Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps. 8


__ADS_3

Malam hari saja sibuk di depan meja riasnya ia membuka laptopnya dan mulai menginput data-data penelitian nya. Cukup lama Pukul 22.00 sudah menunjukkan namun saja masih setia di depan mejanya.


Ceklak! Saja menoleh dan melihat bibi Sanum masuk membawa nampan berisi roti dan juga tak lupa susu coklat sebagai pelengkap. Saja sangat tidak menyukai susu putih makanya bibi memberi nya susu coklat.


"Terimakasih bi! tau aja kalau aku laper," ucapnya saat bibi meletakkan makanan itu di depannya.


" Sama-sama non!"sahut nya lembut.


"Kenapa belum istirahat non? sudah larut malam." bibi itu sangat perhatian dengan nya bahkan mengingatkan nya.


"Nanggung bi! Sebentar lagi." Sahut nya masih setia menggerakkan jari-jarinya sambil melihat-lihat kertas kuesioner tadi.


"Yah sudah bibi tinggal jangan lupa di makan biar strong."ucap bibi berlalu.


"Siap bibi sayang."cengir saja.


Beberapa waktu saja menyudahi aktifitasnya. " huh, akhirnya selesai juga!" saja mengambil roti tawar itu dan meminum susu sebelum tidur. Tak lupa ia mematikan lampu kamarnya.


Sebelum tidur saja mengingat kejadian tadi di danau ia tak sengaja kesandung untungnya pria itu dengan sigap menopang nya hingga terjadi kegiatan tatap menatap yang mengakibatkan jantung mereka tak karuan, cukup lama mereka menyudahi nya. ,,


"Maaf! mas tak sengaja menyentuh mu! Ujarnya dengan cepat melepaskan tangannya, setelah sadar.


"Hah! Terimakasih mas membantu saya mas kan tidak sengaja' " balas saja merasa tak enak hati.


"Saja"


"Ia, kenapa ya mas!"tanya saja ia menoleh kembali.


"Mas kok diam sih!"ujar saja melihat pria itu hanya diam saja.


"Hem! gak apa-apa cuma mau bilang kalau butuh sesuatu jangan sungkan beritahu aku yah!" ujar Adnan setelah sadar, saja mengangguk mengiyakan. Sebenarnya Adnan ingin mengatakan sesuatu hal yang ia simpan di hatinya, itu mengenai hubungan mereka, ia berencana melamar saja setelah lulus nanti, tapi tidak jadi mengatakan nya nanti saja jika saja sudah selesai ia akan memberikan kejutan untuknya.


...----------------...


Pagi hari seorang pria setengah baya dengan umur sekitar 45 tahun sedang asyik dengan kegiatan nya sambil bernyanyi-nyanyi kecil."Jodoh mana! jodoh mana! jodohku di sini!" pak Tejo sesekali tertawa besar.


"Pagi pak tejo!"sapa saja pada pria paruh baya yang sedang sibuk menggarap rumput yang tumbuh lebat di depan rumahnya. pagi ini saja sudah rapi dengan pakaian nya hendak pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


"Eh non saja!" Pak Jo kaget siapa yang menyapanya pagi-pagi seperti ini, dan sepertinya ia suara itu tak asing dan setelah berbalik dan ternyata itu non saja.


Saja mengangguk tersenyum


"Kapang balik non!"ujar pak Jono menghentikan aktifitasnya.


"Dua hari lalu pak,"


"Mm, terus itu mau ke mana rapi benar non!"tanya nya kembali melanjutkan aktivitasnya.


"Biasa pak ke kebun teh dulu,"


"O ya sudah hati-hati non."


"Siap pak!"


"Tunggu non!" saja kembali berbalik dan melihat nya.


"Bi sanum nya ada?" tanyanya.


"Gak ada pak! bi sanum sedang ke luar."


"Jangan aneh-aneh non!" Saja tertawa melihat ekspresi pak tejo, " pak aku pergi,"ujarnya segera berlalu, ingin rasanya menggoda pak tejo, tapi sudahlah lain kali saja.


jodoh mana! jodoh mana! jodoh ku di sini!" pak Jono kembali bernyanyi riang sambil memotong rumput.


...----------------...


"Assalamualaikum ibu-ibu!"sahutan saja setelah sampai di kebun teh, ia menyapa para ibu-ibu yang sedang memetik daun teh di kebun milik Abinya, ia dia berencana ke tempat ini, karena suntuk di rumah terus dan berakhirlah dirinya di sini.


"Waalaikumussalam! Cari siapa yah deh?"tanya salah satu diantara mereka, ia baru pertama kali melihat wanita ini, tentu saja karena selama ini saja jarang sekali ke kebun nya, semenjak ia sudah sibuk sekolah, dan kebun ini juga baru di kelola oleh orang tuanya, saat ia masuk sekolah atas.


"Mm....saya cuma mau melihat-lihat Kalian kok Bu! ooh ya Bu boleh saya bantu!" ujar saja dengan tersenyum kecil sembari melangkah.


"Boleh! boleh kok!"ujar mereka dengan senang hati, saja segera mendekat dan membantu mereka memetik.


"Pake ini dek!" ujar ibu di samping saja memberinya topi pelindung.

__ADS_1


"Terimakasih Bu!"


"Sama-sama!" saja dengan sigap membantunya mereka. Di bawah terik matahari tak mengurangi semangat mereka, sangat jelas di mata nya.


"Oh ya dek, kamu tinggal di mana?" tanya ibu, mereka telah istirahat sebentar dipinggir kebun duduk bersama ibu-ibu.


"Saya tinggal di daerah sini Bu! perkenalkan saya saja anak Abi Rahman."saja menyalami ibu itu sembari memperkenalkan dirinya.


"Astaghfirullah! jadi dek anak nya pak Rahman! kok gak bilang dari tadi sih!". cemberut ibu itu merasa bersalah.


"Iya, kalau tahu begitu non istirahat saja!" ucap ibu yang lain.


"Gak apa kok ibu-ibu, saya merasa senang kok, bisa sama kalian semua," ujarnya dengan lembut, saja mengeluarkan hpnya dan membidik pemandangan di tempat itu tak lupa juga para pekerja masuk dalam kamera nya.


"Ayo kita Selfi!" ajak saja pada mereka, mereka dengan gembira ikut Selfi tanpa menolak.


"Saya pergi Bu! semangat bekerja!" sahut saja memperingati mereka, saja sudah berniat pergi karena sebentar lagi akan memasuki dhuhur, ia sudah sedari tadi di tempat itu.


"Non saja! anaknya baik yah!" Ucap ibu Wiwi, wanita di samping saja tadi.


"Benar! dia memang baik sikapnya sama seperti pak Rahman!". Para ibu mengangguk tanda menyetujui. Segera mereka melanjutkan kembali beberapa menit sebelum pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari ini sajadah datang di sebuah pengajian ibunya! Tak sengaja tatapan seorang pria jatuh padanya! Pria itu terlihat mengagumi kecantikan dan kesederhanaannya dan juga bagaimana ia telaten dan bersabar dalam mengajari seseorang yang kesusahan bahkan Beberapa yang benar-benar belum tahu membaca ayat suci Al-Quran! Cukup lama akhirnya dengan kesabaran dan keikhlasan yang tulus ibu tua itu yang cukup berumur dari tak bisa membaca akhirnya bisa melakukannya, bahkan ia juga sudah mampu menghafalkan dan juga menulis sebab sajadah bukan hanya mengajarinya membaca ia juga mengajari bagaimana cara menulis, ia seperti seorang guru , sempat ia menguji ibu itu berulang kali. Dan ia akhirnya berhasil. Ibu terlihat sangat bangga dan ia sangat berterimakasih pada Wanita muda! Jarang ada wanita mudah bahkan belum menikah akan mau mengajari mereka dengan penuh kesabaran. Sebenarnya sajadah bukanlah guru ia hanya membantu ibunya saja! Tapi tak masalah jika mereka menganggap nya guru.


"Sama-sama bu!" Tersenyum dan memeluknya, jika wanita paruh baya ini bangga, justru saja jauh lebih bangga dan bahagia dengan ilmunya ia bisa amalkan dan membantu orang-orang yang membutuhkan nya, jika tidak dengan uang dengan ilmu pun bisa, karena ilmu itu sampai akan sampai akhirnya tidak akan habis terus mengalir seperti mata air.


Pada pandangan pertama ntah melihat wanita itu hanya berdenyut kencang dan merasakan getaran! Inikah getaran hati yang disebut


Cinta pada pandangan pertama! Apakah benar! Ia tidak tahu bagaimana merasakan cinta sebab ia tak pernah sekali memiliki kekasih, mungkin ia pernah seseorang menyentuh hatinya tapi tak lain sebagai bentuk mengagumi, tapi ini rasanya berbeda wanita itu benar sangat menggetarkan hatinya! Terlihat mata sedikit berkaca-kaca.


Sajadah merasa seseorang sedang mengawasinya, insting wanita itu 99% benar tapi saat ia menoleh ke segala arah tak ada yang ia temui selain mesjid yang tak jauh darinya hanya itu saja!.


...****************...


Pov Rehan

__ADS_1


Namaku rehan adytama, aku berada di tempat ini, untuk mengunjungi keluarga dari ibuku, karena merasa lelah dan haus, aku mampir sebentar ke warung setelah itu aku kembali melanjutkan perjalanan ku, sampai aku menemui sebuah mesjid kecil, ku dengar adzan telah berkumandang, Aku mampir di sebuah mesjid, setelah memarkirkan mobilku di dalam mobil aku tak sengaja melihat seorang wanita! Sederhana, cantik dan juga terlihat pintar! Tentu saja aku sangat mengaguminya!aku sedikit membuka kaca mobil ku. Ini pandangan pertama menurut pandangan orang cinta pada pandangan pertama namun aku tidak yakin dengan adanya cinta pada lawan jenis! Aku merasa jika wanita itu merasa seseorang melihat nya aku segera menutup nya. sebelum ia menyadarinya! Takut ia berpikir tidak-tidak tentang ku.


Rehan adytama seorang anak dari pasangan nyonya Dena dan tuan Ibrahim, dari ibu kota. Rehan adalah anak tunggal sekaligus penerus usaha orang tuanya salah satu pengusaha terbesar.


__ADS_2