
Hai.. namaku Anisa, biasa dipanggil Nisa. Seorang gadis biasa, pendiam, dan sedikit sulit untuk bergaul. Aku selalu dihantui oleh rasa insecure. Bagaimana tidak? Semua teman-teman ku cantik, baik, pintar, ramah, punya talenta, dan dari keluarga berada. Sementara aku? Aku jelek, otak pas pasan, pendiam, bakat yang kumiliki entah apa, aku tak tahu, dan aku dari keluarga yang sederhana. Apa adanya. Namun aku bersyukur berada di keluarga ini. Setidaknya aku tahu arti perjuangan, dan aku di latih mandiri sejak dini. Aku lebih bisa bersyukur atas berkat se-sederhana apapun itu.
Aku juga selalu berharap bisa di cintai dengan hebat oleh seseorang. Namun apalah daya, aku tidak semenarik itu untuk di jadikan someone for something. Tidak seperti teman-teman ku, yang memiliki paras yang cantik, manis, dan anggun sehingga banyak sekali laki-laki yang menyukainya. Bahkan mungkin semua lelaki penghuni sekolah ku menyukainya.
Tidak sepertiku yang memiliki wajah apa adanya, penampilan yang biasa saja, pecicilan. Sangat tidak mencerminkan sikap anak gadis. Mungkin itu yang menyebabkan tidak ada lekaki yang menyukaiku. Tiga tahun di SMA, tidak ada lelaki yang menyukaiku. Bahkan mungkin mereka tidak mengenalku, baik nama maupun wajah. Tidak hanya lelaki, mungkin para adik kelas baik laki-laki dan perempuan hanya 1 2 orang saja yang mengenalku. Menyedihkam sekali bukan?haha. Lagi-lagi, aku insecure..
Tapi, aku bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang bisa menghiburku. Mereka selalu bekata
..."Kamu cantik kok, bahkan saat pertama kali melihatmu, aku udah berpikiran gitu. mungkin belum saatnya, belum ada yang pas."...
__ADS_1
Itulah yang mereka katakan ketika aku mengeluh tentang paras.
Oh iya teman-teman, aku ingin berbagi sedikit kisah ku, cerita patah hati di tahun 2013 yang lalu. Tahun dimana aku bertemu dengan lelaki sederhana, tampan, dan manis. Dia idaman para wanita, terlebih teman se-angkatanku.
Dia dengan kesederhanaannya mampu membuat hati ku yang bagaikan batu ini meleleh. Dia membuat hari dan hatiku yang dulunya kelam jadi berwarna. Dia mampu membuat jantungku berdetak tak karuan saat bersitatap dengannya. Hal sederhana yang menjadi indah saat dilakukan bersamanya.
Dia yang pertama kali membuatku cinta, membuatku merasakan hal yang sebelumnya belum pernah kurasakan. Namun, dia juga yang pertamakali membuatku sakit, mengajarkan ku apa itu mencintai yang sesungguhnya, apa itu ikhlas dan apa itu berlapang dada.
Mungkin orang lain yang mendengarnya menganggap ini hanyalah cinta monyet, yang sering terjadi pada anak remaja. Namun entah mengapa, hatiku menyangkan hal itu. Aku. Mencintainya dengan tulus, menyukai hal-hal sederhana yang kami lalui, hingga sampai saat ini, 5 tahun lamanya, aku tidak mampu menemukan sosok penggantinya.
__ADS_1
Aku pernah berharap, bahkan setiap hari dan setiap saat, aku berharap dia datang kepadaku dengan cinta, dengan rasa yang sama. Tapi angan tinggallah angan, realita tak sesuai ekspektasi. Bertahun lamanya aku menunggu, bertahun lamanya aku berharap, dan aku memendam rasa, menyukainya dalam diam. Namun ternyata bukan aku yang terpilih. Dia pergi bersama orang lain. Kenangan tinggallah kenangan, tinnggallah aku yang sampai sekarang belum bisa lepas dari bayangannya.
Kucoba menyibukkan diri dengan tumpukan tugas, dengan bekerja tanpa kenal lelah, berharap aku bisa segera lupa. Tapi ternyata tidak semudah itu. Hal sederhana itu, hal yang belum pernah ku rasakan dengan siapapun itu. Sekarang aku harus belajar ikhlas menerima semuanya. Sempat terbang, namun terjatuh saat belum sampai di tujuan.
Lewat tulisan ini, aku ingin menceritakan sedikit masalah asmaraku. Aku sengaja menulisnya, karena aku sudah lelah bercerita kepada teman ku, mungkin mereka juga sudah muak mendengar nama lelaki itu. Kuharap dengan tulisan ini bisa sedikit melegakan hatiku, dan kuharap suatu saat nanti aku bisa melihat tulisan ku, bahwa aku pernah se-setia itu dalam hal mencintai, menunggu seseorang, dan mengharapakan orang yang sama sekali tidak mengharapakan ku. haha.
Kuharap juga, kalian menikmatinya dan menyukainya. Kiranya kalian berkenan membaca kisah ini. Kisah asmara anak SMA, cinta monyet, kalau kata mereka.
Selamat membaca, semoga sukaaaaa💗
__ADS_1
Peluh jauh dari aku, untuk para readers tersayangg🤗🤗