
"Apa yang sudah loh lakukan pada saja!" Marah Karina tampak berapi-api, ia bergetar hebat ditambah lagi melihat saja mual dan muntah. Apa kamu sudah!" Karina sangat syok ia tak percaya dengan apa yang pria itu telah lakukan, ia telah kecewa. Saja masih bisa mendengar apa yang dikatakan Karin, namun rasa panas di dadanya, ditambah kepala nya sakit ia tak bisa mengatakan apapun itu.
"Tidak! Jangan salah paham!"Rehan akan menjelaskan yang terjadi namun Karina sudah pergi lebih dulu membawa saja dengan perasaan campur aduk dan marah padanya. Ada apa dengan nya! apa yang sedang dipikirkan.
Karina Sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya, setelah membaringkan saja Karina kembali menangis tersedu-sedu, ia benar-benar tak percaya.
Oek- oek Karina marah melihat saja terus muntah-muntah. "Sini kamu!" Tarik Karina secara kasar, ia dibutakan rasa kecewanya.
"A- ada apa Karin."lemas saja ia tak mampu berucap, tubuhnya terasa lelah dan tak bisa lagi bergerak sama sekali, ini karena kecerobohannya tak makan apapun,.hanya karena ingin segera menyelesaikan laporan nya.
"Kamu tidak memikirkan akibatnya," saja bingung maksud sahabatnya apa.
"Saja ini obat untuk kamu, ayo minum," bentaknya, yang ada dipikiran Karin sekarang ia mengira jika mereka telah melakukan sesuatu, maka dengan itu saja memberinya obat kontrasepsi darurat. Jika mengenai obat itu dari mana, ia sempat memesan obat itu melalui kurir setelah membaringkan saja di tempat tidur.
"Obat apa Karin,"saja harus tau obat apa itu, ia tak mau salah minum obat, takut semakin bertambah sakit nya.
"Minum saja!" Setelah meminum obat itu, saja tertidur, Karina ikut berbaring dengan perasaan campur aduk, ia tidak bisa melihat saja seperti ini, saja adalah sahabat nya dan juga orang baik, pria itu tidak baik. Ia sudah salah mempercayai pria itu orang baik. Karina sangat menyesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rembulan malam semakin cerah di bawah malam yang cerah, di dalam sana seorang wanita tak lain dara sedang duduk di sebuah kursi kosong sedang memandangi hpnya, ia terlihat senyum-senyum sendiri, sedang para teman lainnya sibuk membersihkan ruangan resto.
"Pak Adnan, kenapa bapak tampan sekali, aku mencintaimu pak!"gumamnya kecil melihat foto pak Adnan yang pernah ia bidik secara sembunyi beberapa hari yang lalu.
"Andai kata kita berjodoh, pasti akulah orang yang paling bahagia!"gumamnya menggebu-gebu.
"Tapi pak! bagaimana kalau aku diculik orang karena kecantikan yang aku miliki! aku kasihan sama bapak tidak bisa memiliki wanita secantik dan sebaik aku!" dara terlalu memuji dirinya tak sadar dengan tatapan seorang wanita di tempat yang sepertinya kesal melihat nya.
"Tapi tenang saja, aku cuma mencintai bapak tampan"dara jadi tersenyum sendiri seperti orang gila memikirkan bos-nya.
"Ini tak bisa dibiarkan,"wanita lain yang memakai pakaian pelayan cafe, tampak sibuk membersihkan meja, setelah meja ke tiga ia ta sengaja melihat dara hanya duduk diam. Wanita itu merasa kesal melihat dara tak bekerja sama sekali.
"Dar! enak ya, main duduk aja!"gerutunya saat sudah di sampingnya. "Bukannya segera membersihkan ruangan untuk segera pulang, eh malah berdiam diri."
"Eh!"dengan cepat dara mematikan layar hpnya, ia hampir ketahuan, "Dasar pengganggu,"Sahut nya ia juga merasa kesal, orang lagi bahagia.
"Kerjain tuh,"marah wanita yang bernama Ayumi ia melemparkan lap itu tepat ke arah meja, untung saja bukan di wajahnya. Bisa perang dunia jadinya.
"Karin kamu marah yah sama aku soal kemarin! maafkan aku, aku itu lupa Karin!" Di meja makan saja berusaha memberi pengertian kepada Karina, ia mengira jika Karina mengkhawatirkan nya, karena ia lupa makan kemarin, padahal Karina marah sebab mengira ia melakukan hal yang tidak-tidak pasalnya, saja selalu menasehati nya malah ia sendiri yang melakukannya.
__ADS_1
"Aku tidak pernah marah sama kamu, tapi aku sekarang tak suka sikap mu, kamu juga tidak bisa jaga diri baik-baik, aku benar-benar kecewa saja!"Setelah mengatakan itu Karin segera menghabiskan makanannya.
"Terimakasih!"ujarnya dengan lembut, meski saja agak bingung dengan apa maksud temannya ini tapi ia tak ingin memperdebatkan masalah ini. ia lebih memilih duduk tenang.
Pagi harinya, Karina membawa saja ke rumah sakit terdekat, saja bingung ia tidak tahu apa yang akan dilakukan sahabatnya saja, namun ia malah menurut saja, ia tahu betul jika perasaan sahabat nya tidak baik-baik saja.
"Dok tolong periksa teman saya!"pintanya setelah sampai di sebuah klinik kecil.
"Baik dek!" ucap dokter itu. Karin dan saja telah berada di dalam ruangan dokter.
"Karin! maksudnya apa, aku baik-baik saja, kenapa perlu diperiksa, awalnya saja mengira jika Karina ingin mengontrol sakit maag nya, karena sejak dulu Karin mengidap maag kronis, makanya ia tak bertanya, tapi sekarang kenapa harus dia, saja kan sehat-sehat saja, jika mengenai kemarin itu hal biasa ia alami jika tak makan malam. Tapi mungkin saja sahabat nya itu khawatir dengan kondisinya mau tak mau ia menurutinya.
"mau ngapain loh ke sini,"pria itu datang, ia tak lagi sopan dengan nya. Karin melarang pria itu datang menjenguk saja, dokter keluar dan mengatakan jika sakit maag saja kambuh dan perlu istirahat cukup dan menjaga pola makannya. "Dok bagaimana dengan kandungannya!"
"Kandungan! Siapa yang hamil."Dokter itu jadi bingung dibuatnya.
"Tidak dok saya salah" ujarnya segera menyusul pria itu, ternyata ia salah tafsir. Ia sudah menduga yang tidak-tidak tentang pria itu dan ia juga sudah berlaku tak sopan.
"Rehan tunggu!" Karina mengejar rehan ia ingin minta maaf.
"Maaf , aku sudah salah paham! tolong maafkan aku yah."Rehan mengangguk ia mengerti bagaimana perasaannya Karina.
"Lain kali aja, aku ada urusan!"
"Baik hati-hati."pria itu segera berlalu.
"Saja maafkan aku! mereka sedang berada di ruangan klinik, ia meminta maaf karena sudah memikirkan hal negatif pada sahabatnya sendiri, ia telah menilai tanpa tahu yang sebenarnya.
"Kamu emang punya salah apa!"saja menatap karina yang terlihat tidak baik-baik.
"Sebenarnya aku! Banyak! Aku tidak bisa menjaga pola makan kamu.!" ujarnya setelah memikirkan jawaban yang bagus, Asal Karin mana mungkin ia mengatakan yang sebenarnya jika ia mengira saja dan pria itu telah melakukan hubungan bisa-bisa mereka marah.
"Harusnya aku yang minta maaf! karena aku kamu dan mas rehan harus mengurusi aku! aku minta maaf ya."Karina memegang tangan saja.
mm...
"Terimakasih!"Karina memeluk saja saking terharunya, memang yah sahabatnya ini orang terbaik yang pernah ia kenal.
2 hari kemudian setelah Karin lulus skripsi ia sangat bahagianya, segera ia pergi dan ingin memberitahukan pada seseorang.
__ADS_1
"Rehan boleh aku duduk di situ!" Karin menunjuk kearah samping nya.
"Boleh! silahkan saja, ini kan tempat umum," mereka sedang berada di taman, bukan tanpa sengaja berada di sini, sejak tadi Karin mencari rehan dan akhirnya ia melihatnya sedang duduk di taman kampus.
"Rehan masalah waktu itu aku minta maaf aku tidak bermaksud, aku ternyata salah paham.
"mm.. santai saja, aku mengerti saja itu sahabat kamu jadi wajar kan jika kamu mengkhawatirkan nya. Dan kamu kan sudah minta maaf kemarin."
"Terimakasih rehan," Karin menghela nafasnya memandang ke depan.
"ooh yah! ngomong-ngomong kan kamu sudah selesai kan kuliah nya, kok masih nongol di sini sih?"tanyanya penasaran.
"mm," pria itu memandang ke depan, "gimana yah, emang ga boleh lagi ke sini," ujar rehan menatap lurus ke depan melihat siswa-siswi yang lalu lalang.
"bukan begitu sih, tapi kan aneh aja,"
"Kamu kan tahu, aku lagi ngapain di sini!"
"Oh ia, baru ingat!" karina tertawa renyah memandang lurus ke depan juga.
"Aku juga sedang mencari mangsa."
ha ha ha Karina tertawa mendengar lelucon pria di samping nya ada-ada saja. "Emang buaya apa cari mangsa segala," Karin kembali tertawa setelah mengatakan nya.
"Bisa jadi!" Rehan juga tertawa kecil.
"ia sih, asal bukan buaya darat. ujarnya memandangi pria di sampingnya.
Deg! pria itu menatapnya, ia tidak bisa ditatap seperti itu ia malu sekali! tapi yang lebih penting itu apakah pria ini akan marah dengan perkataannya, apa ia tersinggung.
"Ma-maaf mas"Karin jadi gugup dengan segera ia mengalihkan pandangannya.
"Kalau Aku buaya darat, bukan tidak mungkin dong semua wanita aku karunin!"
"Termasuk aku gitu!"menunjuk dirinya sendiri. Karina tersenyum malu. Ia mengubah duduk nya dan melihat pria itu, ia berniat mengatakan sesuatu.
"Rehan! aku mau ngomong sesuatu!"Karin merasa ini waktu yang tepat mengatakan isi hatinya ia tak bisa lagi menunggu, ia juga ingin tahu apakah pria ini memiliki perasaan yang sama sepertinya.
Apa!!!
__ADS_1
"Sebenarnya aku itu,"Dengan perasaan campur senang, takut ia berusaha mengutarakan isi hatinya. Ia ingin mengatakan sesuatu yang ada di hatinya, pria ini harus tahu, ia tahu perasaan apa itu , namun jika melihat pria itu ntah kenapa ia seperti teringat dengan seseorang, seseorang yang pernah ada di masa lalu nya, tubuh tinggi tampan baik semuanya sama persis, tapi kebaikan pria itu hanya sementara, pria itu telah menghilang, dengan kehilangan nya itu meninggalkan bekas yang sangat mendalam di hati nya, tentang apa itu hanya Karin saja yang tahu. Karin benar-benar ingin mengatakannya, ia tak ingin memendam perasaannya yang kemungkinan akan menjadi penyakit untuk dirinya sendiri. Berharap perasaan yang dimilikinya rehan juga sama.