
Pagi hari ini bibi sanum sedang sibuk di dapur, "non selamat akhirnya selesai juga kuliah nya, non memang terbaik deh."sahut sang bibi sangat senang mendengar jika saja telah menyelesaikan kuliahnya dengan baik.
"Terimakasih bi, ini juga dukungan positif dari orang-orang baik seperti bibi,"ujar saja lembutnya setelah selesai minum air, ia melihat bibi sedang bersih-bersih.
"Hem non maaf yah bibi tidak menghadiri acara wisuda non,"sedih sang bibi merasa bersalah ia tidak sempat hadir dan melihat nya di hari bahagianya, sebab ia ada halangan yang penting.
"Gak apa-apa lah bi, anak bibi kan sakit, itu kan lebih penting, tenang saja aku ini bukan tuan yang kejam,"celoteh nya, karena perkataanya itu bibi jadi mentertawakan nya.
"Oh ya non, kata pak Tejo, non dan keluarga waktu pulang diantar sama seorang pria muda, dia siapa yah non, bibi penasaran." ujarnya ia memang penasaran sebab tidak biasa nya mereka dekat dengan pria muda, apalagi saja yang ia tahu ia sama sekali tak pernah kenal dengan seorang pria.
"Kata Abi, umi kenal katanya sih anak sahabat lamanya."Sahut nya.
"Oh hati-hati non, biasanya ada maunya."ujar bibi sengaja menakut-nakuti saja, tapi di balik perkataan nya memang benar, bibi tahu jelas karena ia adalah orang tua yang sudah berpengalaman tentang hal seperti itu, bukan tak mungkin jika keluarganya telah membuat sebuah keputusan.
"Masa sih!"!saja mengekspresikan jika ia tak yakin, tapi hatinya merasa tak enak.
"Ia benar! bibi mengangguk mengiyakan perkataannya. Tiba-tiba saja ia terdiam memikirkan sesuatu, sedang bibi melanjutkan membersihkan teras rumah "Non bibi ke luar dulu!"saja mengiyakan dengan segera bibi berlalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah seminggu, saja tinggal di rumah tanpa pekerjaan apapun, hari ini ia memutuskan untuk melamar kerja di sebuah klinik yang ada di kota-nya, untuk magang sembari mencari pengalaman kerja, sudah siap dengan berkas ditangannya tak lupa pula membawa tasnya yang selalu menemani nya.
"Selamat anda di terima kerja, hari ini boleh mulai berkerja, kebetulan dokter Mila lagi ga masuk!"ujar pemilik klinik itu.
"Ya Allah terimahkasi banyak Bu, saya senang sekali, saya akan bekerja dengan baik!"ujar saja menyalami nya wanita yang berkisar 35 tahun itu.
"Sama-sama, kalau begitu saya tinggal yah, saya ada urusan!"ujar ini itu dan segera mengambil tasnya, bersiap untuk pergi.
"Iya Bu silahkan!"ucapnya dengan tersenyum dan ia juga ikut menyusul menuju ruangannya.
"Ya Allah terimahkasi hari ini aku sudah mulai bekerja,"kata saja dengan sangat gembira, siapa yang tak senang setelah melewati perjuangan panjang dan pada akhirnya ia mulai bekerja dengan begitu ia akan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membahagiakan orang tuanya terlebih lagi sang Abi yang banting tulang mencari nafkah untuk ia bisa melanjutkan pendidikannya, meski ia berasal dari keluarga yang bisa dibilang cukuplah tapi ia ingin sendiri berpenghasilan dan menaikkan derajat kedua orang tuanya. Perlahan saja mendesah dengan mengulum senyumnya. "Aku kangen Karin, bagiamana kabarnya yah,"gumamnya, segera mengambil hpnya.
__ADS_1
Sebuah panggilan masuk membuat Karin yang sedang berada di luar segera mengambil hp milik nya, "Assalamualaikum apa kabar karin,"sapa saja saat telpon nya diangkat.
"Baik, saja apa kamu sudah kerja?"tanya Karin serius dan ia melangkah duduk is sebuah kursi taman yang tak jauh darinya.
"Aku sudah baru kerja hari ini,"jawabnya senang. "Kalau kamu bagaimana?"tanya saja balik.
"Aku juga sudah bekerja 2 hari yang lalu,"kata karin antusias.
"Alhamdulillah selamat ya akhirnya kamu kerja juga," saja ikut senang mendengarnya, akhirnya temannya bisa bekerja.
"Ia makasih tapi kamu tahu bekerja itu tidak lah mudah cukup melelahkan,"gerutu Karin merasa hari yang cukup melelahkan untuk nya, untungnya hari ini gak masuk shif jadi bisa jalan-jalan dulu.
"Pastinya, kan bekerja itu memang butuh kesabaran, baik-baik kamu yah,"saja.
"Hem ia saja, by," mereka menyudahi aktifitasnya.
Saja Sekarang bekerja di sebuah klinik, ia mengambil stetoskop lalu keluar menuju ruangan pasien, untuk pertama kalinya ia melayani pasien dalam dunia pekerjaan.
"Alhamdulillah, terimakasih yah dok!"sahut wanita paruh baya yang tengah terbaring di brankar itu, ia sudah terlihat membaik setelah melakukan perawatan selama beberapa hari.
"Sama-sama Bu! tapi meski sudah membaik tetap harus mengkonsumsi beberapa obat yang sudah diresepkan dan jangan lupa makannya harus teratur dan juga hindari makan-makanan yang padat, dan juga makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung ibu!', ujar saja memberitahu ibu itu agar rutin mengkonsumsi obat dan juga kesehatan juga perlu di jaga.
"Kalau begitu saya permisi Bu!"Sahutnya berlalu meninggalkan pasien itu, saja mengangguk tersenyum ke arah pria yang tengah masuk ke dalam ruangan wanita tadi tak lain suami wanita itu dengan ditangannya sebuah obat yang telah ditebus nya.
Di ruang nya, Saja melanjutkan menulis di pencatatannya, sebagai bukti dalam pendokumentasian yang ia lakukan dan untuk menunjang pasien dikemudian hari, dan juga data diri pasien.
...----------------...
pagi hari ini pria itu sudah rapi dengan pakaian nya, dia berencana ingin menjemput saja, karena saja sudah bekerja, mereka tak punya waktu banyak bertemu dengan itu dengan cara menjemputnya mereka punya waktu bersama.
Sebuah mobil melaju di kota tempat tinggal saja, beberapa saat mobil itu terhenti di depan rumahnya nya, seorang pria turun. Melihat itu buru-buru pak Tejo mendekat,"cari siapa mas!"ujar nya penasaran, baru kali ini melihat pria asing datang ke rumah pak Rahman dengan sebuah mobil.
__ADS_1
"permisi pak! Abi umi ada?"tanyanya sesekali melihat pintu rumah yang tertutup.
"Oh cari pak Rahman! mereka nggak ada di rumah,.mereka sedang di luar! kalau cari saya, baru ada!" ucap pak Jono dengan tertawa ia memang suka mengada-ada, sedang rehan hanya tersenyum kecil menyikapi perkataan pria ini.
"kalau begitu saya tunggu saja mereka!" sahut Rehan segera duduk di kursi teras.
"Ya terserah saja sih, mau mas apa! saya pergi dulu!"ujar pak Tejo pergi dengan mencibir, ia tak bisa berbuat apapun kalau mau pria itu menunggu ya silahkan tapi jangan menyesal jika sampai sore hari karena biasanya mereka akan pulang Sore, karena mereka berdua orang sibuk apalagi non saja, sudah pasti juga agak lama sebab ia juga mulai bekerja. Pak Tejo berlalu meninggalkan pria itu yang masih diam menunggu.
"Menganggu saja!" gerutunya.
"Assalamualaikum eh nak Rehan!" umi nur kaget melihat seseorang di rumah nya ternyata saat menghampirinya nya itu seseorang yang ia kenal.
"Iya umi!"pria itu beranjak dan mengambil tangan umi nur dan menyalami nya dengan sopan.
"Kapan tibanya,"umi nur terlihat sangat suka dengan pria ini, ia tersenyum ramah dengan keterbukaan
"Baru beberapa menit yang lalu!"katanya sembari tersenyum hangat.
"Ayo masuk dulu nak!"ujar ibu nur mempersilahkan dirinya masuk.
"Gak usah umi! saya hanya membawa oleh-oleh dari ibu saya!" rehan menyodorkan sebuah paper bag.
"Wah terimakasih banyak nak! gak mampir dulu!"terlihat umi itu sangat senang mendapatkan oleh-oleh apalagi dari keluarga rehan.
"Gak usah umi lain kali aja, saya ke sini ada yang harus dikerjakan jadi sekalian ibu menitipkan sesuatu, oh ya umi, kata ibu kapan-kapan ia akan mengunjungi kalian."Sahut nya membuat sang umi lagi-lagi tersenyum tapi ini jauh lebih bahagia, bukan tak mungkin keluarga rehan akan datang mengunjungi mereka dengan itu ada harapan untuk keinginan yang ia rencanakan.
"Baik sekali mereka, salam kami yah nak rehan."
"Ia umi assalamualaikum,"rehan segera pergi
"Waalaikumussalam." umi nur tak henti-hentinya tersenyum melihat rehan, ia sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya jadi bahagia.
__ADS_1