Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps 13


__ADS_3

"Rehan! aku mau ngomong sesuatu!"Karin merasa ini waktu yang tepat mengatakan isi hatinya ia tak bisa lagi menunggu, ia juga ingin tahu apakah pria ini memiliki perasaan yang sama sepertinya.


Apa!!!


"Sebenarnya aku itu,"Dengan perasaan campur senang, takut ia berusaha mengutarakan isi hatinya. Ia ingin mengatakan sesuatu yang ada di hatinya, pria ini harus tahu, ia tahu perasaan apa itu , namun jika melihat pria itu ntah kenapa ia seperti teringat dengan seseorang, seseorang yang pernah ada di masa lalu nya, tubuh tinggi tampan baik semuanya sama persis, tapi kebaikan pria itu hanya sementara, pria itu telah menghilang, dengan kehilangan nya itu meninggalkan bekas yang sangat mendalam di hati nya, tentang apa itu hanya Karin saja yang tahu. Meski ia tahu jika pria ini menyukai sahabatnya tapi setidaknya ia ingin mencobanya, ia tidak ingin perasaan nya ini menjadi penyakit.


"Karina ke mana yah! sebentar lagi aku mau ujian lagi!'saja terus berjalan mencari keberadaan sahabatnya itu, yang menghilang ntah ke mana. Tampak saja sudah sangat khawatir dan gelisah di mana sebentar lagi ia akan maju.


"Sebenarnya aku su.."Karin menoleh ia tak bisa melanjutkan perkataannya.


"Karina ternyata kamu di sini!"saja tiba dan memegang pundak Karin, ia berbalik dan melihat saja di sampingnya.


"Fd aku mana!"


"Ooh yah! aku lupa, tunggu bentar ini"Karina berdiam diri sebentar, lalu membuka tasnya segera mungkin memberikan flashdisk milik saja.


"Aku pergi dulu yah!" saja berlalu meninggalkan mereka.


"Oh yah! ngomong-ngomong kamu mau mengatakan apa?"tanya pria itu penasaran.


"Aku cuma mau ngomong kalau aku lulus skripsi!"ujar Karin berusaha tersenyum, ia hanya mengatakan itu saja, karena sebelumnya memang ia ingin memberitahukan padanya.


"Selamat yah,"ucap pria


"Terimakasih! Aku duluan yah!" Karina sudah merasa gugup dan malu! ia tidak bisa mengatakan nya sekarang nanti saja.


"Baiklah aku juga mau pulang."


           ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Bagaimana! kamu kenapa!" Karina melihat saja tak bersemangat saat keluar dari ruang ujian skripsi, ditambah lagi tangan saja terlihat gemetar memegang laporannya. Karina tidak bisa menahan rasa sedihnya! bagaimana mungkin sahabatnya tidak lulus, sedang dirinya saja terbilang tidak cukup pintar bisa lulus. Bagaimana ini itu artinya mereka tidak bisa wisuda bersama, dan lebih parahnya pasti saja akan sangat menyesal dan malu


"Wah!" Karina sudah tak bisa lagi menahan tangis besarnya, ia menangis tampak memperhatikan orang lain.


"Kenapa kamu tersenyum! harusnya bersedih!"lirihnya bingung dengan saja, yang malah tersenyum. Saja memeluk Karina.


"Aku lulus Karin!"ujar saja dengan sangat bahagia, setelah perjuangan panjang, bolak-balik Konsul sama dosen pembimbingnya akhirnya ia bisa melewatinya dengan baik, meski ada beberapa saran yang ia dapatkan.


"Loh! loh kamu kok gak memberitahu dari tadi sih!" ujar Karina cemberut setelah melepaskan pelukannya.


"Sengaja!"Ledek saja segera berlari kecil meninggalkan Karina yang tampak kesal, karena pastinya sahabatnya ini tidak akan tinggal diam, sebelum itu ia sudah terlebih dulu menjauh.


"Saja!"teriaknya segera menyusul kepergian saja yang meledek nya.


Merasa berdua tengah berada di kantin merayakannya kelulusan ujian saja"karena hari aku lulus ujian, jadi aku akan mentraktir kamu!" ujar saja dengan senang.


"ah serius,"Karin jauh lebih senang.

__ADS_1


"Yes!" saja mengangguk.


"Tunggu! kamu di sini biar aku yang ke Mbah Titi,"dengan senang hati Karin pergi meninggalkan saja yang sangat senang, ia tidak tahu bagaimana harus menggambarkan rasa bahagianya saat ini, benar-benar bahagia, bisa dibayangkan berjuang untuk bisa lulus itu tidak mudah, harus bolak-balik, coret mengulang dan seperti itulah memang adanya tidak ada yang mudah. Saja sangat bersyukur ini tak lepas dari bantuan yang di atas.


"Terimakasih ya Allah."gumam saja.


"Makanannya datang,"cicit Karin datang membawa nampan berisi makanan yang sudah siap. Karin meletakkan makanan itu dan menyajikannya.


"Ternyata makan gratisan jauh lebih enak!" kekeh Karin sumringah.


"Hem kamu itu,"ucap saja di selingi tawa.


"Karin tadi kamu ngapain sama mas Rehan,"tanya saja, mengingat kejadian di mana ia menemukan sahabat nya di taman bersama pria itu.


"Oh itu tidak ada, hanya kebetulan saja,"balas Karin mengulum senyumnya.


wahh....Karin menguap ia rasanya ingin tidur, "saja kamu gak ada lagi kerjaan kan!' Karin melihat saja dengan tatapan serius.


"ada sih, cuma perbaikan skripsi aku, tapi bisa dilakukan besok saja! emang kenapa?" tanya saja, ia melihat wajah serius itu sepertinya Karin akan melakukan sesuatu.


"Hem! ngantuk!"Karin bangkit tanpa merasa bersalah.


"astaghfirullah! kamu! kirain mau bicara sesuatu penting!" saja ikut bangkit menyusul Karin yang tertawa mengejeknya.


...----------------...


"itu dia!" ujar Karin tersenyum melihat pria itu sedang duduk di kantin seorang diri. Karin melangkahkan kakinya ke arah sana. "rehan"Karin duduk begitu saja.


"Kamu sendiri! saja di mana?"tanyanya.


"MMM...dia sedang mengerjakan perbaikan nya,"sahut karin tanpa memalingkan pandangannya.


"Kamu mau makan?"tanya pria itu.


"boleh."


"Ya sudah kamu pesan saja! biar aku yang bayarin,"sahutnya.


"Serius! tapi gak usah deh gak enak aku!" Karin merasa tak enak pria ini terlalu baik dan. perhatian ia jadi merasa sedikit malu.


"Gak masalah!"ucap pria itu.


"Baiklah, pesan apa aja,"ujarnya tersenyum lembut.


"oke! tunggu bentar yah!"rehan bangkit menuju ke Mbah Titi. Melihat kepribadian pria itu, karin terharu pria ini sangat baik, siapapun menjadi bagian dari pria ini orang yang sangat beruntung.


"Silahkan di nikmati,"rehan datang dan meletakkan makanan itu di meja.

__ADS_1


"Terimakasih rehan atas traktirannya".


"Sama-sama," mereka kembali melanjutkan makannya.


Beberapa menit berlalu mereka setelah selesai makan dan hanya duduk tenang.


"Rehan sebenarnya aku!" Karin memulai percakapannya


"mm kenapa, katakan saja! Astaga aku baru ingat aku juga mau mengatakannya sesuatu!" ujarnya dengan serius.


Karina jadi tersenyum yang awalnya ragu dan gugup, ia berpikir jika pria ini mungkin akan mengatakan perasaannya juga, apakah itu benar.


"Sebenarnya aku itu su!!!


"Kamu serius!!! aku mau kok!" Karin tidak bisa lagi menyembunyikan bagaimana bahagia dirinya, apakah rehan benar-benar menembak nya. wah tak bisa ia bayangkan bahagia nya dirinya. ternyata cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.


"Aku kan belum selesai ngomong nya."


"aku sudah tahu apa maksud kamu!" Karin tersenyum lebar.


"Jadi kamu tahu jika aku menyukai saja dan kamu mau membantuku," sahut pria itu dengan berbinar dan menggebu-gebu.


Duar!!! boom!!!! Apa ini


Sakit! hati Karin jadi perih, ia salah tebak, ternyata pria itu tak menyukainya tapi menyukai sahabat lalu bagaimana dengan perhatian pria itu selama ini, kenapa memberi nya harapan lalu menusuk nya. Ia ingat betul saat dia dan saja berada di kantin, salah satu mahasiswa jurusan lain membawa sebuah buku bacaan dan memberikan padanya dan mengatakan jika itu dari seseorang. Karina melihat rehan waktu itu bersembunyi, hari itu Karina sangat senang pria yang ia suka juga tertarik padanya. Tapi apa ini! hari ini apa ia salah dengar. Dalam diam Karin memalingkan wajahnya ke arah lain dan menghapus jejak air matanya. Pria itu tak melihatnya karena saking senangnya memikirkan saja.


Karin! kedua kalinya karina baru berbalik


"Aku mau bertanya! waktu itu aku menitipkan buku novel untuk saja! tapi kenapa ada sama kamu?"pria itu baru ingat waktu di mana ia melihat buku yang ia titipkan untuk saja berada di tangan sahabat nya.


"Itu! aku meminjamnya dari saja! aku sebenarnya juga suka membaca novel!" jawab nya, Karina berbohong, ia tidak meminjamnya nya, tapi seseorang itulah yang memberikannya padanya. Ia tidak mungkin menyalahkan siswa itu itu salah nya sendiri mengira jika itu titipan untuknya.


"Kalau kamu suka! aku akan memberi mu! sebagai hadiah karena mau membantuku!"


"Tidak perlu! sepertinya aku harus pergi!" ujarnya pergi dengan buru-buru.


"Kenapa! kenapa hidup ku seperti ini!"lirih Karina menangis tersedu-sedu di dalam kamar kecil wanita, ia menangis di depan cermin meratapi nasibnya.


"Hidup aku sudah susah! sekarang cinta ku juga bertepuk sebelah tangan, apa salahku, hi, kenapa orang yang aku suka menyukai orang lain kenapa bukan aku! kenapa!" Karin menangis tersedu-sedu ia tak bisa percaya.


"Apa aku tidak pantas untuk bahagia!"lirih Karin, ia merasa dunia tak memihak nya, ia sangat sedih.


Tring....hp karin berbunyi dan melihat Siapa itu dia sahabat nya tak lain saja.


"Assalamualaikum! karin kamu di mana saja sedang mencari Karin ia tak menemukan nya makanya menelpon nya.


aku di kamar kecil tunggu bentar," Karin menyudahi dan menyimpannya. "aku tidak boleh seperti! tidak seharusnya aku egois! cinta itu tidak bisa dipaksakan aku harus belajar ikhlas! ya"Karin menghapus sisa-sisa air matanya dan menyemangati dirinya sendiri. Ia sekarang jauh lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2