Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps. 7


__ADS_3

"Pak Adnan! bisa tidak saya ikut di mobil bapak! soalnya saya takut pak, ini sudah sangat larut, nanti ada yang ingin berbuat jahat dengan saya! boleh kan pak," dara begitu berharap ia bisa pulang dengan pria ini, ini kesempatan baginya untuk mengambil hati bosnya. Bukan cuma itu, memang jalanan sangat sepi, jika pulang dengan nya akan lebih aman. Tapi yang tidak aman itu bos-nya. Karena ia akan membuat rencana.


"Bagaimana yah, itu salah kamu sendiri, kenapa baru pulang sekarang!" pria baru saja ingin membuka pintu mobilnya dan akan pergi. Ia sebenarnya sudah sejak tadi pulang hanya saja ia lupa sesuatu jadi ia kembali lagi dan saat kembali ia melihat pegawainya itu masih ada di dalam ruangannya padahal sudah jam pulang dan lebih parahnya pak Joni si satpam sudah bersiap menutup restauran itu.


"Maaf pak! saya tidur nyenyak di ruangan bapak, soalnya adem! jadi saya betah!"ujarnya dengan tersenyum kecil.


"Hem! Baiklah hanya untuk hari ini, lain kali sudah tidak!" pria itu menghela nafasnya ia terpaksa mengajak dara, sebab tak ada pilihan dan pastinya sudah tak ada lagi kendaraan yang lewat. ia juga tidak ingin terlibat masalah yang mengancam nyawa dara, karena dara adalah pegawainya. Dan ia juga bukanlah orang jahat.


"Terimakasih pak!" Dara sangat bahagia dalam hatinya ada untungnya ia ketiduran, sekarang ia mendapatkan jatpot besar.


Pip!!! suara klakson motor berbunyi cukup nyaring dari arah belakang, dan menghentikan langkahnya ke duanya saat hendak masuk ke dalam mobil.


"Pak Adnan!"ujar Kevin menghentikan motornya di samping bosnya, ia juga melirik dara. Kenapa mereka bisa bersama dan pulang selarut ini, apa yang mereka lakukan!.


"Kevin bagus kamu datang ke sini!"ujar pak Adnan membuyarkan lamunan nya.


"Ia pak" Kevin membuka helmnya.


"Tolong antar dara pulang saya capek banget."


What! Kevin sialan ini kenapa perlu datang sih, mengacaukan segalanya baru saja ia punya kesempatan dekat dengan pak Adnan si tampan.


"pak! saya sama bapak saja!"Dara menolak, enak saja sudah susah payah membuat pak adnan mau pulang dengan nya eh malah di suruh pulang bersama Kevin.


"Jalur kita berbeda, kevin kamu searah kan sama dara!"lirik nya secara bergantian.

__ADS_1


"ia pak,!" Kevin mengangguk sambil tersenyum, ia bahagia lah bisa pulang dengan dara, secara ia memang menyukainya, kapang lagi bisa seperti ini.


"Tapi pak saya masuk angin, saya pulang sama bapak aja, kamu duluan aja Vin!"ia benar-benar tidak bisa, semoga saja alasannya ini bisa diterima.


"Dar, kasihan pak Adnan dia kelihatan lelah sekali, ini aku ada jaket." ujarnya melepaskan jaketnya sedang pak Adnan sudah lebih dulu pergi. Mau tak mau dara harus pulang dengan pria ini.


"Dasar kevin sialan!" umpat nya dalam hati. Gagal lagi deh, ini karena pria satu ini. Kevin membawa dara pulang bersama.


Di dalam kamar nya saja kembali berkutik dengan laptopnya mengerjakan pekerjaannya, setelah beberapa saat ia menyudahinya Sebab pukul di dindingnya telah menunjukkan jam 23.00. ia sudah sangat mengantuk. Ia mengalihkan pandangan matanya pada piring kosong bekas nasi goreng buatan bibi, sudah kosong tak tersisa apapun, bersih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ia sajadah pamit pada umi abinya beberapa saat ia keluar dengan setumpuk kertas putih dibalik paper bag yang bertuliskan di tangannya. Sembari mengikuti kakinya ke mana akan melangkah tepat berhenti di sebuah taman yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah sampai ia melihat ibu-ibu sudah duduk di atas rumput dengan beralaskan karpet yang sebelumnya di bawah oleh Adnan, orang-orang itu menunggu kedatangannya, begitu pun dengan Adnan yang sudah berdiri di depan ibu-ibu dan melihat saja tiba di sampingnya.


Waalaikumussalam wr. wb!!!!mereka semua tak kalah ramah dan terbuka dengan kedatangannya, mereka juga sudah tahu maksud di kumpulan kannya di tempat itu, sebelum nya, Adnan sudah memberitahukan nya.


"Terimakasih sebelumnya, ibu-ibu sekalian sudah menyempatkan waktunya, maksud saya di sini! meminta kesediaan ibu-ibu membantu saya, menyempatkan waktunya sebentar! mengenai cara pengisian nya para ibu-ibu hanya tinggal ceklis saja menurut pilihan ibu, terimahkasi." Beberapa saat saja dibantu Adnan membagikan kuesioner beserta alat tulis, jadi saja itu menggunakan ibu-ibu sebagai responden dalam penelitiannya.


Setelah beberapa saat para ibu-ibu antusias mengumpulkan berkas nya. Sebagai rasa terimakasih sajadah ia memberikan sebuah bingkisan mungkin tak seberapa tapi keikhlasan benar terlihat di wajahnya dan ia sangat bahagia! Ibu itu saling bergantian menyalaminya dan berterima kasih sambil menerima pemberiannya.


"Terimakasih kerja sama nya Bu!"tutur saja dengan lembut, pria itu juga sama seperti saja membagikan bingkisan.


"Sama-sama,"


"Makasih juga oleh -oleh nya."sahut mereka.

__ADS_1


Sebelum para ibu pergi sajadah mengajak mereka berfoto tak lupa ditangannya sedekah kecil yang sempat dibagikan, sajadah menampilkan rasa simpatik dan toleransi, serta muda bersatu dengan situasi, dan ibu-ibu juga terlihat sangat menyukai nya. Bukan karena ia cari muka karena ingin kuesionernya dan penelitian nya berjalan lancar dengan adanya mereka tapi seperti itulah sifat sajadah yang tulus dan baik.


123! Beberapa foto telah dibidik dengan sempurna. Dia memang fotografer terbaik dan bisa diandalkan di hati sajadah.


"Terimakasih mas!" cicitnya tersenyum.


"Sama-sama!"


"Semoga semuanya lancar yah nak!."


"Sekali lagi terimahkasi bu! Ia tersenyum dan mengangguk.


...----------------...


Cukup lelah hari ini padahal hanya aktifitas kecil seperti tadi tak menyangka akan melelahkan juga, tidak seperti biasanya di kampus. Ini jauh lebih melelahkan mungkin karena panas matahari. Saja dan pria itu duduk di depan danau. ia lebih memilih duduk dia atas rumput daripada kursi panjang di belakangnya, sebab ia ingin meregang kan kakinya. Di bawah pohon rindang dengan udara yang terasa adem, jauh lebih baik sekarang.


"Terimakasih untuk hari ini mas!'Katanya tanpa menoleh tatapan nya fokus pada danau dan pemandangan di depannya yang tampak menyejukkan. Sangat indah dan damai mampu membuat lelahnya hilang seketika.


Saja merasa bangga meski hanya bantuan seperti itu tapi sangat berarti. Kalau bukan bantuan nya dalam ikut serta mungkin besok baru bisa selesai pasti akan repot bisa mengganggu aktivitas ibu-ibu itu. Meski hanya bantuan seperti itu tapi itu sangat berpengaruh untuknya.


"Sama-sama!" pria tersenyum Ia senang dan ikhlas membantunya. Bukan karena saja itu wanita kedua yang ia cintai dari keluarganya tapi saja itu merupakan sahabatnya terlebih dahulu sebelum mereka menjalin hubungan. Memang mereka saling membantu sejak dulu, dan ini hanyalah hal biasa itu sangat muda. Dan saling membantu itu memang mutlak tidak tidak lepas dari seseorang. hidup itu memang butuh bantuan untuk berdiri.


"Bagaimana urusan nya nak, lancar!"ucap sang Abi melihat saja sudah pulang dan duduk di sofa setelah menyimpan berkasnya.


"Alhamdulillah Abi!" Sekarang saja telah berada di rumahnya duduk di samping sang Abi.

__ADS_1


__ADS_2