
Malam hari datang menyingsing di bawah rembulan malam dan gemerlap bintang terang, dua orang wanita muda melangkah masuk ke dalam sebuah resto mereka berdua tak lain saja dan Karin. Sekarang mereka tengah memilih tempat duduk. Mereka sengaja ke luar malam, tak lebih dari membuat kenangan bersama agar bisa di kenang untuk masa yang akan datang, ini semua karena ajakan dari Karin, saja mana bisa menolak jika soal ini. lagian mereka juga tidak lama lagi akan berpisah.
"Saja aku punya sesuatu untuk mu,"ujar Karina dengan senyum.
"Apa?" tanya saja mereka berdua sedang berada di luar, sedang makan di cafe, awal nya saja menolak alasan ia harus mengerjakan skripsinya tapi, Karina memaksanya, ia mengatakan jika ingin membuat kenangan bersama nya dan mengabadikannya sebelum mereka lulus, kemungkinan mereka akan sulit bertemu jika sudah sibuk masing-masing.
"Apa ini!" bingun saja, sebuah benda lingkar kecil sudah di telapak tangannya saat ia membukanya ia melihatnya, sangat cantik, berbentuk silver cerah tapi apakah ini berlian lalu bagaimana Karina mendapatkan nya. ini pasti mahal. Apa sahabat nya menggunakan uang tabungannya.
"Karina, darimana kamu dapatkan uang untuk beli cincin seperti ini?"saja harus tahu itu, ia tak mungkin menerima pemberian seperti ini. Meski ia awalnya terharu tapi bagiamana mungkin ia akan membuat sahabatnya menjadi susah.
"Karin kamu gak lakuin sesuatu kan?" Selidik nya, terus menatap Karin berusaha mencari jawaban
"kamu tuh, jangan mikir aneh-aneh, ini itu cuma imitasi aku juga punya, ini itu tanda persahabatan kita."ujar Karina tersenyum lebar dan menunjukkan jarinya yang sudah terpasang cincin sama seperti nya.
"Ya ampun, maafkan aku Karin, pasti kamu kecewa kan sama aku!"saja jadi terharu melihat kebaikan Karina. Karina menganggukkan kepalanya tanda memaafkannya.
"Terimakasih Karin!' saja memeluk Karina dan mereka saling berpelukan, " sama-sama!'karina tersenyum sangat bahagia.
"Ayo kita makan," mereka kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda, sesekali mereka tertawa bersenda gurau, kedua wanita itu terlihat saling menyayangi satu sama lainnya. Ini adalah dinner pertama mereka setelah disibukkan dengan ujian akhir yang mereka tempuh. Mereka baru melakukan nya lagi setelah sekian lamanya, tapi memang sih mereka baru menjadi sahabat saat semester 3, sebab Karina adalah mahasiswa pindahan.
"Cukup ramai di sini! adem lagi!" ujar saja melihat di sekelilingnya, ntah kenapa tempat ini mengingatkan nya pada seseorang yang jauh, tapi dekat di hatinya. Oh ya ia lupa mengabarkan berita baik ini, jika ia telah selesai ujian dan lulus dengan baik.
"Ada apa?" Karin melihat saja sedari tadi diam seperti memikirkan sesuatu.
"Gak ada kok! ayo qita pesan makanan aku sudah lapar,"ujar saja dengan memelas, ia memang sudah lapar sejak tadi belum mengisi perutnya.
"Karin! kamu mengajak mas rehan ya!" sahut saja tak sengaja melihat rehan dari jauh melihat ke arah mereka dengan tersenyum.
__ADS_1
"Assalamualaikum!"sapa pria itu tiba, saja menghela nafasnya sebab Karin tak menjawab pertanyaan.
"Waalaikumussalam!"jawab mereka serempak.
"Boleh aku bergabung!"ujar pria itu basi-basi.
"Silahkan!" Karin berucap sedang Saja hanya mengangguk pasrah, ia tak mungkin mengusir nya, bukan ia tidak ingin ada pria ini, pria ini orang nya baik tapi hanya saja ia cuma ingin berdua dengan sahabatnya menghabiskan waktu tersisa nya sebelum mereka benar-benar berpisah. Mengenai pria ini bisa di sini sebelum nya Rehan meminta Karin mengajak makan saja sebagai bentuk karena ia berhasil ujian skripsi, mereka bertiga. Rehan sengaja mengajak saja melalui sahabatnya, sebab ia tidak yakin jika saja mau jalan berdua dengan nya, dan alhasil Karin orang yang mengerti dan baik mau membantu nya.
"Silahkan!"beberapa saat pesanan mereka tiba. Berupa Chocolate cake dan jus.
"Terimakasih!"ujar saja dengan lembut. Segera mengambil makanan yang ia pesan dan memakan nya.
Sedari tadi pria itu memandang saja tanpa berkedip, perasaan yang ia miliki, berangsur bertambah sedikit demi sedikit, wanita ini mampu mengambil hatinya.
"Mas kenapa"bingung saja perihal pria di depannya itu belum memakan makanannya hanya diam saja. Refleks Karin menoleh ke arah pria itu. Ia berinisiatif menyentuh tangan pria itu dan tiba-tiba pria itu kaget dan menarik tangannya. Tampak jelas di mata karina ada raut menyesal dan sedih, ia hanya ingin memberi kode padanya jika saja bertanya.
Banyak pasang mata yang menoleh ke arah mereka. Saja kembali membawa kotak P3k dan ia menarik tangan pria itu lalu membersihkan dan mengobatinya, saja sedikit meringis melihat luka itu, meski ia seorang dokter tapi perasaan seperti itu masih ada. Sedang pria itu terus melirik saja tanpa memperdulikan lukanya, Di dalam hatinya ada rasa bahagia karena ternyata wanita yang diam-diam ia sukai, peduli padanya, ia tersenyum kecil.
"Mbah!" panggil Karina pada salah satu pelayan cafe, ia sudah cukup terdiam dengan apa yang terjadi tidak ingin situasi bertambah parah dan orang-orang itu melihat ia segera meminta bantuan.
"Ada apa ini!" ujarnya kaget melihat makanan mereka berantakan dan ada banyak pecahan.
"Mbah! saya minta maaf sebelumnya, tolong bersihkan yah! nanti saya akan ganti rugi,"Segera pelayan itu membersihkan gelas dan makanan di lantai.
"Terimahkasi!"ujar pria itu setelah saja selesai mengobati lukanya.
"Sama-sama"
__ADS_1
"Aku ke toilet sebentar yah!" saja segera pergi setelah mengatakan nya.
"Rehan masalah tadi aku minta maaf! aku tidak sengaja, aku cuma mau mengingatkan jika saja itu bertanya sama kamu tapi kamu melamun! dan saat itu aku menyentuh tangan kamu, tapi kamu malah menariknya.
"Dan sekali lagi aku minta maaf karena aku tangan mu jadi terluka,"Karina merasa penuh penyesalan, tapi kan ia tak sengaja melakukan nya.
"Tidak apa-apa, lagian dengan adanya kejadian ini, aku jadi tahu jika saja ternyata peduli sama aku"sahut pria itu jadi tersenyum, ia bersyukur di balik kejadian ini ada hikmah.
"Oh ya terimahkasi juga!" pria itu mengingat sesuatu saat saja mengobati lukanya, ia melihat cincin itu melingkar di jari manis saja saat mengobatinya, sangat cocok, itu berarti saja menyukainya ia akan sering memberikan barang yang jauh lebih berharga dari ini. ini semua berkat Karin yang membantunya.
"Untuk?"tanyanya
"Soal cincin itu! karena kamu saja mau memakai nya!" pria. tersenyum ke arah Karina, Karina patut diacungi jempol ternyata.
"Oh masalah itu! sebelumnya aku minta maaf! sebenernya aku tidak mengatakan itu dari pemberian kamu! tapi aku mengatakan jika itu hadiah persahabatan kami!" Karina merasa bersalah karena ia menyembunyikan hal itu, dan ia juga sudah membohongi sahabatnya.
"Tapi! aku melakukan itu supaya saja mau menerimanya, dan aku yakin lambat laun pasti saja akan menyukai kamu!"
"Jangan dipikirkan! dengan saja mau menerimanya itu lebih dari cukup dan yah perkataan kamu memang ada benarnya aku yakin suatu saat saja akan menyukai ku, buktinya ia juga peduli padaku!" pria itu kembali mengingat kejadian tadi saat saja mengobati lukanya dengan pelan dan kasihan padanya.
Saja kembali dan melihat meja mereka sudah dibersihkan dan ada makanan lagi seperti semula.
Karina sudah makan lebih dulu, begitu pun pria itu, saat saja duduk dan mulai makan lagi, pria itu terus melihat nya lebih tepatnya ke arah cincin di jari manisnya.
Saja yang diperhatikan merasa aneh dan risih dengan pria itu sepertinya ada yang tidak beres dengan nya ia memeriksa pakaiannya dan semuanya aman-aman saja lalu apa. Ia beralih menaikkan tangannya. Cincin? Apa ini! Apa ia kelihatan aneh jika memakai nya, memang sih ia baru pertama kali memakai hal yang berbaur kemewahan karena pada biasanya ia hanya suka kesederhanaan tapi kan ini cuma imitasi, dasar aneh memang! Gumamnya saat tak sengaja kembali melihat pria itu menatap ke arahnya tapi segera ia menyadari nya dan memalingkan wajahnya.
"Maaf ada apa yah?".saja tidak bisa berdiam diri dan makan dengan baik jika pria itu belum juga menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Ah tidak! Aku hanya teringat sesuatu."pria sadar jika sedari tadi ia melihatnya. Ia sudah membuat saja menjadi tak enak dan gelisah.