Sederhana Namun Istimewa

Sederhana Namun Istimewa
#SMA Cinta Karya 2#


__ADS_3

MOS akan berakhir, ini hari terakhir MOS. Tidak ada kegiatan yang menurutku berkesan. Setiap hati hanya di isi dengan hal hal yang menurutku membosankan, ditambah kakak kelas yang caper sama adek kelas nya lah, ada yang sok akur lah, dan yang paling menyebalkan itu ketika mereka menjahili adek kelas.


Sangat tidak mencerminkan sosok pemimpin, pikirku. Namanya MOS tak seharusnya begini, ini bukan MOS bukan juga uji mental. Tapi ini semacam ah sudahlah terserah mereka saja. Yang penting aku sudah mengikutinya, pikirku.


* * * * *


Aku tiba di sekolah pukul 06.50. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah yang masih agak sepi karena kami masuk pukul 07.15.


"Pagi Nad.. udah nyampe aja jam segini" sapaku oada Nadia.


"Eh hai Nis, pagi juga. iya nih aku cepat datang sengaja mau nyiapin sesuatu untuk kakak kelas,hehe"


"Uuuu apaan tuhhh jadi kepooo"


"Siapa kakel nya?" lanjutku bertanya


"Nanti juga tauu.. eh iya, coklat mu udah? nanti di repetin sama kakel rempong lagi"


"Udah dong, aku kan rajin, baik, suka menolong,,,"


"Hellehh iyelatuu" sewot Nadia seraya menggodaku.


* * * * *


Kami semua di kumpulkan di sebuah ruangan. Sepertinya itu laboratoriun untuk praktikum kimia, terlihat dari peralatan peralatan nya, mulai dari gelas takar yang berjejejer di lemari, ada juga mikroskop, dan banyak lagi.


Sepertinya akan sangat menyenangkan nantinya, apalagi waktu praktikum, memakai jas lab berwarna putih, membawa alat praktek, dan membawa buku tebal. Pasti keren, pikirku.

__ADS_1


Ah, membayangkannya membuat ku semangat, terlebih jurusan yang kupilih jurusan IPA, pastinya ada praktek ke lab nanti.


Bayangin aja lah dulu yang keren-keren nya, nanti kita nikmati pas udah masuk ke pelajaran yang sesungguhnya.


😌


.


.


.


Di dalam ruangan itu, kami akan dibagi berdasarkan kelas yang sesungguhnya. Sebelum pembagian ruangan, acara kami di isi dengan hiburan dari teman teman yang mempunyai bakat di bidang bernyanyi.


Satu orang siswa perempuan di tunjuk oleh kakak kelas untuk maju ke depan, menyanyikan sebuah lagu.


Setelah itu di lanjut dengan ucapan ucapan maaf dan terimakasih dari para kakak pembimbing MOS, dan pembina OSIS.


Ada satu kakak kelas yang sedikit menarik perhatian ku saat di ruangan itu. Setelah perkenalan, ternyata namanya kak Rafael, ketua OSIS. Dia memiliki paras yang rupawan. Tampan, manis, cool, keren, ah sempurna. Setelah tiga hari hanya melihat kakak kelas yang songong dan menyebalkan, hari ini serasa aku mendapatkan angin segar. Bisa mencuci mata dengan melihat mahkluk ciptaan Tuhan yang satu ini.


Ingin rasanya ku pandangi wajah itu berlama lama, duduk di sampingnya, bercerita banyak hal, tertawa bersama.. Ah, indahnya khayalan...


Tapi bagaimana mungkin hal itu akan terjadi, sedangkan aku saja tidak semenarik itu untuk di dekati, apalagi untuk di miliki.


Berbicara soal fisik, aku akan menyerah dan akan selalu menyerah. Apalagi rata rata disini siswa perempuannya bak bidadari semua, sudah dapat di pastikan aku akan tersingkirkan, terhempaskan, dan tercampakkan.


Menyedihkan. Malang sekali nasib mu Nis, Nis.

__ADS_1


Cukup sampai disitu lamunan ku, sekarang kembali ke kehidupan yang sesungguhnya.


"Baik, silahkan antarkan coklat kalian ke depan, letakkan di kotak yang sudah di sediakan panitia." ujar kak Rafael.


"Baik kak.."


Setelah itu, coklat di lempar ke arah kami, kami saling berebut, berlomba menangkap coklat nya. Aku dapat 2 coklat. Wihh untung satu coklat, pikirku.


.


.


.


.


Tiba saatnya kami akan membagi kelas, dan aku ternyata ada di kelas IPA² bersama dengan Nadia.


"Wah Nis, kita sekelas" ucap Nadia girang.


"Iya Nad, wah.. seru inu seruu haha"


Saat sudah dibagi, kami di persilahkan duduk oleh pembina OSIS. Di saat akan duduk, tidak sengaja kaki ku menyenggol kaki teman di sebelah ku. Hingga...


"Ih kan, jadi kotor.." katanya sambil mengusap usap kaos kaki nya yang tersenggol oleh ku


"Lah, lebay amat. ini anak sekelas ku? hadehhh" gumamku dalam hati menngerutu.

__ADS_1


"Eh maaf, ga sengaja" kataku meminta maaf meski dengan hati jengkel. Hiyyy


__ADS_2