Sang Pendekar Wanita

Sang Pendekar Wanita
part 19


__ADS_3

part 19


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di kamar yanti nela dan ririn telah bersiap rapi memakai mukena sambil menunggu kedatangan irah untuk berangkat jamaah Isya' bersama karna waktu sudah mau masuk isya'.


"hahah hahah lucu rasain dia pasti malu banget hahaha." tawa irah memecah saat masuk ke kamar


Ketiga temannya hanya saling tatap dengan menaikan satu alis ke atas, heran dengan sikap irah yang baru saja masuk ke kamar tapi sudah ketawa ketiwi sendiri.


"Kamu wi kenek opo toh ir, kesurupan?? " tanya nela cemas dengan memegang kening irah memastikan nya apa baik baik aja.


(kamu itu kenapa ir, kesambet?)


Yanti dan ririn ikut memerhatikan kelakuan irah.


"Hahahha kamu kira aku kesurupan? enak aja, aku tuh lagi ketawain si gus serigala liar itu." elak irah


"Maksud mu sopo ir gus serigala liar?? " penasaran yanti


"Jangan bilang gus serigala liar itu guss,,,?? " selidik nela ragu melajutkan namanya.


Irah menganggukan kepala dengan merapatkan giginya menyetujui apa yang di pikirkan nela bahwa dia adalah si gus salman.


"Haaaaaahh"


3 temannya kaget mengetahui jawaban ira.


"Aduh irah irah irah.... kamu habis apai lagi itu si gus, bisa berabe kalo harus berurusan sama beliau lagi, mau cari mati kamu. Ga inget apa kamu baru saja menyelesaikan tugas darinya gara-gara kecerobohan mu. " tegas ririn dengan mengguncang guncangkan pundak irah berharap irah menyadarinya.


" Tau nih, cari masalah mulu kamu ini" saut nela dan di anggukin yanti.


"Hahahah iya sayang-sayangku kalian tenang aja kali ini aku gak bakalan kena hukuman kok, lagian pasti sekarang dia yang malu ketemu aku hahahhaha"


"Sontoloyo, jan pede banget dirimu iki ir, panggah wis koyok dadi seorang ning wae berani mengejek seorang gus" celetuk nela.


"Hehehe" irah hanya tersenyum mendengar omongan si nela


"Andai kamu tau nel, sebernya aku juga seorang ning, kalau saja dari dulu abah sama umiku mau meneruskan pesantren milik mbah bah dan mbah uti ku pasti saat ini aku sudah tinggal di dalem mereka, tapi aku ga mau kalian berubah saat mengetahui identitasku sebenarnya, aku ingin persahabatan ini sepenuhnya tanpa ada batasan dari sebuah sebutan ning" gumam ku tersenyum.


"Yowis kunu nang wudhu wis mau isya' ikiloh ir, malah ngelamun. " ucap yanti membuyarkan lamunanku.


Irah segera mengambil wudhu dan dan memakai mukena nya untuk segera berangkat ke mushollah bersama 3 temannya.


______


Selesai sholat berjamaah mereka berempat turun kembali ke kamar mau bersiap-siap untuk mengikuti ngaji diniyah.


Semakin hari irah sudah makin mahir membaca kitab, bisa di ketahui saat kemaren pengajian abuya, irah tertunjuk untuk maju menmnbacakan kitab yang sudah di kaji minggu dalu, dan dia berhasil membacakannya dengan lancar. Irah sebenarnya anak yang sangat cerdas cuman ia belum terbiasa dengan dunia pesantren yang membuatnya minder dengan santri lainnya yang sudah jago membaca kitab kuning.

__ADS_1


Karna itu sekarang irah sangat bersemangat di seriap jadwal mengaji karna ia rasa sekarang sudah menjadi hobinya untuk belajar kitab kuning dan pelajaran agama lainnya.


Setibanya di dalam kelas, 4 sekawan memilih duduk di bangku paling depan supaya bisa lebih dekat dengan ustadznya dan bisa lebih mudah memahami apa yang akan di sampaikan nya nanti.


"Eh bentar ya, aku kebelet mau ke kamar mandi sebentar. " ucap irah


"Mau di anter opo sendiri ir? "


"Gak, aku sendiri aja"


irah bergegas keluar menuju toilet kelas, saking terburu-buru nya tanpa sengaja dia


...Bbukkkk....


"aduh, maaf aku tadi buru-buru gak sengaja. " ucap irah sambil berdiri membetulkan posisinya tanpa melihat siap yang ia tabrak.


"Kamu irah kan? " tanya seseorang itu sambil tersenyum


Irah kaget sebenernya siapa orang ini kok bisa tau namanya, ia mencoba mendongak melihat sosok di depannya


"wah, senyumnya. Gus ihsan sungguh tampan sekali kamu, senyummu serasa meruntuhkan hatiku. " gumam irah tanpa terasa ia ikut tersenyum.


"Eh...maaf kang anu g gus.. tadi aku terburu-buru jadi ga fokus melihat jalan" ucap irah dengan tersenyum.


"Ehh jangan panggil aku gus, panggil aja kang"


"Apa ada yang sakit? " tanya kang ihsan hawatir


"Aduh kang so sweet banget sih pakek menghawatirkan ku segala,, eh tunggu dulu gawat nih apa dia dari tadi di situ, aduh berabe kalo dia lihat aku sama kang ihsan berdua nanti dikirain aku lagi ketemuan. " gumam irah kaget saat matanya menemukan sosok berdiri di depan pintu kelas 2 madin yang rempatnya ga jauh dari toilet.


"Eh itu anu aku gapapa kok kang, maaf permisi saya duluan nggeh. " irah mencoba pergi dari situasi tidak mengenakkan itu.


Irah buru-buru meninggalkan tempat itu dan kang ihsan yang masih berada di sana menuju ke toilet.


Di dalam toilet irah hanya bisa merutuki di ef inya sendiri, " haduh bisa kacau ini, kenapa pakek ketahuan sam si gus srigala galak itu, bisa-bisa dia salah faham sama aku dan bakalan ngasih aku hukuman lagi ini hmm" .


Setelah kembali dari toilet irah segera masuk kedalam kelas, takutnya ustadz nya sudah hadir.


Saat hampir sampai didepan kelas ia melihat pembelajaran sudah berlangsung, "duh telat lagi" gumamnya.


"Assalamualaikum" irah masuk dengan mengucapkan salam.


"Waalaikum salam " ucap yang di dalam kelas bersamaan.


Saat irah mendekat ingin meminta maaf atas keterlambatannya pada ustadz nya, ia terkaget ternyata bukan ustadz ahmad yang rawuh tapi kang ihsan.


"Loh kok kang ihsan, malu banget aku" gumam irah.


"Mmaaf kang s saya terlambat" ucap irah gugup

__ADS_1


"Iya gapapa kamu cepet duduk" ucap kang ihsan dengan tersenyum manis.


irah duduk di bangku bersama teman-temannya, ia masih tidak menyangka harus ketemu lagi dengan kang ihsan setelah kejadia tadi, dan kali ini akan bertatap muka lebih lama dan sangat dekat,. "aduh hatiku kenapa deg deg an gini" gumam irah


"eh kamu ke belakang lama banget sih ir, kan jadi terlambat gini" bisik nela.


"Iya tadi aku lama" jawab irah berbisik.


"aku gak mungkin ceritain yang sebenernya terjadi nel maaf " gumam irah.


perjalanan berlangsung dengan baik. "hmmm ternyata selain ganteng kang ihsan juga pinter banget dalam menguasai pelajaran pantesan ia slalu di pilih untuk mbadali ustadz" yang ga bisa hadir" gumam irah di sela sela mendengarkan apa yang di sampaikan ustadz ihsan.


Tiba tiba kang ihsan menunjukku dengan memberikan pertanyaan


"Ayo irah coba jelaskan apakah fi’il juga bisa berubah akhirannya?"


"Wah untung kemaren aku sudah menghafalkan ini jadi aku akan bisa menjawab nya dengan mudah heheheh" gumam irah dengan legah " iya kang jadi gini Fi’il itu ada yang mu’rob dan ada yang mabni. Fi’il yang mu’rob adalah fi’il yang bisa berubah akhirannya, sedangkan fi’il yang mabni akhirannya selalu tetap." jawab irah dengan lantang.


Kang ihsan yang mendengar jawaban irah benar ia tersenyum banggah, "selain kamu cantik, kamu juga pandai dan cerdas walaupun baru belum sebulan kamu berada di sini tapi kamu bisa mengejar pelajaran yang ada di sini" gumam kang ihsan banggah


"Lalu sebenernya fi’il ada berapa macam?" lanjut kang ihsan mencoba mengetes pemahaman irah lebih dalam.


irah ragu "Pertanyaan buat saya lagi kang? "


"iya"


irah menganggukan kepala dan menjawab pertanyaan kang ihsan "Fi’il [kata kerja] terbagi tiga kang"


"Apa saja, sebutkan".


"yang pertama fi’il madhi [kata kerja lampau], yang kedua fi’il mudhori’ [kata kerja sekarang atau akan datang], dan yang ketiga fi’il amr [kata perintah] kang."


Irah menjawab dengan lantang dan tersenyum banggah akhirnya dia bisa menjawab dengan benar "huff untung saja kemaren aku belajar hahahha" gumam irah.


"Memang sunggu kamu itu cerdas ir aku makin kagum sama kamu" gumam kang ihsan


"Bagus irah jawaban kamu tepat, sekarang kamu nela coba sebutkan fi’il yang akhirannya tetap apa saja?" tanya kang ihsan kepada yang lain.


Nela mencoba menyikut irah, " yang amar madhi mudhore' itu kan ir? " bisik nela mencoba menyakinkan jawabannya.


Irah menganggukan kepalanya.


"Fi’il yang tetap akhirannya adalah fi’il madhi, fi’il amr, dan sebagian fi’il mudhori’. Jadi, fi’il mudhori’ ada yang akhirannya tetap dan ada yang akhirannya bisa berubah kang. "


"bagus, saya rasa untuk bab ini dari kalian sebagian banyak yang sudah faham. untuk pertemuan kali ini saya rasa udah cukup semoga minggu depan ustadz ahmad bisa rawuh jadi beliau bisa mengulas dan memperjelas kembali apa yang bisa saya sampaikan tadi. mudah-mudahan bermanfaat, akhirul kalam tsummassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh" kang ihsan mengakhiri pengajian kali ini.


"waalikum salam warohmatullahi wabarokatuh" jawab semua santri serentak.


gimana ni teman, jangan lupa kasih kritik sarannya ya karna saya masih tahap belajar. jangan lupa juga kasih like komen dan vote nya ya teman.

__ADS_1


__ADS_2