Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps. 9


__ADS_3

Urusan saja sudah selesai untuk saat ini, ia sudah sekitar seminggu berada di sini hari ini ia memutar untuk kembali ke ibu kota. Memutuskan untuk pergi melanjutkannya apa yang telah menjadikan tujuan hidupnya.


"Hati-hati di sana yah nak, jaga diri baik-baik," sahut abinya seraya mengelus lembut rambut sang anak di balik kerudung nya.


"Ia Abi!" ucap saja dengan lembut Setelah menyalami sang Abi dengan cinta, kini giliran sang umi.


"Jaga kesehatan yah! Jangan begadang jangan lupa makan!" Ujar uminya bertubi-tubi.


"Yah jelas lah umi! Saja tidak akan lupa jika soal makanan," ujarnya dengan tersenyum sengaja bercanda, memang jika soal makanan ia tidak akan lupa.


"Kamu ini!" Saja memeluk sang umi dan ia juga pamit pada bibi.


"Hati-hati non!"bibi merasa sedih nona nya akan pergi. Pasti akan sangat lama lagi mereka baru. bisa bertemu. Saja jadi memeluknya dan tersenyum hangat.


"Dan ingat hindari namanya pacar-pacaran!" Peringati ibu nya sebelum saja masuk ke dalam mobil sudah menunggunya. Saja hanya mengangguk sebab mana ia mau ia mengiyakan lagian kan ia telah memiliki kekasih.


Selamat tinggal kota kelahiran kita akan berjumpa di tahun depan jika takdir Masih merestui kita batin saja dibalik kaca mobil yang terbuka ia sedikit melihat ke luar melihat meninggalkan tempat tinggal tercintanya. Ia tidak pergi merantau jauh dan bukan pula ke luar negri tapi hati nya terasa sakit tak rela. Dalam hati ia ingin 😭 tapi malu lah jika dilihat oleh pak sopir jadi ia urungkan saja. Ia kemudian bersandar di kursi. " Mas saya pulang! maaf saya tidak sempat mampir ke mas" saja baru saja mengirim pesan ke seseorang tak lain mas Adnan kai.


"iya! tak apa hati-hati di sana ingat makan!"balasan pesan pria itu setelah membaca pesan dari saja, ia sedang berada di ruangannya.


Beberapa jam berlalu.....


"Sudah sampai dek!" Ujar pak sopir berulang kali.


Ah!"refleks saja sedikit terkesiap.

__ADS_1


Perjalanan yang cukup panjang hingga sore hari ia baru sampai, mengakibatkan ia tertidur enak di dalam mobil.


Saja telah ke luar. Setelah membayar ongkos ia berjalan ke sebuah rumah tak lain tempat tinggalnya selama ini, setelah melewati lorong kecil sekitar 20 meter dari jalan raya.


Ah! Lenguh saja menghempaskan tubuhnya di atas kasur kecil matanya fokus ke langit-langit kamar. Lelah juga bepergian! Ini belum seberapa bagaimana kalau ia merantau ke luar negri itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebenarnya ia ingin bekerja di luar negri setelah lulus jika ada kesempatan tapi ia pikir-pikir lagi jika bekerja di LN itu tidaklah sedikit waktu. Dan lagian juga ia tidak akan tahan dengan cuaca ekstrem. Ah memikirkan nya sangat pusing ia memilih membereskan tubuh nya lalu sejenak beristirahat.


Pagi hari saja terburu-buru menuju kampusnya setelah sudah berada di dalam dengan segera mungkin menaiki tangga menuju ruangan nya, namun tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga membuatnya bukunya terjatuh.


"Maaf" Sahut pria itu, ia. seorang pria membantu saja mengambil bukunya.


"Ini! ujar pria itu namun sedetik mungkin pria itu terdiam melihat nya, "terimahkasi," balas nya.


"Maaf aku yang salah saya! Ucapnya sekali lagi sambil menyatukan kedua tangannya sebagai bentuk permohonan maafnya sebelum pergi. Namun tak ada jawaban dari pria. Karena tak ingin terlambat saja segera pergi.


"Dia ternyata mahasiswa di kampus ini!" gumam pria itu menatap punggung saja yang telah berlalu, ia wanita yang membuat hatinya berdebar hari itu ternyata memiliki kampus yang sama dengan nya, kebetulan atau takdirnya. pria itu dalam diam tersenyum. Pria itu menatap kepergian wanita tadi, ada rasa kekaguman.


"Saja ke kantin yuk!" Ajak Karina, baru saja ia ingin mengajak nya, saja berdiri lebih dulu" ayo! Sejak tadi aku kelaparan!" Ujarnya diselingi tawa sambil memegangi perutnya menunjukkan nya pada sahabat.


"Tumben!" Karina menaikkan alisnya melihat saja yang sangat lahap makan nya. Saja hanya mangut-mangut sembari menikmati SOP ubi buatan Mbah ati yang menurutnya paling top. Itu adalah makanan favoritnya yang ia tekuni selama Satu tahun terakhirnya.


"Pelan-pelan dong! Ujar Karina cemberut melihat mulut sahabat nya yang penuh sangat doyan. Ia hanya bisa menghela nafasnya geleng-geleng dan menyantap makanannya juga.


......................


"Saja aku duluan yah,"ujar Karina segera ke luar dari ruangannya, ia berlalu meninggalkan saja yang juga siap-siap untuk pergi karena jam mengajar telah usai.

__ADS_1


"Ya" saja melangkah menjauh menuju perpustakaan kampus ia berniat mencari buku referensi untuk penelitian nya, ia melihat jam di tangannya dan itu menunjukkan masih Sore sebelum itu ia menuju mushollah terlebih dahulu untuk mengerjakan kewajibannya.


Saja telah di meja dengan buku yang sudah ia kumpulkan lalu ia membuka nya dan mulai membacanya sedikit demi sedikit.. Tanpa ia sedari sejak tadi apa pria yang dipojok sana memperhatikannya dengan serius pria itu terlihat mengagumi nya, bahkan sangat-sangat. Ini adalah pertemuan ketiganya. Bukan pertemuan! Tapi ketiga kalinya ia melihat wanita itu. Sejak saat di kota kecil itu dan saat menabrak nya, lalu yang ini ia sengaja mencari kesempatan untuk bisa melihatnya lagi, tadi ia tak sengaja melihat saja ke luar dari masjid dan ia mengikuti nya dan berpura-pura membaca buku juga. Ntah kenapa ia ada pikiran seperti itu tapi hatinya terasa damai. Selama ini ia tidak menyadari keberadaan nya. Mungkin saja Sebab ia sudah alumni di kampus ini. Selama ini ia sibuk dengan mata kuliahnya bahkan mengacuhkan beberapa wanita yang menyukainya, ada beberapa wanita juga yang rela melakukan sesuatu untuk menyenangkan namun ia selalu menolaknya tapi ntah ini berbeda justru ia sendiri diam-diam untuk melihat wanita yang menurutnya istimewa. Wajah ayu manis, kulit Langsat menurutnya itu sangat cantik sendiri di matanya. Ntalah apakah itu adalah cinta pada pandangan pertama atau hanya mengangumi nya. Jika mengenai mengangumi sejak pertama kali waktu itu ia sudah mengagumi nya. Tanpa Sadar saja sudah berdiri dari duduknya dan menyimpan buku itu. Dengan cepat pria itu juga ikut berdiri dan mengikuti nya.


"Assalamualaikum!"


"Assalamualaikum dek!" Panggil nya sekali lagi sebab wanita yang ia ikuti secara diam-diam tak mendengar nya.


"Waalaikumussalam maaf mas saya kira berbicara dengan siapa" saja baru sadar setelah melihat tidak ada siapapun selain dirinya di sini.


"Saya Berbicara dengan kamu,"pria itu mengulum senyumnya.


"Maaf! Emangnya ada apa yah?" Tanya saja dengan sangat penasaran ia tidak tahu siapa pria ini, tapi ia bisa lihat kalau pria ini juga mahasiswa di kampus nya, terlebih lagi ia melihatnya tadi dari kaca hpnya saat ia memainkannya tadi saat ke luar. Dan ia lupa jika ia baru saja bertemu tadi pagi.


"kamu masih ingat aku tidak!"


"Perkenalkan nama ku rehan, orang yang di tangga tadi," pria itu menatap lekat saja namun saja tak terlalu mencolok untuk melihatnya.


"iya, aku baru ingat,"saja tersenyum kecil setelah mengingat nya.


"Ada apa yah mas?" tanya saja bingung, kenapa pria ini di sini dan mengajak nya berbicara.


"Gak ada apa-apa kok! oh ya kamu tinggal di mana, ayo pulang bersama," ajaknya, ia berharap bisa mengantar wanita ini untuk mengenal nya lebih dekat.


"Maaf , bukan aku menolak tapi kayaknya tidak usah soal nya rumahnya aku deket kok."saja berusaha menolak dengan halus. bukan ia tak menyukai pria ini namun memang karena tempat tinggalnya hanya butuh jalan kaki sudah sampai. Lagian juga mereka tidak saling kenal.

__ADS_1


"o yah sudah maaf menganggu, saya permisi"ujar pria itu berlalu, saja hanya mengangguk dan sedikit tersenyum.


"Astaga! aku lupa siapa namanya!" ujar pria itu setelah di dalam mobilnya dan saja sudah tak ada.


__ADS_2