Seberkas Cahaya Sang Sajadah

Seberkas Cahaya Sang Sajadah
Eps 17


__ADS_3

Saja pov


Saat hari kelulusan pria itu telah datang dan mengucapkan selamat kepada ku dan secara tak sengaja abi ku mengenal nya. Dan aku melihat mereka berbincang secara akrab aku tidak tahu jelas apa yang mereka bahas tapi aku sedikit mendengar Jika umi ku berkata jika ia cukup matang dalam pernikahan lantas membuat pria itu tertawa malu! Aku memalingkan wajahku saat pria itu menoleh padaku. Aku tidak terlalu suka pada seorang lelaki selain abi dan juga itu kekasih ku aku telah menutup rapat hatiku untuk saat ini. Aku tahu jelas dari tatapan pria itu menyimpan rasa sesuatu entah itu kagum atau apalah tapi aku bisa merasakan nya hal itu. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya.


Ting! sebuah pesan masuk, saja memeriksa hpnya melihat pesan dari seseorang yang ia rindukan. Senyum saja terlihat.


"Aku di sini! Melihatmu!' saja mencari ke segala arah di mana orang itu ia berjalan meninggalkan temannya dan orang-orang dengan rasa bahagianya yang sangat besar.


"Saja!" ucap seseorang memegang lengannya dan menoleh dengan sangat gembira, mengira itu seseorang yang tengah di rindukan hatinya.


"Mas akhirnya!".Ujar nya memegang kedua lengan pria itu saat mendongak Pria yang diharapkan bukan itu.


"Maaf!"ia menarik tangannya.


"Saja aku perlu bicara!" ucap pria itu pria yang merupakan seniornya dulu tak lain rehan.


Sajadah menoleh terus mencari keberadaan Adnan dan melihat sang kekasih menatapnya dengan tatapan bertanya.


"Maaf saya harus pergi,"ujar sajadah meninggalkan pria itu yang menatapnya seperti akan mengatakan sesuatu.


"Mas! Tadi dia,"saja berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya ia tak ingin pria ini salah paham padanya.


"Tidak apa! Selamat yah saja! Akhirnya kamu memakai toga juga!"senyum pria itu setelah mengatakan selamat.


"Ia mas Alhamdulillah, ini juga karena support dari mas."


"Hem bisa aja kamu!,"Adnan sedikit canggung di puji, padahal dia kan gak melakukan apa-apa.


"ini buat kamu!"Adnan menyodorkan sebuah buket bunga.


"Ah! mas cantik sekali,"seru saja dengan sangat gembira menerima pemberian Adnan sebuah buket bunga putih, ia sangat menyukainya.


"Ada yang lebih cantik dari itu, kamu ingin tahu,"pria itu tersenyum ia sedang memikirkan sesuatu.


"Apa mas!"tanya serius saja, ingin tahu.


"Wanita di depan ku," deg, hati saja meledak,. berbinar, ia malu hanya mampu mengulum senyumnya.


"Mas kok bisa ke sini,"ucap nya setelah perasaan malunya mereda.


"Emang tidak boleh yah menghadiri kelulusan pacar sendiri."


"Bukan begitu mas!" cemberut," "tapi kamu gak ngabarin aku mas."

__ADS_1


Pria itu tertawa melihat wajah imut kekasihnya saja ikut tertawa malu. "yah gak apa-apa dong! ini namanya kejutan."


"Ternyata kamu di sini saja!"Mereka berdua menoleh siapa yang datang padanya.


"Ee umi!".sahut saja gelagapan ada uminya, sekarang ia harus mengatakan apa tidak tahu, apakah umi mendengar pembicaraan mereka!.


"Kamu siapa!"tatapan penuh selidik dari umi sangat intens padanya.


"Aku bukan siapa-siapa kok Bu, dan kami hanya mengobrol biasa!"pria itu berusaha meyakinkan wanita paruh baya itu, sebenarnya ia rasanya ingin mengatakan apa sebenarnya hubungan mereka tapi ia sudah berjanji pada saja untuk tak mengatakan nya, dengan berat ia pasrah.


"Ayo nak, kita akan akan ke tempat penginapan,!" sahut sang umi, sedang pria baru saja ia mengusap dadanya tapi uminya kembali berkata yang mampu membuat dadanya terasa sulit sekali mengambil ruang. " Tapi kok kamu bisa kenal anak saya yah!" umi itu berbalik dan menatap Adnan dengan penuh intimidasi kemudian.


"Hem.. kebetulan saja Bu, aku ada teman di sini, dan itu teman saja juga!" balas Adnan setelah cukup panjang terdiam. Ia berharap umi saja tak lagi bertanya panjang.


"ia umi!"


"Ooh begitu, baguslah!"ucap sang umi datar berlalu. Kali ini saja terselamatkan dengan perkataan palsu pria itu, ah lagi-lagi mereka harus berbohong, sudah berapa banyak dosa yang mereka lakukan.


"Mas saya duluan yah!" pria itu mengangguk dan tersenyum mendengar saja yang akan pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keesokan harinya, satu keluarga itu ke luar dari sebuah penginapan, hari ini mereka akan kembali ke tempat tinggalnya


Saja dan kedua orang tuanya sudah berada di luar tengah siap-siap berangkat. Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka.


"Assalamualaikum umi!" ujar rehan menyalami nya beserta Abi.


"Waalaikumussalam."


"umi maksud umi, dia yang akan mengantar kita pulang."ujar saja ia tak berpikir jika pria itu akan mengantar mereka kembali ke kotanya.


"Ia siapa lagi." ucap umi singkat.


"Umi dan Abi kok sepertinya kenal baik dengan pria itu,"batinnya.


"Umi dia siapa!" saja bertanya ia tak ingin hanya penasaran saja. saja merasa uminya ada maksud dengan mas rehan.


"Anak teman lama Abi."jawabnya.


"Tapi kenapa kita harus pulang bersama dengannya bukannya tempat tinggal pria itu di kota besar ini."bingung saja, pasalnya yang ia ketahui pria itu tinggal di kota besar, meskipun teman lama Abinya tidak seharusnya mengantar mereka pulang yang jika dipikiran perjalanan mereka sangat panjang.


"Apa salahnya nya, sih, itu namanya rejeki, lagian juga ia ingin mengunjungi kerabat jadi satu arah deh, ayo cepat masuk kenapa melamun," ujar sang umi segera masuk ke dalam mobil itu

__ADS_1


"ia umi" tanpa berkata lagi, ia ikut menyusul uminya dengan pasrah.


"Mas aku pulang duluan! maaf kita tak bisa pulang bersama!"sebuah pesan singkat saja kirim pada seseorang tak lain Adnan kai. Tanpa sadar pria itu melihat nya dari beberapa meter. Pria itu mengatakan padanya hari ini dirinya juga akan kembali.


"iya gak apa,.aku mengerti," balas nya "hah," desah Adnan ntah ke mana raut wajah pria itu tidak terlihat baik, ia merasa cemas! tentu saja, wanita yang dicintainya pulang bersama dengan seorang pemuda, dan yang paling membuat hatinya gusar umi saja, terlihat sangat antusias pada pemuda itu. Bukan tak mungkin tak ada maksud terselubung. Tapi mau bagaimana lagi ia tak ada untuk melarang pria itu. Melihat mereka telah pergi Adnan juga pergi untuk kembali ke kota nya.


Perjalanan panjang yang mereka tempuh, cukup melelahkan hingga setelah menempuh 8 jam lamanya mereka telah sampai di depan rumahnya.


"Terimakasih yah nak, udah nganterin kami." sahut umi setelah mereka turun.


"ia sama-sama umi," rehan tersenyum kepada mereka, ia sangat senang bisa pulang dengan keluarga saja, di tambah lagi ternyata orang tua mereka saling mengenali.


"Mampir dulu nak,"


"Gak usah Abi, lain kali aja!"


"Ooh yah sudah hati-hati, yah nak."


"Saja aku pamit dulu."kini pria itu tengah menatap saja, namun saja sedikit menunduk ia tak merasa tak enak, "iya mas.!"


Assalamualaikum


waalaikumussalam....


"Umi, Abi aku masuk duluan!"segera saja masuk meninggalkan mereka yang hanya tinggal diam.


"Abi, nak rehan anaknya baik yah sopan lagi, cocok deh jadi mantu kita."senang umi itu ia berharap rehan bisa menjadi menantunya.


"Bi!"sang umi merasa kesal dengan sang suami yang tak menyahut nya.


"Ia umi, kalau mereka berjodoh."ujar sang Abi


"Yah Bi, harusnya di Amin kan dong , supaya hal baik mendekat."umi menatap suaminya tak habis pikir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah beberapa hari pria itu tak mendapat pesan dari saja, mulai saat saja masih di tempat kuliah nya sampai hari ini, ia bingung kenapa saja tak menghubungi nya. Ia ingin bicara dengan nya tapi bagaimana caranya dan di mana. Karena tak bisa lagi menunggu pria itu ke luar dari restonya dan mengendarai sebuah motor. Ia berniat ke rumah saja. mengenai saat kelulusan saja ia lupa untuk bertanya tentang itu.


Setelah sampai pria itu turun dari motornya dan membuka helmnya beberapa langkah ia melihat seorang pria sedang berada di samping rumah saja memberi makan ayam-ayam. Rumah saja terlihat sepi, hanya orang itu saja di sana.


"Assalamualaikum permisi pak!" Adnan mendekati pria itu.


"Waalaikumussalam, cari siapa yah mas!" ucap pak Tejo.

__ADS_1


"Saya ingin bicara sebentar pak! boleh." pria itu malah duduk jongkok di samping pak Tejo.


"Tapi saya sedang sibuk!"pak Tejo sepertinya tak ingin diganggu, memang sih ia sibuk dengan ayam dan bebek-bebek itu.


__ADS_2