapan berlangsung tak ada satu pun suara yg terucap dari kami, hanya ada suara dentuman sendok garpu dan piring, karna ini adalah kebiasaan kami kalau makan tidak diperbolehkan untuk bersuara.
selesai makan kami ngobrol di ruang kluarga. duduk disofa sambil menyalakan TV
"piye nduk, sampyn sampun siap"?"
"sampun bi."
"yawis nduk,, habis ini kita berangkat biar nyampek e orah dalu" tekan pondok" jawab abi.
di sisi lain umi mengelus kepala yang tertutupi jilbabku sambil terus memberi wejangan kepadaku
"nduk, ingat sampean ini mau mondok, disana jadi santri, slalu lah merasa haus akan ilmu, slalu gali ilmu dari guru-gurumu nanti" titah umi dengan lembut
__ADS_1
tapi semakin umi bertuturkata semakin membuat mata ku berkaca kaca..
"slalu hormati gurumu atau pun dzurriyah" beliau, mintalah ridho nya dan juga umi abi minta untuk kakak slalu berjiwa tawadhu'yg tinggi, tetep rendah hati dan jadilah wanita yang kuat dalam segala situasi ya nduk."
aku hanya bisa sesenggukan hiks hiks hiks..
"hiks hiks.. i iiya mi. mmaaff inn sikap irah sselama ini ya mi bbi 😢"
jujur hatiku sangat hancur mengingat sikapku selama ini yng slalu bikin umi abi kecewa.
"semua sudah terjadi penyesalan juga tak dapat mengembalikan semuanya. kini aku berjanji untuk diriku sendiri mulai sekarang aku akan bikin umi dan abi bangga padaku" gumamku dalam hati.
-
diawali dg doa berpergian dan di lanjut abi melajukan mobilnya.
pandangan irah slalu melihat ke arah jendela, mulai dari pemandangan desa kelahirannya ia mulai menitikan air mata tanpa terlihat oleh umi dan abi,, sampai tanpa terasa ira tertidur...
setelah perjalanan sekitar5 jam, akhirnya mobil mereka telah tiba di kota kediri, dan ira pun terbangun sambil melihat kesampingnya yg terdapat umi masih tertidur pulas.
"Sampun nyampek mana ini bi"
__ADS_1
"Oh udah nyampek kota kediri nduk, bentar lagi kita nyampek pesantrennya" jawab abi dengan sekilas melihat lewat spion dalam mobil.
Pandangan irah hanya tertuju pada kaca jendela saja sambil menikmati pemandangan yang asing baginya, tanpa terasa air mata pun jatuh membasahi pipinya, dan saat itu abi melihatnya dadi kaca spion
"udah nduk gapapa sampean pasti bisa dan kuat, yakin deh sama abi"
"enggeh bi" ucap ira sambil mengusap air mata nya
kini umi terbangun dan melihat irah yang tengah bersedih, seketika langsung memeluknya dari samping
"Kenapa kak kok sedih,, sampean kan anak yang kuat masak cengeng gini"
"mi bi maafin irah ya selama ini irah slalu mengecewakan kalian, doain irah mudah"an irah bisa berubah jadi lebih baik lagi" tangis irah pecah di pelukan umi.
"nggeh sayang doa kami slalu buat sampean" kata abi sambil menunjukan senyum indahnya.
tak lama mobil telah sampai melewati desa tempat pesantren irah,, di depan ada gerbang megah bertulisan Matholiul Anwar.. melewati gerbang terdapat pemandangan gedung gedung bertingkat dan masjid pondok yg megah, setelah melewati semua itu, terdapat rumah besar itu adalah ndalem pemangku pesantren.
abi memarkirkan mobil di lapangan sekitar pondok, kami semua turun dari mobil berjalan menuju ndalem pak kiyai.
gimana ya lanjutan dari ceritah irah, apakah dia kerasan di pondok.
__ADS_1
mohon kasih saran mungkin bisa jadi inspirasi inspirasi yang lebih menarik lagi, tulis di komen bawah ini ya thorr....
heheheh makasihh..... m