
part 24
🍀🍀🍀🍀🍀
Di rumah ummi__
tutt.. tut...
Setelah menutup telfon dari ning fatimah, khaulah jadi sangat khawatir mendengar berita tersebut, pantas saja sedari tadi pagi dia sangat gelisah sekali entah apa yang menjadi beban pikirannya sehingga pikiran jadi kalang kabut begitu, dan ternyata memang benar ikatan batin seorang anak dan ibu memang kuat.
Fatimah melangkahkan kakinya kedepan sambil duduk di kursi teras rumahnya dengan menunggu kehadiran suaminya abinya irah.
Dengan rasa cemas dia terus melafalkan ayat ayat al Qur'an di bibirnya, itu sudah menjadi dzikir baginya di setiap waktunya.
Tanpa lama datanglah mobil hitam pertanda datangnya suaminya, dengan cepat khaulah menyambut suaminya sepulang dari pengajian luar kota dengan menyalimi tangannya.
"Assalamualaikum umi kok malam malam nunggu di luar gini, kan mboten bagus buat kesehatan ummi. " ucap abi irah dengan menggandeng istrinya mengajaknya masuk kedalam rumah.
Setelah mereka duduk tenang di sofah ruang keluarga, khaulah mencoba memberi tau suaminya perihal keadaan putri mereka.
"Bi, besok kita sambang irah nggeh, sakniki irah lagi sakit bi biasanya anak itu kalau sakit pasti minta slalu di perhatiin bi, ummi khawatir dengan keadaannya." ucap ummi irah membuka percakapan mereka.
"Loh ummi dapet kabar dari mana kalau putri kita sedang sakit mi? "
"Tadi ning fatimah telfon, katanya irah sedang sakit, habis ini mereka mau pergi memeriksakan irah ke dokter dan niatnya setelah niku langsung di anter pulang kesini eh tapi irah e sing mboten purun, katae minta tetep tinggal di sana mawon."
Mendengar jawaban istrinya, abi irah hanya tersenyum senyum tanpa menjawab sedikitpun.
Khaulah yang melihat suaminya tersenyum senyum langsung memukul pelan pundak suaminya guna menyadarkan suaminya yang bukannya khawatir ini malah tersenyum sendiri. "Ih si abi kok malah ga ada kuatir kuatirnya sama anak yang sedang sakit. " gumam khaulah.
"Ya Allah bi, sampean iki pripun to kok malah senyum senyum sendiri, bukanya malah kuatir dengan keadaan putrinya. " cibir umi
"Hihihi bukane gitu ummiku tercinta, abi bukane mboten khawatir sama keadaan putri kita, abi khawatir kok. Malah niatnya besok pagi pagi abi mau ajakin umi ke sana untuk melihat langsung kaeadaan anak kita yang manja itu. " jawab abi irah.
"Terusss,,, kenapa tadi abi kok malah tersenyum? " tanya khaulah penasaran.
__ADS_1
"Abi tuh bahagia, karna baru kali ini irah bisa bertahan di pesantren meskipun dalam keadaan sakit sekalipun, tapi dia memilih untuk tetap bertahan dipondok bukannya malah minta pulang atau bisa saja dia kanur kayak yang dulu dulu, tapi kali ini dia benar benar sudah kerasan mi di pesantren, Alhamdulillah kan. " ucap abi panjang lebar menceritakan kejadian tentang putrinya.
"Wah enggeh bi ya, umi kok mboten kepikiran. Alhamdulillah kalau memang irah sudah bener bener berubah, walaupun harus menempuh beberapa kejadian yang sangat tidak mengenakkan ya bi. " ucap khaulah tak kalah bahagianya.
"Yaudah abi mandi, habis itu kita jamaah isya setelahnya kita makan malam nggeh."
----
Di kamar gus al__
tok tok tok....
"Irah di panggi cepet kamu siap siap, habis ini aku sama ummah anterin kamu periksa kedokter. Oh ya aku tunggu didepan oke. " ucap gus salman.
"Wah aku ndak salah denger nih, dia kan benci banget sama aku, kok mau ya dia manggil aku di kamar hihihi. ah mungkin juga ummah yang maksa dia, yaudahlah masa bodo yang penting aku akan cuekin dia biar tahu rasa. " gumam didalam kamar mendengar kedatangan gus salman.
"Nggeh tunggu senbentar. " ucap irah pelan karna memang kali ini badannya sanagt lemas.
setelah merapikan kerudung lalu irah berusaha untuk berjalan keluar menemui ummah. sesampai di ruang kluarga terlihat ummah baru saja kluar dari kamar beliaunya.
"Nduk kok jalan ijenan toh, arep ummah susul iki mau. " ucap ummah dengan buru buru mendekati irah yang berjalan sedikit sempoyongan.
"Yowis ayo ummah tuntun kamu ke mobil. "
Ummah begitu telaten menuntun irah sampai ke mobil, di dalam mobil sudah siap si gus salman untuk mengantarkan irah dan ummah.
"Sampun siap ummah, berangkat sakniki? " tanya gus salman dengan melihat irah dari sepion depan.
"Terlihat pucat banget kamu ir, pasti kamu sangar kepikiran dengan sikap dan kata kata ku hingga membuatmu sangat drop seperti ini. " batin gus salman.
"Iyo mas wis siap kabeh ayo berangkat saiki selak dokter e wis muleh. " jawab ummah
(Iya mas sudah siap semua ayo berangkat sekarang sebelum dokternya pulang)
Dengan pelan pelan gus salman menjalankan mobilnya khawatir irah merasakan kesakitan jika mobilnya harus kebut kebutan
__ADS_1
"Kamu kok ga lihat aku sedikit pun ir, apa sangat begitu marahkah kamu? ir coba lihat disini aku sangat menghawatirkanmu wajahmu sangat pucat sekali irah. " gumam gus salman dengan melihat wajah irah dari kaca sepion depan.
Irah memang sengaja memilih menatap ke jendela mobil menghindari tatapan dari gus salman, karna sedari tadi irah sudah mengetahui kalau gus salman sedang curi curi pandang terhadapnya.
"Ih kenapa sih tuh gus galak ngelihat ke arah ku terus, ndak malu sama ummah apa? bodo amat biarin saja ah dia terus menghawatirkan ku, aku bakalan bersikap cuek pada nya biar tau rasa. " gumam irah.
"Nduk gimana masih pusing mboten? " tanya ummah memecahkan keheningan di dalam mobil.
Ummah yang duduk di jok belakang bersama irah slalu memeriksa keadaan irah.
"Ehmm mboten ummah, sehabis istirahat di kamar wau sampun agak mendingan. " ucap irah berbohong supaya ummah tidak begitu cemas.
"Yowis, saiki gawien turu disek, ngko nek wis nyampek tak banguno. " ucap ummah
(Yaudah, sekarang buat tiduran saja dulu, nanti kalau sudah sampai tak bangunin)
Akhirnya irah memilih tidur tanpa menghiraukan kalau saat ini ia sedang satu mobil sama gus salman juga, karna memang saat ini ia sangat tidak kuat untuk mengedepankan gengsinya hehe.
---
"Jadi gini buk, Asam lambung saudari namirah khilwah sedang naik, dan juga tipus nya juga kambuh jadi dia butuh banyak istirahat dan bebas dari pikiran pikiran berat. " ucap dokter selepas memeriksa keadaan irah dan menuliskan resep obat untuknya.
Ummah dan gus salman mendengarkan dengan baik saran saran yang diberikan dokter pada mereka.
Kini ummah mendskati irah yang masih tiduran di kasur periksa.
"Ayo nduk kita pulang periksanya sudah selesai"
Ummah terus memapah irah untuk berjalan keluar ruang periksa.
"Ummah biar kulo mawon yang ngambil resep onat di apotek, ummah langsung bawah irah mawon ke mobil biar dia istirahat. " ucap gus salman dengan mengibaskan kertas resep obat.
"Yowis ummah tunggu dinmobil yo mas"
"Hehehe lucu juga tu gus kalau sedang khawatir dan perhatian kayak gini. Tapi aku ndak bakalan dengan mudah luluh begitu saja hihihi. " gumam irah melihat sikap gus salman yang berubah jadi lebih perhatian.
__ADS_1
Gimana alur selanjutnya ya hehehe... buruan kasoh like komen voten dan rate limanya ya teman biar aku makin semangat nih tambah part nya, jangan lupa juga kasih kritik pedasnya hehehe.
Makasih