Sang Pendekar Wanita

Sang Pendekar Wanita
part 23


__ADS_3

part 23


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Ir kamu tidur aja deh,, hari ini ga usah setor hafalan dulu ya, nanti biar aku yang sanjangin ke ummah ya, tadi kamu maksain ikut ngajinya buya badan kamu jadi panas lagi gini kan, " khawatir nela


"Ndak papa aku ini, lagian setorannya kan gak lama juga, ga enak aku sama ummah."


"Yaudah gimana enaknya kamu aja deh ir, yang penting terus Jaga kesehatan kalau kamu sudah ga kuat banget cepet bilang sama aku okey. "


"Assyiiiaaaaaaaapppppp. "


Irah murojaah sebentar didalam kamar sebelum setor ke ummah, memastikan ia masih lancar dengan hafalannya.


Setelah dianggapnya sudah siap irah menutup muskhafnya dan bergegas ke ndalem menemui ummah.


---


"Ya nduk coba kamu mulai sekarang,, kemaren sampai ayat 91 kan, sekarang brati dai mulai dari Al Baqarah ayat 92 nggeh."


(بسم الله الرحمن الرحيم) 


فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ


Fa-iniintahau fa-innallaha ghafuurun rahiimun


Hingga telah sampai pada setoran ayat terahir yaitu ayat 223


نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ


Nisaa'ukum hartsun lakum fa'tuu hartsakum anna syi-atum waqaddimuu anfusikum waattaquullaha waa'lamuu annakum mulaaquuhu wabasy-syiril mu'miniin(a)


"Shodaqallahul Adzimm.. Uhukk uhukkk.. "


Tiba-tiba batuk irah kambuh dan kepalanya mulai pusing pasalnya panasnya dari tadi memang belum juga turun sebab kambuh sehabis ikut kegiatan ngaji nya buya.


"Kamu kenapa nduk, ayo di minum dulu." ummah menyerahkan air botol mineral kepada irah dan tangan ummah tersentuh badan irah, "Masyaallah ndukk,, badanmu kok panas banget, kenapa kok kamu gak bilang ke ummah? wis ket kapan iki panase, panas e tinggi banget loh iki. " tanya ummah khawatir .

__ADS_1


Irah hanya bisa mengangguk menahan segala sakitnya sedari tadi niatnya agar ummah tidak mengetahui dan menghawatirkannya, tertanya malah ketahuan.


"Wis perikso urung ir, ayo tak terke perikso nang rumah sakit yo, nunggu buya datang dulu."


"Mboten usah ummah mbenjeng nggeh panase niki turun. " tolak irah.


"Wis gak oleh nolak ummah, kamu njaluk pulang ta ir? nanti sekalian cek diterno ummah karo salman sehabis perikso yo. "


Mendengar nama salman irah tersedak kaget


"Uhukk uhukkk.."


"Kalau aku di anter pulang harus satu mobil dong sama si gus galak,, ihhh ogah banget ya walaupun aku sangat pengen ketemu umi tapi mending aku milih tetep berada di sini dari pada harus lama lama semobil sama dia. " gumam irah.


"Mboten ummah, irah ten pondok mawon. "


Tiba tiba ummah mengambil hp beliau yang berada di atas nakas sebelah sofa dan menelfon seseorang yang entah itu siapa, tanpa lama terdengar suara yang tidak familiar di telingah irah.


"ummah telfon siapa ya, mudah mudahan gak tefon si gus galak itu haduh bisa berabe,, ehh tapi tunggu dulu itu itu sepertinya suara yang aku kenal.... ehmm itukannnn suara umikuuuu!!! " gumam irah yang tiba tiba semangat mendengar suara ummi nya.


"Hallo assalamualaikum mbak. "


"Wah alhamdulillah aku sehat mbak.. ikiloh aku ape ngabari yen irah saiki lagi kurang enak badan. "


"Irah putriku ning?" tanyya ummi memastikan


"Iyyo mbak, aku yo lagek ngerti iki mau, niatku habis iki tak periksane neng kene, trus bablas nganter muleh nang malang kono, tapi irah e kok mboten purun, ngomonge seh njaluk tetep nang pondok kene ae, tapi aku kuatir mbak. Opo sampean rene ae sesok? " tanya ummah (iya mba aku juga baru mengetahui, niatku habis ini mau ku periksa kan disini, terus setelah itu langsung nganter pulang ke malang sana, tapi irahnya ga mau, bilangnya sih minta tetap tinggal saja di pondok, tapi aku sangat kuatir dengan keadaannya. apa besok kamu bisa kesini aja? "


"Ya Allah ning. nek ngoten mbenjeng kulo kale abah e kesah meriko mawon. ngapuntene kok maleh dadi beban njenengan ten mriko. " jawab ummi irah


(Ya Allah ning, kalau gitu besok saya dan abanya pergi kesana saja, maafkan ya kalau disana malah jadi beban nya ning di sana. )


"Walah mbak irah iki yo wis tak anggep seperti anak sendiri, cuman aku ga tega aja lihat keadaan nya, mungkin nek sehabis ketemu umi abi ne bisa jadi obat rasa sakitnya, yowis kalau gitu besok sampean tak tunggu di dalem yo. "


"Enggeh ning, tolong nggrh nitip nitip irah rumiyin(dulu), kulo kepikiran ning. "


"Iyo mbak. nek gitu tak tutup dulu yo Assalamualaikum. "

__ADS_1


"Nggeh ning matur nuwun, Waalaikum salam. "


"Kulihat ummah selesai menutup telponnya, sebenernya aku juga pengen ngomong, tadi ummah juga menawarkan ku untuk bicara sama umiku, tapi aku takut, takut kalau aku ga bisa nahan air mataku, jadi aku milih mendengarkan percakapan mereka aja dengan menahan tangis dan rinduku pada ummi" gumam irah


"Sementara kamu istirahat aja yo di kamar putra ummah yang satunya, sambil nunggu buya rawuh. "


"Enggeh ummah." jawab irah


ummah mengantarkan irah ke kamar gus al, putra kedua beliau. Ummah sedikit memapah badan irah karna badannya sangat lemes sekali.


Dari kejauhan terlihan pintu kayu jatiberwarna coklat tua berukir ada tulisan kecil "Gus Al"


"Gus al? oh jadi namanya gus al,, adik dari gus galak. " gumam irah


"Ceklekkk"


Suara gagang pintu ditarik untuk membuka pintu dan terlihat didalamnya kamar yang sangat luas dan terlihat begitu sangat rapi, terdapat tempat tidur yang luas dan ada sofa disampingnya, terdapat juga lemari baju dan lemari properti properti barang barang unik.


"Wah rapi dan bagus banget, sudah seperti kamar cewek aja hibihi" gumam irah


"Ayo nduk kamur tidur dulu yo nang kene sambil nunggu, baru nanti kita priksa ke dokter. "


Irah menuju kasur dan menidurkan badannya disana setelah itu ummah meninggalkanya sendirian untuk istirahat di kamar.


"Hmm nanti pasti ketemu sama si gus galak nih ah males banget, sebenernya aku males banget harus berurusan sama dia lagi tapi mau gimana lagi keadaanku sepertinya ga ada perubahan yang ada sepertinya badanku rasanya sakut semua, bibir juga rasanya pahit semua. Huhh yaudah ahh cuek cuek aja nanti biar dia tuh mengetahui dan menyesali kesalahannya, biar tobat tobat tuh orang. " gumam irah dengan tiduran dan melihat lihat awan awan kamar gus al.


Irah terkagum kagum melihat isi kamar itu, mata irah tertuju pada rak kitab dan buku, ada tulisan rak novel, irah berusaha bangun untuk melihat isi rak novel tersebut, disana ada banyak bertumpuk tumpuk novel.


"Wah kebetulan nih aku suka banget baca novel, Lumayan nih gue pinjem bentar ah sambil nunggu buya datang. " ucap irah sambil membalik balik tumpukan novel.


"Cinntaa sang abdi ndalem,, wah judulnya kayanya bagus nih, coba baca ah. Wah Kelihatannya Gus al lebih baik deh dari pada Gus salaman yg galak itu, pasti orang nya sangat romantis kaya di novel novel punya nya ini, beliau juga kayaknya suka sama koleksi barang antik berarti orangnya memang antik hehehe. " ngedumel irah.


Irah kembali ke kasur dan duduk bersandarkan kepala kasur.


Dengan terus membaca novel hingga jam menunjukan pukul 20.00 tiba tiba terdengar suara ketukan pintu


tok tok tok

__ADS_1


Deghh....siapa ituu???


jangan lupa ya teman slalu like komen vote dan rate bintang limanya ya biar makin semangat authornta hihihi.. jangan lupa kritik dan saranya untuk lebih memperbaiki lagi.


__ADS_2