Sederhana Namun Istimewa

Sederhana Namun Istimewa
#Awal#


__ADS_3

Kami sudah di kelas masing masing. Hal yang pertama kami lakukan adalah membersihkan ruangan kelas dan pekarangan kelas.


"Eh Nad, sini bentar. Tau cewek yang itu gak?" tanyaku pada Nadia sambil menunjuk siswa peremluan yang tadi tidak sengaja kaki nya ku senggol.


"Engga tuh, kenapa?"


"Ga suka liat dia. Lebay, sombong pula mukak dia"


"Iya ya, cantik cantik gitu sombong. Pasti jadi incaran laki laki di sekolah nih" balas Nadia menilai.


"Eh tapi dia satu kelas sama kita waktu MOS juga ga sih Nad?"


"Sepertinya begitu."


Wali kelas kami datang, kami disuruh masuk. Dia perkenalan, menyebutkan beberapa butir peraturab di kelas kami.


Namanya Bu Wati, dan belum menikah. Dia ternyata membawakan mata pelajaran matematika peminatan.


Cantik. Begitu penilaian ku terhadap dirinya.


"Oke baiklah anak anak, hari ini cukup sampai disini saja. Kalian lanjut saja membersihkan kelas kita. Untuk pengurus kelas kita akan kia pilih nanti sewaktu Ibu masuk di kelas kalian."


"Baik Bu.." jawab kami serempak.


"Untuk roster mata pelajaran bisa dilihat nanti di mading. Okelah, Ibu pamit dulu."


"Iya Bu..."


.

__ADS_1


.


.


Nampaknya semua sibuk dengan urusan masing masing. Ada yang merapikan mejanya, tas nya, ada yang mengobrol dengan teman lamanya, dan ada yang sibuk berkenalan.


Sementara aku lebih memilih diam, duduk di bangku yang telah aku pilih. Meja nomor tiga yang ku pilih. Aku tidak suka duduk paling depan, tidak juga suka paling belakang.


Aku memilih diam mengamati suasana di hadapan ku. Sesekali mataku melirik ke luar ruangan lewat jendela.


Tidak banyak hal yang dapat ku lakukan. Berkenalan? Itu bukan bakat ku. Aku tidak tahu caramya basa basi, tidak pandai bergaul. Aku pendiam, sangat teramat pendiam.


Aku hanya sibuk melihat lihat sambil sesekali melamun.


"Duarrrr!!" Nadia datang dari belakang mengejutkan ku.


"Apasih Nad, kaget aku."


"Yok kesana, gabung sama yang lain. jangan menyendiri aja, nanti kesurupan." lanjutnya mengomel.


Aku hanya menurut, ikut saja dengan dia. Bosan juga lama lama sendirian. Jadilah aku disini, berkenalan dengan orang orang baru, bercerita dari mana asal usul masing masing.


* * * * *


Hari ini ada jadwal matematika peminatan di jam pelajaran pertama, yang artinya wali kelas kami akan masuk hari ini.


"Baik anak anak, karena ini perjumpaan pertama kita, Ibu mau kalian perkenalan diri."


"Dimulai dari sudut kanan, sebutkan nama dan tempat tinggalnya ya." ujar bu Wati

__ADS_1


Perkenalan pun selesai, dan ternyata banyak yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah ku, bahkan ada beberapa juga yang satu sekolah dengan ku sewaktu SMP, dan aku tidak mengenal mereka.


Menyedihkan.


Selanjutnya yaitu pemilihan perangkat kelas. Mulai dari ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris, dan bendahara. Tidak lupa juga dengan beberapa seksi.


Beberapa siswa mengajukan diri, dan ada juga yang di tunjuk oleh bu Wati, salah satunya perempuan berwajah songong itu.


"Putri, nama kamu ibu catat ya" ujar bu Wati sambil menulis namanya di papan tulis


"Eh iya Bu.."


"Dia jadi pengurus? yang benar saja. aku tidak akan memilih mu heh."


"Tapi tunggu, kenapa mereka bisa akur? ah bodo amat."


"Ooh namanya si Putri. Oalah Put, Put. Okelah."


Seperti itulah kira kira isi hatiku saat itu.


Setelah dilakukan pemilihan memalui sistem vote, ternyata yang terpilih jadi ketua kelas adalah Rafly, wakilnya Gevan, sekretarisnya Santri, dan bendaharanya Lolita.


"*Nah kan, ga menang haha. untung aja*." lanjutku berbicara dalam hati.


Dan akhirnya dia terpilih menjadi seksi kebersihan.


Sedangkan aku hanya memilih menjadi rakyat biasa saja daripada harus pusing mengurus kelas yang di huni 30 orang siswa.


Selesai pemilihan, peraturan dan kebijakan di sampaikan Bu Wati, termasuk uang denda dari berbagai macam pelanggaran.

__ADS_1


Baiklah, mari kita mulai drama per SMA-an ini.


Holaaa.. jangan lupa like nya yaa😊


__ADS_2