Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps 21


__ADS_3

Beberapa saat ia tiba dan melihat pria itu tengah berdiri menghadap ke depan, saja beralih, "Assalamualaikum!"salam saja setelah duduk k di kursi itu.


"Mau ngomong apa mas! sepertinya penting!"ucap saja duduk di atas kursi, setelah pulang dari tempat kerjanya ia menuju ke tempat yang biasa ia kunjungi untuk bertemu dengan nya.


"Ada hubungan apa kamu sama pria itu!"Adnan beralih duduk di sampingnya tapi tetap menjaga jarak, pria itu menatapnya bertanya-tanya ia benar-benar meminta jawaban, ia tahu betul mana mungkin jika seorang pria muda selalu berkunjung ke rumah seseorang jika tak ada sesuatu. Adnan tidak bisa lagi menunggu ia harus tahu semuanya, apa saja berniat meninggalkan nya.


"laki-laki! siapa!"bingung saja, ia tidak tahu siapa yang di maksud, ada banyak laki-laki yang ia kenal, pak Tejo, Abi, dan juga beberapa kenalan uminya, tapi yang mana!. saja benar-benar tidak tahu.


"Laki-laki yang mengunjungi rumah kamu tadi pagi!" kata pria itu dengan serius, ia memangku kedua tangannya dengan gelisah.


saja terdiam sebentar, ia harus menjawab, siapa yang mengunjungi rumahnya, hanya ada pak Tejo setiap waktu di sana" Pak Tejo!"ucap saja setelah memikirkan nya.


"Bukan! tapi laki-laki muda, dia terlihat sangat akrab dengan umi dan abi mu!"Adnan melihat jika mereka memang akrab saat itu apalagi umi saja terlihat sangat menyukai pemuda tadi.


"Oh! mas rehan"ucapnya segera setelah mengingat saat ia bertanya tentang kue kering di sofa nya, uminya mengatakan jika itu dari rehan, ia sempat ke rumahnya tadi pagi tapi cuma sebentar sebab ada urusan.


"Dia itu anaknya teman Abi! dia juga pernah satu kampus sama aku mas!"ucap saja tersenyum kecil setelah mengingatnya dan memang hanya kemungkinan itu saja yang mendatangi rumahnya.


"Kamu kenal dekat dengannya!"tanyanya serius tanpa melihat ke arah nya.


"tidak. mas!"kata saja setelah berdiam diri beberapa saat sebenarnya ia kenal tentu saja karena Rehan dan dirinya dari universitas sama tapi hanya kebetulan saja kenal, tapi mereka tak dekat, karena saja tak suka terlalu dekat dengan pria jika itu tak penting tapi beda Abi dan pria satu ini, "jangan khawatir, aku bukan tipe perempuan seperti apa yang kamu pikirkan!"saja melihat raut wajah pria itu, yang berubah drastis, makanya ia tahu apa yang dipikirkan.


"Aku percaya sama kamu!"saja mengulum senyumnya pria itu juga tersenyum. Saja memang wanita terbaik yang mampu meluluhkan perasaan gelisah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dari waktu ke waktu, hari berganti hari bulan berganti bulan tidak terasa waktu saja magang di sebuah klinik sudah cukup tiga bulan, benar-benar tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Hari ini tepat pukul 09 lagi saja dengan pakaian sudah rapi ia ke luar dari rumahnya bersiap pergi bekerja dengan semangat. Saat sudah menginjak tanah dan melangkah beberapa jengkal, ia melihat suara seseorang tertawa dengan bahagianya. saja berbalik melihat dua orang paruh sedang bahagianya mengobrol, apa yang mereka bicarakan sehingga begitu terlihat sangat bahagia. hingga burung pun terbang di dahan pohon mengintip. Dia Abi dan pak Tejo. Ternyata abinya tidak pergi ke mana-mana. saja melangkah ke arah mereka.


"Assalamualaikum Abi!" salam saja setelah sampai di depan mereka, pria tua itu bangkit melihat kedatangan sang anak.


"Waalaikumussalam!"sahut sang Abi tersenyum sembari mengelus puncak kepalanya saja, yang menyalaminya.


"Sudah mau berangkat nak?"tanya sang Abi sangat lembut.


"Abi saja pamit ya!"saja mengangguk mengiyakan perkataan sang Abi setelah itu ia pamit pergi untuk bekerja.


"Iya nak hati-hati,"kata abinya.

__ADS_1


"Hati-hati non, semangat yah!"ujar kak Tejo menyemangatinya dengan tersenyum.


"Siap pak!," segera saja menuju garasi samping rumahnya, ia masuk ke dalamnya mobil nya


"Hah bismillahirrahmanirrahim! "segera melajukan nya pergi! jika bertanya sejak kapan saja belajar berkendara, ia sudah tekuni sejak sebulan lalu dan akhirnya bisa juga. Beberapa saat kemudian saja sampai dan sudah masuk ke dalam klinik itu.


"Selamat pagi dok!"sapa salah satu pekerja di tempat itu. "Pagi!"saja mengangguk dan tersenyum. Kembali seperti biasa saja memeriksa kembali salah satu pasien yang dirawat inap di tempat itu, ia memeriksa nya menggunakan stetoskop dan juga tak lupa memeriksakan matanya.


"Alhamdulillah suami ibu sudah membaik, dan hari sudah bisa pulang,"mendengar apa yang dikatakan Dokter itu, ia senang akhirnya suaminya sehat dan bisa pulang ke rumah.


"Alhamdulillah, terimahkasi banyak dok!"wanita itu merasa lega pada akhirnya.


"Ia sama-sama Bu!"saja tersenyum mengangguk.


"Karin kamu di Bandung!" gumam Saja baru membuka sosial media nya dan tak sengaja melihat Story sahabatnya sedang berada di tempat tinggalnya. Dengan itu saja berniat menghubungi sahabat nya.


Di sisi lain di kota itu, Karin sedang berada di sebuah rumah sederhana dan duduk di sofa sambil memainkan hp nya.


"Yah!" Karin baru saja menerima telepon dari saja.


"Kok kamu gak bilang sih!"cemberut saja, padahal sahabat nya datang ke tempat yang sama, tapi Karin sama sekali tak menghubungi nya. Apa sahabatnya ini lupa yah kalau ia tinggal di Bandung.


"Oh ya sudah kapan-kapan mampir ke rumah yah!"saja mengerti dengan nya


"Kenapa nggak sekarang aja, aku sendirian di rumah ini."kata Karin dengan berbinar ia segera menarik tasnya bersiap pergi.


"Aku masih di klinik, tapi udah mau pulang sih, ya udah kita ketemu di kafe aja, aku share lokasinya!"ujarnya saat sudah di luar parkiran, "assalamualaikum,"saja.


"Oke, waalaikumussalam."segera Karin pergi.


Beberapa saat saja saja sudah lebih dulu di kafe yang berada di pinggir jalan raya, sesekali ia melirik memantau kedatangan Karin.


"Saja!" Panggil nya setelah menemukan saja duduk di kursi, dan segera ikut bergabung.


"Kangen banget tau,"saja memeluk sahabatnya, ia sudah sangat lama tak pernah bertemu dan hari ini ia tak menyangka Karin berada di kota kecilnya.


"Kamu ngapain aja di sini!"saja menyudahi pelukannya dan bertanya padanya.

__ADS_1


"Aku lagi mengunjungi kerabat almarhum Ayah aku! Kamu tahu kan aku gak punya siapa-siapa lagi, jadi aku mencari keluarga ayah,.dan mengenai ibu aku tidak tahu siapa keluarga nya, karena aku ditinggal dari kecil!"kata Karin dengan sendu teringat bayang-bayang sang ayah.


"Yang sabar yah, kan masih ada aku, sahabatmu!"saja berusaha menenangkan sahabatnya dan membuat nya sedikit membaik


"Yah! Aku haus!" Ujarnya mengelus tenggorokannya yang terasa kering.


"Mbah,"mendengar kata Karin segera saja memanggil salah satu pegawai di cafe itu.


"permisi Mbah, mau pesan apa?"tanya sang pelayan itu dengan sebuah catatan di tangannya dan juga pulpen untuk mengumpulkan pesanan para tamu.


"Es jeruk aja, Karin kamu maunya apa?"tanya saja mengalihkan pandangan nya pada dirinya.


"em... samain aja deh!"pikir Karin sebelum berkata.


"Baik jadi es jeruknya 2 yah Mbah!"wanita itu mencatat di buku catatan yang ia bawah, "terus untuk makanannya!"kata pelayan itu lagi melihat keduanya secara bergantian.


"Chocolate cake 2!"ujar saja tersenyum, ia sengaja pesan makanan itu karena ia tahu sahabatnya paling suka coklat.


"Tunggu bentar, kami siapkan!"segera pelayan itu menyediakan pesanan nya. Beberapa saat pelayan tadi datang membawa nampan berisi pesanan mereka.


"Terimakasih!"ujar segera menyantap makanannya begitupun Karin.


"Aku anterin yah!"pinta saja, ia sudah di dalam mobilnya, "ayo masuk!"katanya lagi dan karin menuruti nya.


"Ternyata kamu bisa bawa mobil yah!"karin bangga dan kaget ternyata sahabatnya bisa mengemudi.


"Alhamdulillah!"saja mengulum senyumnya.


"Senang Banget deh, kita bisa bertemu lagi!" saja telah sampai mengantar Karin pulang.


"Ia, lain waktu kita jalan lagi yah!"ajak saja sebelum wanita itu ke luar dari mobilnya


"Makasih yah saja," ujar Karin setelah turun dari mobil. "Sama-sama,"balas nya.


"Mampir dulu,"ajaknya membuat saja lagi-lagi tersenyum padanya.


"Lain kali aja," balas nya ramah, Sebenarnya ia mau-mau aja tapi karena sore ia tak bisa dan memilih untuk pulang.

__ADS_1


"Oh ya sudah, Dah!" Karina melambaikan tangannya melihat saja telah pergi dan menghilang di ujung jalan. segera berbalik dan melangkah menuju ke rumah itu.


__ADS_2