
Part 27
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Saudari Namirah Khilwah harus di rawat inap dulu. "
Ucap dokter pada umi dan abi Irah di ruang periksa. Saat ini Irah sedang berada di rumah sakit malang, karena Ibrahim tak langsung membawanya pulang kerumah tapi langsung dibawahnya periksa ke rumah sakit.
Irah hanya bisa mendengarkan sekilas omongan dokter bersama abi uminya dengan mata terpejam tiduran di kasur tempat periksa.
"Iya dok, kasih perawatan yang terbaik buat putri saya. " Ucap Ibrahim memberikan persetujuan agar Irah di rawat di rumah sakit ini.
Mendengar persetujuan orang tua Irah, dokter dengan sigap menyuruh perawat untuk mempersiapkan kamar dan menyiapkan alat infus untuk pasien. Salah satu perawat mendekati irah dengan membawa nampan stenlis yang berisikan jarum suntik, selang infus, dan juga cairan. Abi dan umi mendekat menenangkan Irah yang sedang menahan sakitnya dan tegang melihat alat infus nya.
"Tenang nduk ndak sakit kok. " Ucap umi Irah dengan mengusap usap kepala Irah yang masih tertutup hijabnya saat perawat mulai mengambil satu per satu alat infus Irah dan mencari otot" pada tangan irah untuk memasang cairan infusnya.
Irah memang sangat takut dengan jarum suntik dengan memejamkan matanya dan di peluk uminya Ia menahan rasa takutnya demi kesehatannya.
"Sudah mbak, ndak sakit toh. Sekarang mbak istirahat ya. Oh iya buk, nanti setelah satu jam ini obatnya di minumkan nggeh, saya permisi dulu. " ucap perawat dengan menyerahkan obat dan pergi meninggalkan ruang di mana Irah dirawat.
-
Di ndalem.
Gus Salman sejak kejadian tadi beliau belum juga bisa tenang.
Melihat Keadaan Irah yang begitu sangat lemas membuatnya semakin merasa bersalah. Ingin sekali ia mengikuti pakde dan bude (orang tua irah) untuk mengantar pulang dan merawat Irah bersamanya, tapi sekali lagi gus Salman sadar bahwa dia bukanlah siapa siapa yang tak punyak hak atas semua itu.
Saat ini gus Salman menguncikan diri didalam kamar dengan mengingat ngingat kembali kejadian tadi pagi.
"Entah salah atau benar, kurasa saat ini perasaanku terhadap Irah bukan hanya sebatas merasah bersalah. Tapi aku baru menyadari bahwa aku telah jatuh hati padanya, mungkin kejadian kemaren itu adalah bentuk rasa cemburu ku terhadapnya.. Huhhh bodoh banget aku ini kenapa aku baru menyadarinya disaat dia pulang meninggalkan pondok ini dan juga diriku, ya walau hanya untuk beberapa hari saja. Tapi sangat menyesal sekali. Irah maafkan aku, semua ini karna telah tumbuh rasa sayangku kepadamu. "
Gus salman terus menerus menyadarkan dirinya atas apa yang telah terjadi.
-----
Sudah 3 hari Irah telah di rawat di rumah sakit, dengan slalu ditemani abah dan uminya, karna semua keluarganya berada di jawa tengah jadi hanya bisa mendoakan dan melihat kondisinya lewat via tevon saja.
Pagi ini kondisi Irah sudah lumayan membaik, melihat umi nya yang berada di sofa kamar tempatnya di rawat, dengan tenang melantukan ayat al Quran karna itu sudah jadi rutinitas beliau membuat Irah jadi ingin juga nderes hafalan nya pada umi nya.
"Umi Irah nderes hafalan ke ummi nggeh? "
__ADS_1
Ummi melihat Irah dengan tersenyum dan menganggukan kepala. Ummi mendekat duduk di samping irah dan mengecup kening Irah dengan mata berkaca kaca, beliau sangat terharu dan bersyukur atas perubahan perubahan yang ada pada diri putrinya.
"Enggeh nak, Umi siap kapanpun Irah membutuhkan ummi untuk nderes ataupun pengen nambah hafalan ummi siap kok. "
"Makasih mi, doakan Irah nggeh supaya slalu tetap istiqomah dalam menghafal dan menjaga hafalan Quran Irah!"
"Enggeh sayang, Ummi slalu berdoa yang terbaik untuk anak anak ummi loh. "
Irah mulai melafalkan ayat demi ayat yang telah ia hafalkan pada ummah Fatimah dengan sangat lancar dan merdu bikin hati ummi Khaulah menangis bahagia. "Ya Allah Alhamdulillah ala kulli khal wa nikmatin, Engkau telah mengabulkan segala doa doaku selama ini. " gumam ummi Khaula di tengah tengah menyimak hafalan Irah.
Setelah setengah jam Irah nderes, datanglah Abi Irah dengan tangan kanannya membawa makanan untuk ummi Khaulah sedang tangan kirinya memegang beberapa lembar kertas kertas.
"Assalamualaikum Ummi dan putriku tercinta, niki sarapan buat ummi. " Abi Ibrahim hanya membelikan sarapan untuk Ummi Fatimah karna Irah hanya boleh memakan makanan yang telah disediakan oleh rumah sakit.
"Niku nopo to bi? " Tanya Ummi Khaulah pada kertas yang ada di tangan kiri suaminya.
"Oh nggeh lupa. Ini tadi abi dari ruang dokter katae nanti siang Alhamdulillah Irah sudah bisa di bawah pulang, jadi abi langsung pergi ke bagian administrasi biar nanti bisa langsung pulang."
"Alhamdulillah. " ucap Irah dan ummi bersamaan.
---
Sepulang dari rumah sakit Irah memilih untuk beristirahat di kamarnya yang sudah sebulan ia tinggalkan.
Irah mengambil Hp dan mengecas untuk mengaktifkan hp nya. Setelah menunggu beberapa detik hp telah aktif kembali, "Huh sudah lama aku ndak pegang hp tapi kok aku biasa aja ya hehehe beda banget kayak dulu dikit dikit hp. " Ucap irah pada hp nya.
Nddrrreettttt.....nnndrreeeetttttt....
Tiba tiba banyak pesan dan panggilan wa masuk. Segera Irah melihat aplikasi WA nya.
"Kok nomor baru yang telfon dan kirim pesan, siapa ya? "
Irah membuka nomor itu
"Assalamualaikum Irah ini saya gus Salman"
"Irah aku minta maaf! (dengan emot sedih) "
"Irah gimana keadaanmu saat ini? "
"Irah kamu hp mu kok ndak aktif juga, jadi khawatir dengan keadaan mu"(dengan emot sedih)
__ADS_1
"Irah aku menyesal maafkan aku. "
Dengan syok dan ragu Irah membaca satu persatu pesan wa yang ia terimah, tidak disangka gus yang Irah kira sangat galak ternyata mau meminta maaf terlebih dahulu padanya.
"Hehehe lucu juga kalo dia bersalah kayak gini, tapi aku harus jawab apa ni malu ah kalau aku meresponnya..
Ah tapi kasihan juga dia kan sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan nya padaku."
Irah menjawab semua pesan dari gus Salman.
"Waalaikum salam saya sudah memaafkan njenengan, ya walaupun sebenarnya masih nyeri di dada tapi yaudah lah lupakan semuanya. " Send.
Irah hanya tersenyum senyum melihat isi Wa nya. tanpa lama no gus Salman lagi online dan membalas pesan dari Irah.
klunting. .
*Gus Salman : Alhamdulillah makasi yo Ir, eh gimana kabarmu sekarang? sudah enakkan? "
Aku: (emot senyum) Iya Alhamdulillah sudah mendingan gus, kalo di izinkan umi abi, besok Irah mau balik, sudah kangen sama temen temen.
Gus Salman : Aku juga kangen (emot tutup mulut)
aku: Maksudnya gus?
Gus Salman: Oh ndakk hehehe lupakan. Emangnya badanmu sudah sehat total kok buru buru mau balik, lagian buya dan ummah juga menturuh balik sampai kamu sembuh total dulu kan?
Aku: Hehehe InsyaAllah Irah sudah sembuh kok gus.
Gus Salman: Yowis Alhamdulillah kalau gitu, sekarang nang tiduro istirahat.
Aku : Enggeh gus*.
Beberapa menit kemudian
klunting...
*Gus Salman: Tadi katannya enggeh kon masih online Ir?
Aku : hehe enggeh gus habis ini kok, Assalamualaikum.
Gus Salman: Waalaikum salam selamat istirahat*.
__ADS_1
Irah meletakkan hp nya dan membaringkan tubuhnya sambil tersenyum senyum tidak menyangka akan mendapatkan Wa dari Gusnya.
jangan lupa like komen vote dan rate limanya ya teman.